Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]

Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]
Bab. 50


__ADS_3

Happy reading ✓


💫💫💫💫💫


" Regan kamu ngapain disini nak " tanya Fayza yang sudah dekat. Fay bisa melihat Regan sedang meminta maaf pada dua orang laki-laki dan perempuan didepan nya. Mendengar Fayza meneriaki nama anaknya. Kedua orang tadi langsung menoleh kearah Fayza. Seketika tubuh Fayza menegang dan sedikit bergetar manakala tatapan nya bertemu dengan tatapan milik laki-laki yang tadi menoleh kearahnya.


Ya seseorang yang saling bersitatap dengannya adalah Marvel Lazarus. Orang yang banyak menorehkan luka dimasa lalu. Tak banyak berubah dari lelaki itu hanya aura kedewasaan nya yang makin terpancar dan dengan dandanan formal yang membuatnya terlihat semakin tampan dan berkelas.


Fayza menelan Saliva nya susah payah. Tanpa pikir panjang ia memutuskan untuk mengakhiri kontak mata dengan Marvel. Dan segera langsung menghampiri Regan untuk ia gandeng dan menjauh dari jangkauan Marvel. Sedangkan lelaki itu masih betah menatap ibu dan anak itu yang pergi menjauh seakan kesadaran nya belum pulih seratus persen.


" Bu pelan-pelan Regan hampir jatuh " ujar Regan saat dengan terburu-buru Fay menarik tangan kecil itu


Nampak nya Fayza tidak memperdulikan ucapan putranya terlihat dengan ia masih terus menarik tangan bocah kecil itu. Mata Fayza pun sudah mulai berkaca-kaca ia mengidarkan pandangannya kesekeliling mencari keberadaan Kenzo. Pikiran Fayza mulai kalut


Itu karena ponsel Kenzo pun tidak aktif sedari tadi Fay mencoba menghubungi namun hasilnya nihil.


Tanpa berpikir lama. Fayza memutuskan untuk keluar dari gedung tempat acara itu diselenggarakan. Dengan masih menggenggam erat tangan Regan. Pasalnya pikiran Fayza sudah sangat kacau ada rasa takut dan khawatir yang tiba-tiba melanda hatinya. Maka dari itu lebih baik dirinya pulang saja terlebih dahulu. Pikir fayza


Saat ia dan Regan sudah berada diluar gedung tiba-tiba seseorang menghadang langkahnya. Fayza langsung mendongak ingin tahu siapa orang yang dengan berani menginterupsi langkah kakinya. Dan lagi-lagi Fay dibuat membeku kala mendapati Marvel yang sudah berada tepat didepannya dengan tatapan seolah mengintimidasi. Lalu selanjutnya tatapan lelaki itu pindah kearah samping Fayza yakni ke arah Regan.


Namun nampaknya bocah kecil itu masih belum paham apa yang terjadi. Terlihat dengan raut wajahnya yang tenang seakan tidak terjadi apa-apa.


" Ibu kenapa kita berhenti. Kita mau kemana " tanya nya kemudian


" Ayo nak kita pergi " ucap Fayza ingin melangkah kan kaki nya kembali. Namun sial nampak nya Marvel tidak memberinya celah. Pria itu masih tetap menghadang nya


" Fay kenapa Lo ngehindarin gue. Lo gak berniat menjauhi gue sama Regan kan "


" Bu itu suara siapa sepertinya itu bukan suara papa Kenzo " tanya Regan sembari mengguncang tangan Fayza.

__ADS_1


Detik berikutnya tanpa diduga Marvel langsung berlutut dihadapan Regan dan memeluknya erat tak hanya itu Marvel juga menciumi pipi dan kepala anak itu.


" Sayang ini ayah . Aku ini ayah kandung kamu selama ini ayah selalu cari keberadaan kamu. Tapi ternyata baru hari ini ayah dipertemukan lagi sama kamu '' Marvel berucap sembari terus menciumi regan


Melihat itu Fayza menunduk dan menggigit bibirnya kuat. Rasanya ia sangat sesak melihat fenomena itu. Disisi lain Regan yang nampak kaget dengan seseorang yang mengaku sebagai ayahnya masih diam tak bergeming.


Namun pada akhirnya tanpa diduga duga Regan langsung balik memeluk tubuh Marvel. Bukan nya sedih anak itu justru terlihat tersenyum girang sembari terus membalas pelukan Marvel.


" Benarkah kamu ayah aku " Tanya Regan polos


" Tentu nak aku ini ayah kandung kamu "


Fayza hanya melirik kearah dua laki-laki yang masih berpelukan itu. Namun tak lama datanglah Kenzo dari arah gedung dan langsung menghampiri Fayza Regan. Menyadari itu Marvel langsung menatap kearah Kenzo sembari melepaskan pelukan nya dari Regan dan posisinya kembali berdiri. Kedua lelaki itu saling menatap tajam satu sama lain. Sejujurnya Fayza sudah mulai takut jikalau ada sesuatu hal yang tidak diinginkan.


" Ken lebih baik kita pulang aja yah " ajak Fayza akhirnya. Hal itu langsung diangguki oleh kenzo. tak hanya itu ia pun langsung meraih tubuh Regan untuk ia gendong dan satu tangan nya terulur menggandeng tangan Fayza membawanya pergi dari hadapan Marvel yang masih menatap nya tajam.


