
Melihat kekasih nya pergi meninggalkan dirinya dengan berlinang air mata. Membuat Reyhan jadi gelap mata. Tanpa sadar, Reyhan menjatuhkan semua belanjaan yang berada di tangan nya, lalu berlari mengejar Callista dan meninggalkan Felly seorang diri.
Felly menghembuskan nafas nya dengan kasar. Menyemangati diri sendiri untuk lebih sabar lagi. Apakah dirinya akan mengambil tindakan untuk mengakhiri bahtera rumah tangga nya. Jika mempertahankan rumah tangga ini hanya membuat hatinya semakin tersakiti.
“Aku sudah sering mendapat perlakuan tidak adil seperti ini. Aku istri sah nya, tetapi... hadirku bagaikan orang ketiga untuk mereka,” batin Felly mengingat kembali sikap Reyhan terhadap dirinya nya.
“Bahkan aku sudah menyiapkan hati ku untuk menghadapi hal seperti ini. Walaupun aku sering menerima perlakuan tidak adil ini. Tetapi, kenapa kali ini perasaan ku sangat menyakitkan,” lirih Felly memunguti belanjaan yang terlepas dari tangan Reyhan.
Felly melihat barang belanjaan begitu banyak. Bagaimana bisa dia membawa barang sebanyak ini sendirian. Sungguh ini sangat merepotkan. Semua ini karna Reyhan yang tidak konsisten dengan ucapan nya. Berlagak menemani, alih alih malah meninggalkan Felly seorang dirinya.
“Felly,” panggil seseorang. Felly menoleh ke sumber suara.
“A a Audrey,” kata Felly.
“Oh Baby... Aku sangat merindukan mu.” Audrey memeluk tubuh Felly dengan begitu erat. Meluapkan perasaan rindu kepada sahabat lama nya.
__ADS_1
Audrey melepaskan pelukannya. Menatap wajah sahabatnya dengan intens. “Bagaimana kabar mu Felly? Dan kamu habis dari mana? Kenapa kantong kresek ini terlalu banyak?” tanya Audrey saat melihat kesamping tubuh Felly, terdapat banyak barang belanjaan milik nya.
“Kabar ku baik Audrey. Ini semua belanjaan milik ku. Aku baru saja selesai belanja,” kata Felly.
“Kenapa kamu pergi sendiri Felly? Maksudku begini, kamu berbelanja sebanyak ini seorang diri, kenapa tidak mengajak Bibi atau suami mu?” tanya Audrey. Melihat barang belanjaan Felly yang begitu sangat banyak. Sudah pasti Felly akan kesusahan untuk membawanya sendirian.
Felly terdiam sejenak. Tidak mungkin dirinya mengatakan pada Audrey jika Reyhan meninggalkan nya dan memilih untuk mengejar kekasih nya.
Hari ini adalah pertemuan pertama Felly dan Audrey setelah dirinya menikah dengan Reyhan. Tidak mungkin Felly menceritakan hal yang menyedihkan kepada sahabat nya.
“Ha-ah,” kata Felly.
“Kamu mendengar apa yang aku kata kan?”
“Bibi sedang pulang kampung Audrey. Dan suami ku baru saja sembuh. Aku tidak ingin merepotkan siapapun. Maka dari itu aku berniat untuk pergi sendiri,” kata Felly.
__ADS_1
“Kamu ngapain di sini?” tanya Felly.
“Hanya berjalan jalan saja Fel. Aku bosan seharian bekerja dan pulang ke rumah,” jawab Audrey.
Mendengar penuturan dari sahabat nya. Membuat Felly berpikir untuk menghabiskan waktu bersama Audrey saja. Mengalihkan perhatian nya agar sesak di dada nya kian berkurang.
Jika Felly kembali pulang, tentu saja dirinya akan merasakan sangat kesepian. Karna, Bibi yang biasa menemani Felly pulang ke kampung halaman.
“Audrey... Jika kamu tidak sibuk. Kita bisa berjalan jalan di taman untuk mengusir rasa bosan yang saat kamu rasakan,” tawar Felly.
“Suami mu tidak marah jika menemani ku untuk pergi ke taman?” tanya Audrey. Mengingat sahabat yang tidak singgle lagi.
“Tentu tidak Drey. Dirinya bukan pria posesif. Dia akan mengerti jika aku juga membutuhkan waktu untuk aku habiskan bersama teman ku,” ucap Felly.
“Baiklah jika seperti itu. Belanjaan mu bawa saja ke mobil ku Fel. Setelah itu kita akan pergi ke taman,” kata Audrey.
__ADS_1
Audrey membantu Felly membawa barang belanjaan miliknya ke dalam mobil. Lalu setelah itu mereka pergi ke taman sesuai yang Felly katakan.