![Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]](https://asset.asean.biz.id/terjerat-pria-manipulatif---tamat--.webp)
Happy reading ✓
💫💫💫💫💫
" Saya terima nikah dan kawin nya Fayza Olivia binti Heru Purwanto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai "
Satu tangan Marvel menjabat tangan pak penghulu. Lelaki itu dengan lantang mengucapkan ikrar suci pernikahan dengan satu tarikan nafas Marvel berhasil mengatakan tanpa mengulang.
" Bagaimana Saksi sahh '' tanya pak penghulu kepada orang disekelilingnya
" Saaahhhh " seloroh para kerabat yang datang.
Kini kedua mempelai yang sudah resmi menjadi pasangan suami-istri itu pun masih saling terdiam. Seakan hanyut dalam pikirannya masing-masing.
Hati dan pikiran Fayza sedari tadi terus berkecamuk. Ia merasa sangat sedih seketika mengingat mendiang ayah dan ibu nya.
Disisi lain hal yang dirasakan oleh Marvel juga tak jauh berbeda dengan yang fayza rasakan. Lelaki itu terus mengingat kemarahan Diona sesaat sebelum pernikahan nya berlangsung dengan Fayza. Marvel masih mengingat bagaimana murka dan kecewanya Diona yang mendengar bahwa Marvel menghamili wanita lain dan berencana akan menikahinya
Seketika rahang lelaki itu mengatup kuat. Ia kesal dengan Fayza. Dirinya berfikir ini semua ulah perempuan itu. Andai Fay tidak membuat drama. dirinya tidak akan terjebak dengan situasi seperti ini
*******
Setelah pulang dari tempat dimana Marvel dan Fayza mengadakan acara akad nikah. Maria memerintah kan putra nya dan menantu nya untuk pulang kerumah mewah keluarga Lazarus.
Keluarga Lazarus memang sengaja tidak mengadakan pesta resepsi mewah atau megah. Hal itu memang dilarang keras oleh Anton. Pasalnya pernikahan kali ini adalah pernikahan kecelakaan jadi tak sepatutnya untuk dimeriahkan. Justru Anton berfikir malah yang ada takut membuat orang atau rekan bisnisnya bergosip yang tidak menyenangkan bisa-bisa nama baik keluarga nya akan tercemar
💫💫💫💫
Setelah urusan semua selesai. Keluarga itu pun sudah sampai dirumah megah milik Lazarus family begitu juga dengan Fayza. Gadis itu mulai sekarang akan tinggal dirumah besar itu.
Kaki Fayza pertama kalinya menginjak lantai kamar milik Marvel. Gadis itu masih terlihat canggung dan bingung harus apa. Kalo boleh jujur ia lebih memilih tinggal dirumahnya sendiri walaupun terlihat dibawah sederhana namun bisa membuat dirinya nyaman.
" Lo ngapain masih berdiri aja disitu. Siapin gue air anget gue mau mandi " ucap Marvel memerintah
Sejujurnya Fayza sangat merasa lelah. Ditambah rasa mual yang terus menerus menyerang nya sedari tadi. membuat dirinya hanya ingin rebahan atau sekedar istirahat.
" Vel gue gak enak badan Perut gue juga mual banget. Lo siapin sendiri yah gue janji besok-besok gue yang bakal nyiapin itu semua " ujar Fay dengan nada memohon dan itu memang benar gadis itu merasa sangat lelah. Mungkin karena bawaan hamil jadi dirinya sering kelelahan
__ADS_1
" Hidup Lo drama banget yah Fay. Gue minta tolong gitu aja gak mau " gumam Marvel
" Maaf vel bukan nya gak mau. Tapi gue bener-bener gak kuat badan gue cape banget rasa nya " ujar Fayza yang sudah duduk di atas ranjang. Melihat itu Marvel langsung keluar kamar dengan berdecak kesal.
