![Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]](https://asset.asean.biz.id/terjerat-pria-manipulatif---tamat--.webp)
Happy reading ✓
💫💫💫💫💫
" Vel ayo kita bercerai. Dan Lo bisa lanjutin masa depan Lo lagi. Begitupun dengan gue akan melanjutkan masa depan gue sendiri " Fayza berucap dengan nada keyakinan
Sementara itu Marvel menautkan kedua alisnya sesaat mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Fayza. Lalu ia mendekati istrinya dan ikut duduk disamping Fayza .
" Kalo seandainya kita cerai terus Regan gimana. Bahkan Lo sendiri aja gak bisa ngurusin dia Fay " seloroh marvel
" Gue ada kerabat di Surabaya. Gue akan kasih bayi itu pada Mereka kebetulan mereka pasangan suami-istri yang memang udah lama belum dikaruniai anak. Jadi gue akan serahkan Regan sama mereka " jelas fayza
Marvel langsung menunduk. Dan menghela nafasnya lalu membuang nya kasar lalu kedua tangan nya ia Raupkan kewajah nya seakan-akan ia berat mendengar keputusan dari Fayza. Namun ia juga berfikir kalau itu jalan yang terbaik. Marvel sadar jika ia memilih dengan kondisi seperti ini ia tidak akan bisa meraih impian untuk masa depannya.
" Gue harap Lo ngerti sama keputusan gue Ini yang terbaik buat kita. Lo harus turutin kemauan bokap Lo vel. Raih masa depan Lo sendiri. Gue juga akan melakukan hal yang sama. Biarkan Regan diasuh sama orang yang bisa mengurus nya " ucap Fayza lagi. Matanya pun sudah mulai berkaca-kaca
Marvel masih terdiam. Ia sedang sibuk berperang dengan hati dan pikirannya sendiri. Lagi-lagi Marvel menghela nafas sepenuh dada dan membuang nya kasar. Dan detik berikutnya ia mengatakan
" Baiklah mari kita bercerai. Dan titipkan Regan sama kerabat Lo itu. Tapi ingat suatu saat gue akan cari Regan " ucap Marvel kemudian. Dan detik itu juga Marvel langsung mengemasi barang-barang nya. Ia memutuskan akan pulang kerumahnya dan akan mengajukan perceraiannya ke pengadilan.
Setelah semua selesai dengan barang yang sudah dikemasi. Marvel mendekati Regan yang masih tertidur lelap ia mencium pipi kenyal bayi itu
" Ayah pergi dulu ya sayang. Nanti suatu saat ayah akan jemput kamu kembali " ucap Marvel pada bayi Regan
" Fay gue akan urus semua perceraian kita. Lo jaga diri baik-baik yah. Gue pamit " ujar Marvel pada Fayza. Dan ia pun langsung membawa barang-barang nya dan keluar rumah melajukan mobilnya.
Melihat itu Fayza langsung mengehela nafas sepenuh dada dan membuang nya perlahan. Detik itu juga mata nya langsung melirik kearah box bayi dan ia beranjak dari ranjang mendekati Regan yang masih terpejam. Langkah selanjutnya Fayza pun mengemasi barang-barangnya dan juga barang regan. Ia memutuskan akan ke Surabaya sesuai rencana.
__ADS_1
Tak hanya itu. Fayza juga berniat akan menjual rumah nya. Ia memutuskan tidak akan tinggal dirumah ini lagi. Baginya jika masih disini ia akan selalu teringat kenangan pahit ataupun manis . Lebih baik ia hijrah dan mencari kehidupan baru kembali.
Fayza bertekad akan bangkit dari rasa kesakitan yang menyiksanya. Ia akan mencoba menata kembali kehidupan nya lagi. Bagaimana pun juga dirinya masih muda Fayza berhak untuk bahagia. Masa depan nya masih panjang ia harus sukses untuk kedepannya.
Sebelum ia benar-benar pergi ke Surabaya Fayza akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke makam ayahnya. Dengan menggendong bayinya Fayza menaiki taksi untuk minta diantar ke peristirahatan mendiang ayahnya.
" Ayah maaf kan Fayza yah kalau kedepan nya Fay akan jarang berkunjung kesini. Karena Fay memutuskan akan menjual rumah peninggalan ayah, alasannya Fay udah gak sanggup kalo untuk Tetap tinggal dirumah itu "
Ucap Fayza pada gundukan tanah didepannya satu tangan nya terulur untuk menaburkan bunga. Dan saat itu juga Fayza langsung beranjak akan pergi meninggalkan area pemakaman itu.
