Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]

Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]
Bab. 36


__ADS_3

Happy reading ✓


💫💫💫💫💫


Sinar mentari yang berhasil masuk melalu celah gorden kamar seakan memaksa Fayza untuk segera bangkit dari mimpi indahnya. Gadis itu menguap dengan satu tangan menutupi mulut nya. Kaki nya melangkah keluar kamar. Ia melihat kesekeliling tidak ada siapapun apakah Marvel sudah pergi ke kampus yah. Fayza bertanya tanya


Karena yang fayza ingat setelah terjadi nya adu argumen antara dirinya dan Marvel. lelaki itu langsung keluar kamar dan tidak masuk lagi. Fayza pun saat itu memang sudah tidak perduli lagi apa yang dilakukan suaminya.


Fayza dikejutkan oleh kedatangan ibu mertuanya. Seperti biasa wanita paruh baya itu datang sembari membawa beberapa tentengan yang sudah dipastikan berisikan bahan makanan.


" Eh mama gapapa ma biar Fay saja nanti yang beresin belanjaan nya kedapur " ujar Fay


Mendengar itu Maria hanya menggeleng kan kepala. " Kalau kerjaan itu jangan suka di nanti-nanti kan Fay. Kalau kamu memang malas ya sudah kamu duduk saja biar saya yang kerjakan "


Mendengar penuturan mama mertuanya, Fay hanya menggigit bibirnya. Sungguh situasi seperti ini yang membuat merasa tidak nyaman. Kenapa dirinya terasa Dejavu padahal kalau dipikir-pikir ia sedang tinggal dirumahnya sendiri. Entah kenapa Rasa tertekan pada dirinya yang waktu dulu ia rasakan muncul kembali.


" Oh iya Fay. Memang nya kamu mau beli kebutuhan bayi seperti apa sih. Ko kamu nyuruh Marvel minta uang sampai 50 juta. "


" H-hah minta uang ?" Beo Fayza. Dirinya masih menganga tidak percaya dengan apa yang tadi mertuanya utarakan. Tunggu-tunggu apa tadi dia bilang dirinya menyuruh Marvel meminta uang sebesar itu. Ya Tuhan yang benar saja. Fayza membatin


" Saya bukannya gak mau kasih. Bagi keluarga saya uang segitu tidak ada apa-apa nya. Tapi saya perlu tahu untuk kamu belikan apa uang itu siapa tau buat yang aneh-aneh. Secara kan saya yakin banget kamu belum pernah pegang uang segitu banyak iya kan " Maria berucap sambil tersenyum. Lalu dirinya langsung kearah dapur untuk menyusun barang belanjaan yang tadi ia bawa.


Sedangkan Fayza masih terdiam. Seakan otak nya belum bisa mencerna sepenuhnya dengan segala untaian kata yang terucap dari mulut mertuanya. Ini tidak bisa dibiarkan ia harus bertanya langsung pada Marvel. Kenapa dia tega menjual namanya untuk meminta uang pada ibunya. Kalau sudah begini kan nama Fayza yang dicap jelek. Atau dicap menantu matre


******


Sore hari nya Fayza melihat Marvel yang melangkah masuk kedalam rumah. Dengan terlihat lelah lelaki itu langsung mendaratkan bokong nya pada sofa ruang tamu. Saat itu juga Fay mendekati marvel dan ikut duduk disamping suaminya. Tentu saja dengan mata Fay yang sudah menatap tajam.


" Vel maksud Lo apa sih pake bilang ke nyokap Lo. Kalo gue minta duit 50 juta. Lo gila yah. Gue gak pernah nyuruh Lo minta-minta" tanpa basa-basi lagi Fay mengeluarkan unek-unek nya

__ADS_1


Mendengar ocehan yang fayza tujukan padanya. Marvel langsung mendengus


" Istri gak tau diri Lo. Suami pulang bukanya disambut malah ngoceh" ucap marvel sewot


" Ya jelas dong vel gue ngoceh. Gue butuh penjelasan maksud Lo apa ngomong sama mama Lo soal duit yang 50 juta itu " ucap Fay dengan nada yang semakin meninggi


" Anjing gak bisa diem Lo sialan " umpat Marvel bola mata nya mendelik kearah istrinya


Fayza terlonjak kaget kala mendengar bentakan dari suaminya. Matanya kembali memanas kedua tangan nya mengepal kuat. Ternyata benar jika seseorang sudah mempunyai tabiat buruk . Mau berusaha berubah seperti apapun pada akhirnya akan kembali lagi pada sikap buruknya. Hal itu yang fayza rasakan pada marvel


Fay Langsung berjalan cepat memasuki kamarnya. Ia merasa hatinya sakit bagai tercabik bagaimana tidak. Suaminya dengan tega mampu mengucapkan kata-kata umpatan yang sangat kasar. Kemana janji lelaki itu yang bilang akan berubah dan akan menjadi suami baik. Fay membatin tak terasa bulir bening sudah menyusuri pipinya


******


Suara deringan ponsel milik Marvel mengusik Fayza yang masih terlelap tidur. Seketika gadis itu mengerjapkan mata melirik kearah benda pipih sejuta umat itu. Lantas ia mengedarkan pandangan nya dengan maksud mencari keberadaan Marvel. Namun lagi-lagi ponsel itu kembali berdering. Dengan rasa penasaran Fay pun bergerak mendekati arah nakas tempat dimana ponsel itu diletakkan.