*
*
💫💫💫💫
Pagi harinya Fayza terbangun dari tidurnya. Gadis itu mengucek mata setelah itu netra nya mencari keberadaan sosok lelaki yang sekarang ini sudah menjadi suami nya. Ia melihat kearah samping tempat dimana ia tertidur semalam. Terlihat tempat itu masih rapih itu berarti marvel semalam tidak masuk lagi kedalam kamarnya setelah dirinya keluar kamar.
Lamunan Fay terpaksa berhenti kala terlihat sosok Marvel yang membuka pintu dan masuk kedalam kamar. Fay bisa melihat lelaki itu sudah rapi dan wangi
" Lo mau kemana vel " tanya Fay
" Ngampus lah. Gue ada kelas jam 9 " jawab Marvel tanpa melihat kearah Fay. Dirinya sibuk menilik penampilan nya didepan cermin
" Tapi ini baru jam 6 vel " jelas Fay yang menatap bingung
" Iya gue tau. Gue mau jemput Diona sekalian mau nganterin dia kesuatu tempat dulu " ujar Marvel yang masih merapikan penampilan nya. Sedangkan Fayza langsung bangkit mendekati Marvel
" Kenapa Lo gak suka kalo gue bersikap baik sama Diona. Mau Lo apa sih Fay Lo gak nyadar yah Lo udah nyakitin hati Diona. Sekarang Lo mau nyoba ngelarang gue Deket sama Diona gitu hm "
Setelah mengatakan itu Marvel langsung berlalu pergi melewati Fayza begitu saja. Fayza salah ia berfikir kalau dirinya sudah menikah dengan Marvel lelaki itu tidak akan berhubungan lagi dengan wanita manapun. Namun sepertinya dugaan nya salah .
Kepala Marvel melongok kembali kedalam kamar dari arah pintu. Ia melihat Fayza yang masih diam berdiri seakan sedang memikirkan sesuatu. Melihat itu Marvel merotasikan bola matanya bibirnya berdecak sebal. Lantas ia masuk kembali kedalam kamar
" Fay gue minta sama Lo. Disini Lo tau diri dong. Lo ngapain ke bantuin mama ke jangan dikamar melulu Gue yang gak enak Fay. disini bukan tempat penampungan tuna wisma " seloroh Marvel kesal
Apa menampung tuna wisma katanya. Yang benar saja bahkan kalau boleh memilih lebih baik dirinya tinggal dirumah nya kembali atau hanya sekedar mengontrak di sebuah bangunan sempit walaupun terbilang dari kata mewah tapi membuatnya merasa nyaman. Fayza membatin
" Sekarang Lo bersih bersih terus turun kebawah bantuin mama siapin makanan buat sarapan Lo harus bisa ambil hati nyokap gue dong. Please Lo harus nurut sama gue Fayza. Gue udah ngelakuin hal yang sangat menyebalkan dalam hidup gue nikahin Lo contohnya jadi tolong Lo jangan ngelunjak "
Lihatlah betapa angkuhnya lelaki itu. Dengan sikap sok mengatur seakan ia harus lebih berkuasa atas Fayza. Bahkan Lelaki itu sangat acuh tak perduli dengan keadaan atau kondisi yang dialami gadis malang itu.
Sementara itu Fayza hanya bisa diam Mata nya yang berkaca-kaca sekuat tenaga menahan agar emosi nya tidak mencuat
__ADS_1
****
Fayza menuruni tangga satu demi satu. Pasalnya kamar Marvel memang berada dilantai dua. Sesampai nya ia dibawah dirinya langsung berjalan kearah dapur menghampiri Maria mertua nya. Disana Maria sedang memasak beberapa makanan yang memang biasa disajikan untuk sarapan anggota keluarga nya
Maria memang sengaja dari dulu kalau urusan makan ia yang akan pegang kendali. Baginya seorang perempuan atau seorang istri wajib hukumnya yang akan mengurusi masalah makanan untuk keluarga nya. Menyadari Fayza ikut bergabung kedapur maria hanya melihat sekilas.