Ia terlonjak kaget saat melihat ada karel yang sudah menghadang langkahnya.
" Ka Karel ko Kaka tau gue disini "
" Iya nih kebetulan tadi gue mau kesuatu tempat. Eh ngeliat Lo baru turun dari taksi. Ya udah akhirnya gue samperin aja " jawab karel tersenyum lembut
Mendengar itu Karel menghela nafas panjang dan membuang nya kasar detik selanjutnya ia pun mengangguk
" Tapi Lo janji sama gue yah. Lo harus bahagia " ucap karel membelai lembut puncak kepala Fayza sembari tersenyum. Dan selanjutnya tatapan nya beralih pada bayi lucu yang ada di gendongan Fayza. Karel langsung membelai pipi bayi itu menggunakan ibu jari nya
Dan akhirnya Karel mengantarkan Fayza pulang. Karena Fayza juga masih belum selesai dengan berkemas-kemas nya. Masih merapikan ini dan itu. Dan untungnya Karel bersedia membantu Fayza untuk menjual kan rumahnya.
****
Hari ini Fayza sudah siap untuk berangkat ke Surabaya. Dengan semua barang bawaannya yang terbilang cukup lumayan banyak. Ia sedang menunggu kedatangan kendaraan online yang akan mengantarkan nya ke bandara Fay memutuskan untuk menggunakan pesawat agar perjalanan nya memakan waktu yang singkat.
Setelah beberapa lama menempuh perjalanan Fayza yang masih menggendong Regan sudah berada dikawasan bandara. Ia menunggu jam keberangkatan pesawatnya yang akan menuju ke Surabaya. Mata Fayza melirik kearah Regan yang masih tertidur pulas.
__ADS_1
Ia menggigit bibirnya sendiri tak hanya itu kedua matanya pun mulai berkaca-kaca. Ia buru-buru mendongak agar air matanya tidak menetes. Sejujurnya ia sangat sedih akan menyerah kan bayinya untuk diasuh oleh orang lain.
Walaupun ia acuh. Namun tetap saja sebagai seseorang yang sudah melahirkan Regan. Hati kecilnya merasakan sangat sedih dan pilu. Namun Fay mencoba mengingat kembali tujuan awalnya yang mana ia akan menata masa depan nya sendiri sontak Fay mengehela nafas.
Waktu keberangkatan menuju Surabaya sudah tiba. Dan akhirnya pesawat yang ditumpangi Fayza lepas landas meninggalkan ibukota.
*
*
💫💫💫💫
Disisi lain. Setelah kepergian nya dari rumah Fayza. Marvel pulang kerumah orang tuanya. Tentu saja hal itu membuat maria dan Anton sangat senang. Itu artinya Marvel memilih opsi yang pertama menyelesaikan pendidikan nya dan melanjutkan karirnya di perusahaan ayahnya.
Marvel pula sudah mengabarkan pada papa mama nya bahwasanya ia akan bercerai dengan Fayza. Lagi-lagi keputusan putranya itu membuat kedua orang tuanya tersenyum senang. Memang seharusnya itulah yang harus dilakukan pikir keduanya.
*****
Malam harinya keluarga Lazarus sedang makan malam bersama. Dengan sembari berbincang dan menyusun masa depan Marvel. Sejujurnya Marvel sangat jengah mendengar penuturan kedua orangtuanya. Ia berfikir boleh saja mereka berencana semaunya tapi nanti jika saat nya tiba. Dan dirinya sudah mempunyai power. Ia tidak akan Sudi lagi tunduk dengan segala peraturan dari orang tuanya.
" Briana kemana. Kenapa jam segini belum sampai rumah juga " Anton bertanya
"Tadi sore sih Bri kasih kabar. Kalau dia ada meeting diluar " jawab Maria menjelaskan. Anton hanya mengangguk
" Aku ini sebenarnya lagi jengkel dengan salah satu kolega ku. Dia itu usia nya sama sepertiku. Tapi gaya nya sudah seperti anak remaja saja. Suka main perempuan penghibur, gaya berpakaian nya dan sikapnya memaksakan sekali untuk terlihat muda. " Ucap Anton tersenyum miring dan menggelengkan kepala
Ya begitulah Anton. Sepertinya Ia orang yang gemar mengkritik secara kritis ap yang menurutnya tidak sesuai dengan penilaian. Menurutnya tidak ada yang sebanding dan sejajar dengan dirinya yang perfeksionis dan berintegritas tinggi. Setidaknya itulah penilaian Anton untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Bersambung. .