" Halo honey, hari ini kamu jadi kan jemput aku. oh ia aku udah boxing hotel yang kemarin kita pernah pesen "


Deg!


Fay mematung sesaat mendengar suara seseorang diseberang sana. Tanpa disadari satu tangan nya meremas kuat ponsel yang masih tertempel di telinga nya. Detik itu juga ia merasa sesak tenggorokan nya bagai tercekik. Sontak Fay langsung memutus sambungan telfon nya dan kembali meletakkan ponsel milik Marvel ketempat semula.


Gadis itu masih berperang dengan pikirannya. Tidak mungkin yang tadi ia dengar barusan adalah suara Amanda. Tapi semakin Fay mengelak perasaan nya mengatakan bahwa itu sebuah kebenaran. Lagi-lagi Fay merasakan sesak di dadanya sampai-sampai ia meremas kuat bagian dada sebelah kanan.


Untuk kembali memastikan. Fay meraih ponsel Marvel dan membuka nya lagi. Ia melihat histori pemanggilan yang terdapat nama A. Fay membuka nya dan mencoba mencocokkan antara nomor tersebut dan nomor Amanda dan cocok. Fay dibuat limbung kembali. Ia menggeleng pelan.


Rasa kecewa, sakit ,marah bercampur menjadi satu. Bagaimana mungkin Amanda tega melakukan hal itu. Kenapa ia sanggup dengan keji menusuk sahabat sendiri dari belakang. Fayza benar-benar tak habis pikir


Rasanya Fay tidak tahan terus bertanya-tanya seperti ini. Akhirnya dengan langkah lebar Fay mencari sosok suami nya. Ternyata Marvel ada didepan rumah duduk santai sambil merokok.

__ADS_1


" Lo jelasin ke gue. Ada hubungan apa Lo sama Manda " tanya Fayza langsung ke inti


Mendengar pertanyaan dadakan dari Fayza. Marvel langsung melihat kearah istrinya sekilas. Dan tatapan nya kembali mengarah kedepan lagi


" Oh jadi Lo udah tahu. Bagus kalo Lo udah sadar. Jadi Lo harus hindarin temen yang modelan kaya begitu " ucap Marvel tanpa melihat kearah Fayza


" Kenapa harus Manda vel kenapa! " teriak Fayza kemudian


Sontak Marvel menatap kearah Fayza. Sembari menaikan satu alisnya.


" Kenapa harus Manda Lo bilang. Temen Lo aja yang gatel. Apa selama ini Lo gak sadar betapa busuk nya sahabat Lo itu hah. Dia itu cewek freek apa Lo juga gak tau kalo dia itu suka sama gue dari dulu "


Fayza terdiam sibuk mencerna apa yang barusan Marvel katakan. Mata Fay sudah memerah panas air matanya nya pun sudah mengumpul di pelupuk. Jika ia berkedip sudah dipastikan air mata itu akan menetes.


" Apa salah gue sih vel. Kenapa sih Lo gak pernah mau berubah. Apa gue harus mati dulu biar Lo berubah hah " ucap Fayza dengan nada memelas


" jangan berlagak sok lemah Fay. Harus nya Lo yang intropeksi diri. " Setelah mengucapkan itu Marvel berjalan melewati Fay begitu saja. Tubuh gadis itu sudah bergetar entah kenapa rasanya sangat sakit sampai ke relung hati.


******


Fayza diam-diam nekat akan menemui Amanda di hotel yang sempat ia beritahu lewat ponsel Marvel. Ia sengaja lebih dulu bergegas kesana sebelum Marvel yang terlebih dulu sampai.


Dengan langkah yang menahan sakit akibat kram perut Fay berjalan menghampiri tukang ojek pangkalan. Sesekali dirinya akan meringis karena ulah perut nya yang terkadang merasa sakit. Entah karena ukuran perutnya yang sudah besar atau karena efek perdebatan yang terjadi dengan Marvel.


Setelah menempuh jarak yang cukup panjang. Tukang ojek tadi berhasil mengantarkan Fay kesebuah hotel bintang tujuh. Setelah membayar ongkos ojek. Fay pun langsung berjalan menuju kamar yang dipesan oleh Amanda. Sejujurnya perasaan Fayza saat ini cukup campur aduk Namun lebih dominan ke rasa kecewa yang begitu dalam.


Setelah mendapat perijinan dari petugas hotel. Tanpa berlama-lama Fay langsung berjalan menuju kamar dimana Amanda berada .


Bersambung. .

__ADS_1


__ADS_2