
Satu hari yang lalu.
“Felly.”
Felly mengalihkan pandangan nya dari layar komputernya.
“Iya bu. Ada apa?” tanya Felly kepada kepala devisi tempat dirinya bekerja yaitu Bu Lestari.
“Kamu di panggil Pak Aditama ke ruangan nya.”
Selama 7 tahun dirinya bekerja di Perusahaan Sanjaya Group. Baru kali ini Pak Aditama pemilik perusahaan memanggil nya.
SANJAYA GROUP adalah perusahaan kedua yang di kelola oleh Aditama. Setelah perusahaan pertama yang di tangani oleh anak nya dan perusahaan kali ini di kelola oleh dirinya sendiri.
“Ada apa ya bu. Apa saya melakukan kesalahan?” tanya Felly. Dirinya merasa jika dia tidak melakukan kesalahan dalam hal pekerjaan. Felly cukup profesional dalam hal pekerjaan.
“Saya tidak tau. Cepat kamu bereskan meja mu. Lalu ikut aku ke ruangan pak Aditama.”
Felly membereskan meja kerja nya. Lalu setelah itu mengikuti langkah Bu Lestari menuju ruangan pak Aditama.
Tok tok tok....
Bu Lestari mengetuk pintu ruang pak Aditama.
“Masuk!”
“Permisi pak...,” ucap Bu Lestari masuk ke ruangan pemilik perusahaan di ikuti oleh Felly dari belakang.
“Pak... ini dia yang bernama Felly. Dirinya bekerja sebagai Devisi Pemasaran. Sesuai yang Bapak cari.”
“Baiklah. Terimakasih Lestari. Kamu bisa kembali bekerja,” kata pak Aditama ke Bu Lestari.
Bu Lestari meninggalkan ruangan itu. Kini hanya tersisa Felly dan Aditama di ruangan itu.
“Silahkan duduk Felly.”
“Iya pak. Terimakasih,” kata Felly duduk di depan Aditama.
__ADS_1
“Pak... apakah saya melakukan kesalahan dalam hal pekerjaan?”
“Tidak. Kamu tidak melakukan kesalahan dalam bekerja. Kamu pasti bingung kenapa saya memanggil mu.”
“Iya pak.”
“Jadi begini Felly. Saya sudah mengamati kamu bekerja selama tiga bulan terakhir ini. Tidak hanya itu. Saya juga sudah menanyakan perihal tentang mu dalam bekerja kepada teman satu devisi mu.”
“Setelah saya pertimbangkan. Saya ingin kamu menjadi seketaris anak saya.”
“Seketaris pak???” Suara Felly sedikit keras.
“Maaf pak. Saya kaget,” ucap Felly menurunkan volume suara nya.
Seketaris adalah pekerjaan yang sangat di dambakan wanita di kantornya. Tetapi tidak dengan Felly. Dirinya kurang tertarik dengan pekerjaan itu.
“Maaf pak. Seperti nya saya tidak bisa.”
“Tidak bisa? Bagaimana bisa kamu mengatakan tidak bisa Felly. Kamu sudah cukup profesional dalam devisi pemasaran. Dan saya mengamati hal itu. Untuk menjadi seketaris. Saya pikir itu tidak lah sulit untuk mu.”
“Maaf pak. Bukan maksud saya lancang. Bukan juga tentang sulit atau tidak nya. Tetapi saya tidak terlalu suka menjadi seketaris pak. Saya lebih nyaman bekerja sebagai Devisi Pemasaran Pak.”
“Anak saya sudah mengganti 12 seketaris dalam setahun. Kinerja dia sangat buruk, membuat perusahaan tidak ada kemajuan. Saya hanya ingin dia serius dalam mengurus perusahaan dan berhenti bermain main dengan seketaris nya.”
“Saya pikir kamu bisa untuk bekerja sama dengan anak saya. Mengingat umur saya yang tidak lagi muda. Saya sangat menginginkan perubahan untuk anak saya. Bukan hanya dalam hal pekerjaan. Saya juga menginginkan perubahan dalam kehidupan pribadi dia. Seperti di siplin dengan waktu.”
Felly mendengar dengan intens ucapan dari Boss tempat nya bekerja. Wajahnya yang sudah mulai terlihat sedikit keriput dan rambutnya yang mulai memutih. Umurnya sekitar 47 tahun.
“Bagaimana Felly. Apakah kamu setuju menerima posisi itu?”
Mendengar penuturan dari Pak Aditama. Membuat Felly berubah pikiran. Tidak ada salah nya mencoba untuk menjadi seketaris anak dari Boss nya itu. Selama ini, Felly juga sudah di beri pekerjaan yang sangat nyaman oleh Pak Aditama.
“Baiklah pak. Jika bapak menginginkan nya. Felly menerima posisi yang bapak berikan. Dan Felly akan menjalan kan pekerjaan itu dengan sebaik mungkin.”
“Baiklah... sekarang kamu bisa kembali. Saya akan mengabari mu kapan harus memulai pekerjaan baru mu Felly.”
Felly pergi meninggalkan ruangan pak Aditama. Perasaan nya saat ini tak bisa jelaskan. Antara sedih dan senang.
__ADS_1
Dirinya sedih karna sudah pasti meninggalkan meja kerja dan teman teman nya di kantor yang sudah menemaninya selama 8 tahun.
Felly kembali ke meja kerja nya. Salah satu teman nya menghampiri Felly.
“Felly.... kenapa kamu tadi di panggil pak Aditama?”
“Bukankah kamu tidak melakukan kesalahan. Selama ini kamu bekerja dengan sangat baik.”
“Aku memang tidak melakukan kesalahan Audrey,” ucap Felly.
Audrey adalah teman baik Felly di kantor. Dirinya dan Audrey selalu makan bersama sama saat jam istirahat bekerja.
“Jika tidak melakukan kesalahan. Kenapa kamu di panggil ke ruangan pak Adita?”
“Aku akan di pindahkan ke perusahaan lain Audrey,” kata Felly.
“Apa!!!!! Kamu di pindahkan kan????” teriak Audrey, sehingga seluruh karyawan menoleh ke arah mereka.
“Ssssuuuuttttttt....” Tangan Felly menutup mulut Audrey.
“Kamu lihat. Mereka jadi terganggu karna suara mu.”
Audrey melepaskan tangan Felly dari mulut nya. “Aku tidak bisa bernapas karna tangan mu menutup mulut ku Felly.”
“Kenapa kamu di pindahkan Felly? Bukankah itu keputusan yang cukup berat jika harus kehilangan salah satu karyawan yang pekerjaan cukup baik.”
“Masih banyak karyawan lain yang bekerja dengan baik Audrey. Bukan hanya aku saja.”
“Tetapi... apa alasan pak Aditama memindahkan mu Felly?”
“Aku tidak tau Audrey. Aku juga keberatan jika harus di pindahkan dari kantor ini. Tetapi aku tidak bisa menolak permintaan pak Aditama.”
“Dirinya yang berhak memutuskan pekerjaan kepada karyawan nya. Aku pikir lebih baik aku di pindahkan dari pada aku di pecat Audrey. Benar kan?”
Audrey mengangguk. “Aku hanya sedih jika harus kehilangan salah satu teman ku.”
“Aku juga begitu Audrey. Yuk pelukkkkkk,” kata Felly merentangkan tangan nya.
__ADS_1
Audrey dan Felly saling berpelukan. Mereka merasa sedih jika harus berjauhan.