Disisi lain Fay yang mendapati sikap mertua nya yang terkesan acuh dirinya merasa kikuk sendiri.
" Pagi ma. Ada yang perlu Fayza bantu " ujar Fayza mencoba ramah
" Jam segini kamu baru bangun Fay " tanya Maria dengan nada sedikit ramah
" Maaf ma kemarin aku kecapean jadi bangun kesiangan " jawab Fay dengan senyum canggung. Padahal saat ini baru pukul tujuh pagi. Saat dirumah nya dulu sebenernya Fay juga bangun pagi. Tentu saja dia harus mandiri Fay juga harus membantu ayah nya menyiapkan segala urusan rumah dan urusan indah adik nya
" Kamu bisa masak kan Fay " tanya Maria
" Aku bisa masak yang biasa-biasa aja ma. Kalau yang mewah ala-ala restoran aku belum bisa. biasanya aku kalo pengen makan yang gak bisa aku masak fay suka beli atau pesen sih ma" jawab Fay Jujur
" Ckck anak jaman sekarang kalau ditanya kemampuan urusan dapur jawabannya selalu aja meremehkan. Padahal perempuan itu harus wajib bisa masak ini itu loh Fay. Memang nya dulu kamu gak pernah diajarin sama orang tua kamu masalah dunia perdapuran. Briana Kaka marvel aja rutin saya ajarkan masak. Padahal dia wanita karir loh Fay. Saya bangga sama anak perempuan saya. Sudah pintar dalam segala hal yang pasti nya gak pernah macem-macem apa lagi sampai memalukan orang tua "
Maria berbicara panjang lebar bibir nya pun tak luput mengulas senyum. Lagi-lagi wanita paruh baya itu membanggakan anaknya yang Dimata nya sangat berakhlak baik dan berbudi luhur. Sedangkan Fayza hanya menundukkan kepalanya sembari menggigit bibirnya. Kalau boleh jujur seingat Fayza orang tuanya adalah sosok yang luar biasa. Ayahnya selalu bilang tidak masalah kalau seorang perempuan tidak menguasai dunia dapur yang penting jadilah wanita yang berguna.
Hingga tiba saatnya mereka semua makan pagi disatu meja yang sama. Di situ sudah ada Anton sang kepala keluarga, Maria , Briana, Marvel dan juga si anggota baru Fayza. Selama acara makan keluarga Lazarus berbincang tak jauh-jauh dari seputar kerjaan atau menanyakan kegiatan Marvel atau perkembangan perusahaan yang Briana tangani.
Fay bisa menilai betapa sangat pentingnya kata perfeksionis dalam keluarga ini. Dengan Anton yang paling mendominasi. Itu sebabnya baik Briana ataupun Marvel sangat segan dengan sosok ayah nya bahkan Fay bisa melihat ada raut ketertekanan pada kedua keturunan Lazarus
" Pa ma pamit yah aku ada kelas pagi " ijin Marvel kepada kedua orangtuanya
Tentu saja pemuda itu berbohong. Nyatanya ia akan langsung bertemu dengan Diona. Karena mereka semua sudah janjian. Setelah bersalaman dengan kedua orangtuanya. Marvel menghampiri Fayza lelaki itu kemudian mencium kepala istrinya.
" Aku berangkat duluan yah. Hari ini kamu ada kelas siang kan " tanya nya dengan nada lembut. Fayza hanya mengangguk canggung. Ia merasa heran kenapa sikap Marvel bisa berubah ubah seenaknya
Selama Fayza ikut bergabung dengan keluarga Lazarus. Mereka seakan tidak menganggap keberadaan Fayza. Tidak mengajaknya berbincang atau sekedar berbasa-basi.
" Nanti sore Ervan mau datang. Dia ada projects di Indonesia katanya cuma dua Minggu " Ervan adalah sepupu Marvel yang tinggal di Australia bersama keluarganya
Briana maupun Maria hanya mengangguk tanda mengiyakan.
__ADS_1
Bersambung. .