*****


" Ibu apa benar yang tadi om itu katakan kalau dia ayah kandung aku " pertanyaan Regan memecah keheningan didalam mobil. Mendengar itu Fayza tidak langsung menjawab ia malah melihat kearah Kenzo.


Menyadari itu Kenzo balik menatap Fayza hangat dan tersenyum. Satu tangan Fayza kembali digenggam oleh lelaki itu dan detik berikutnya Kenzo mengangguk satu kali seolah memberikan kode agar dirinya berterus-terang kepada Regan tentang siapa Marvel sebenarnya. Fayza langsung mengehela nafas sepenuh dada dan membuang nya perlahan.


" Iya sayang orang yang tadi mengaku ayah kamu itu sebenarnya ayah kandung kamu" jelas Fayza pada akhirnya. Nampaknya Regan masih tidak percaya dengan jawaban ibunya.


" Tapi Regan harus ingat. Kamu gak boleh mikir apa-apa. Yang penting Regan udah tahu kalau orang tadi itu ayah kamu. Regan juga punya papa jadi mulai saat ini Regan jangan khawatir lagi yah " ucap Fayza memberi pengertian. Dan pada akhirnya senyuman mulai terlihat dari sudut bibir bocah itu.


Kendaraan roda empat milik kenzo memasuki area pusat perbelanjaan. Awalnya Fay pikir mereka akan langsung pulang kerumah. Namun pikirannya salah entah mau apa Kenzo membawanya ketempat ini. Seperti biasanya lelaki itu turun terlebih dahulu untuk membuka kan pintu untuk Regan dan membantu nya keluar dari mobil.


" Ken kita mau ngapain kesini '' tanya Fayza heran.

__ADS_1


" Mau ngajak kamu kesuatu tempat. Kebetulan aku udah janjian sama orang " jawab Kenzo bari tersenyum


****


Setelah menyusuri tiap lantai mall tersebut akhirnya Kenzo berhenti tepat ditempat yang ingin ia tuju. Ternyata itu adalah sebuah toko perhiasan yang fayza sudah kira pasti harganya sangatlah mahal. Dengan lembut Kenzo menarik tangan Fayza dan Regan bersamaan.


" Ken kita mau ngapain disini" Tanya Fayza lagi. Namun Ken tidak menjawab ia hanya tersenyum sebagai jawaban.


" Saya mau ambil pesanan atas nama Kenzo Aditya" ujar kenzo pada salah satu pelayan toko perhiasan itu. Dan tentu saja perkataan kenzo langsung disambut baik olehnya


Tak lama datanglah kembali pelayan tadi sembari membawa dan berikutnya menyerahkan sebuah kotak berbahan beludru berwarna biru tua kepada Kenzo. Setelah urusan bertransaksi selesai Kenzo kembali mengajak ibu dan anak itu untuk masuk kesebuah restoran dan memesan kan beberapa makanan favorit mereka masing-masing.


Setelah itu Kenzo kembali mengeluarkan kotak biru tua tadi dan ia buka. Nampak lah dua buah cincin dengan desain berbeda ukurannya pun berbeda satu besar dan satu kecil. Kenzo mencabut satu cincin dari dalam kotak itu


" Fayza dihari ini aku kembali bertanya sama kamu untuk memastikan lagi apa kamu bersedia menikah Dengan ku. Aku akan sematkan cincin ini Ke jari kamu jika yakin atas jawaban kamu "


Mata Fayza kembali memanas. Rasanya ia terharu oleh apa yang dilakukan Kenzo. Dengan segala kemantapan hati Fayza pun mengarahkan tangan Kenzo dengan maksud untuk segera menyematkan cincin itu Ke jari


Nya.


" Iya Ken aku yakin dan bersedia mau menikah sama kamu " jawab Fayza akhirnya. Saat itu juga Kenzo berhasil menyematkan cincin bertabur berlian itu ke jari Fayza. Kenzo sengaja memesankan khusus cincin itu dengan tanda kalau Fayza benar-benar menerima dengan sepenuh hati. Tentu saja hal itu membuat Kenzo tersenyum bahagia.


Dan detik berikutnya Kenzo juga mencabut satu cincin lagi dengan ukuran yang lebih kecil. Lalu ia arahkan cincin itu ke jari tangan Regan .


" Regan papa kasih cincin ini dengan tanda kalau Regan sudah jadi anak papa seutuhnya. Regan mau pake kan " tanya Kenzo yang langsung diangguki cepat oleh anak laki-laki itu sembari tersenyum


" Iya pa Regan mau " ucapnya dengan tersenyum girang.


Setelah bersenang senang sebentar diarea permainan. Kenzo memutuskan untuk pulang karena terlihat Regan juga sudah kelelahan. Setelah sudah berada didalam mobil Kenzo melajukan kendaraannya dengan perlahan. Itu juga karena jalanan yang mulai macet. Ditengah-tengah kemacetan nya tanpa disengaja mata Fayza menangkap sosok yang sangat ia kenal. Sontak hal itu membuat Fayza membulatkan matanya mulutnya ia tutup dengan satu tangan seakan tidak percaya apa yang ia lihat.

__ADS_1


Bersambung. .


__ADS_2