![Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]](https://asset.asean.biz.id/terjerat-pria-manipulatif---tamat--.webp)
Happy reading ✓
💫💫💫💫💫
Pagi-pagi sekali mobil Kenzo sudah datang dan terparkir didepan rumah Fayza. Mengetahui lelaki itu datang Regan dari dalam buru-buru langsung menghampiri Kenzo guna menyambutnya.
" Hai boy Kamu udah siap " tanya Kenzo pada Regan. Bocah kecil itu langsung mengangguk sembari tersenyum
Ya pagi ini setelah yang sudah disepakati. Kenzo akan mengajak Fayza dan Regan untuk kejakarta demi memenuhi keinginan dokter Melinda yakni ibu kenzo. Sebetulnya Melinda sudah tahu banyak tentang Fayza. Dan sebenarnya juga wanita itu sudah mengetahui soal perasaan putranya terhadap Fayza dari jaman masih kuliah. Kenapa bisa demikian karena Kenzo sering curhat pada ibunya itu.
" Ken Lo udah sarapan belum " tanya Fayza
" Fay mulai sekarang kita rubah yah cara panggilan kita. Gak enak kan kalo didenger sama Regan " ucap Kenzo berbisik. Hal itu langsung disetujui oleh Fayza. Menurutnya ada benarnya yang dikatakan Kenzo. Dirinya bukan anak muda lagi yang seenaknya jikalau memanggil. Pikir fayza
Kenzo Merapikan barang bawaan Fayza dan Regan kedalam bagasi mobilnya. Mereka berniat akan tinggal Sekitar 5 harian. Selain akan bertemu dengan mamah Melinda. Kenzo juga sudah merencanakan akan mengajak Regan jalan-jalan sampai puas. Karena Kenzo tahu kalau selama ini Fayza tidak pernah mengajak bocah kecil itu kemanapun.
Mengingat Fay juga yang memang tidak sempat karena ia sering menghabiskan waktunya untuk mengelola cafe. Sekalinya mengajak jalan-jalan Regan paling jauh hanya ke alun-alun dekat dengan lokasi cafe nya. Akan tetapi hal itu sama sekali tidak dipermasalahkan oleh Regan. Karena bocah itu memang anak yang sangat pengertian terhadap kondisi ibunya.
Tak lama. Mobil Kenzo pun mulai melaju meninggalkan kota Surabaya. Dengan Fayza yang duduk disamping Kenzo dan Regan yang duduk dibangku penumpang belakang. Terlihat jelas rona kebahagiaan yang terpancar dari wajah Regan. Seakan ia sudah tak sabar untuk segera sampai di ibukota.
Namun tidak dengan Fayza. Sejujurnya sedari tadi ia merasa gelisah. Entah sebab apa yang membuat nya demikian. Menyadari itu Kenzo langsung menggenggam satu tangan Fay bermaksud memberi ketenangan. Agak nya Lelaki itu tahu betul apa yang sedang Fay rasakan.
💫💫💫💫
Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang akhirnya ketiganya sampai juga di ibukota. Tepat nya dihalaman rumah Kenzo yang Melinda tempati. Kenzo, Fay dan juga Regan berjalan menuju pintu utama. Fayza langsung menggenggam tangan Kenzo erat. Seakan memberi sinyal bahwa dirinya saat ini merasa sangat gugup.
Menyadari itu Kenzo tersenyum dan balik menggenggam tangan Fayza tak hanya itu lelaki itu pun mencium tangan Fay dengan maksud memberikan rasa hangat agar tidak terlaku tegang.
Saat sudah didalam. Fay memutuskan untuk menunggu diruang tamu. Begitu mewah dan megah terdapat banyak sekali perabotan mahal yang menghiasi rumah itu. Sedangkan kenzo masuk sendirian guna mendatangi ibunya sekaligus memberi tahu kalau dirinya sudah sampai.
__ADS_1
" Regan nanti harus yang sopan yah ketemu ibunya papa kenzo " ujar Fayza yang duduk disamping putranya
" Iya Bu " jawabnya
Tak lama munculah Melinda dari arah dalam dengan Kenzo berada dibelakangnya. Melihat itu Fayza langsung bangkit dan menyalami sekaligus mencium punggung tangan wanita paruh baya itu. Hal itu langsung disambut dengan senyuman hangat milik Melinda.
Wanita itu langsung meraih tubuh Fay dan memeluk nya erat. Fay terpaku entah kenapa ia merasa sangat nyaman dipeluk dengan seorang wanita. Mungkin jika ibunya masih hidup usianya sama dengan usia ibu kenzo.
Tentu saja hal itu membuat Fay berkaca-kaca bagaimana tidak ia merasa sudah sangat lama tidak merasakan pelukan dari seorang ibu. Saat dirinya masih punya mertua boro-boro dipeluk hanya sekedar memberikan perhatian pun Fay tidak dapatkan.
" Apa kabarmu Fayza. Sudah sangat lama kita tidak bertemu yah " ucap Melinda sesudah melepaskan pelukannya
" Aku baik. Kabar ibu dokter sendiri bagaimana. Iya kita sudah sangat lama gak pernah ketemu" balas Fay tersenyum ramah
" Mulai sekarang panggil mamah aja yah. Jangan panggil ibu dokter . Sebentar lagi kan kamu akan jadi menantu mamah. Benar begitu Ken " seloroh Melinda. Kenzo hanya mengedipkan mata tanda mengiyakan. Sementara Fayza hanya mengulum senyum
" Wah ini siapa ganteng sekali kamu nak " ucap Melinda menghampiri Regan yang sedari tadi terduduk manis. Wanita itu langsung mendaratkan bokong nya ikut duduk disamping Regan
" Tentu boleh dong sayang. Kamu mulai sekarang panggil saya nenek yah " jawab Melinda tersenyum manis
" Yees Regan seneng deh akhirnya Regan punya nenek " jawabnya polos sembari tersenyum menampilkan gigi kecilnya. Seketika itu juga Melinda mendekat kearah Regan dan mencium gemas pipi anak laki-laki itu
" Ken sebaiknya jangan lama-lama lebih baik harus disegerakan. Mamah gak sabar pengen punya cucu lagi " ucap Melinda sekalian menggoda anaknya
" Mamah ini bagaimana sih. Kenzo nikah aja belum udah ngarepin cucu " jawab Kenzo mendengus lalu kemudian tersenyum. Sedangkan Fayza langsung menunduk tersenyum malu.
" Iya maka dari itu cepetan jangan lama-lama. Biar Regan punya adik " ucap nya lagi
" Ya nanti aku bikinin adik buat Regan yang banyak dua belas bila perlu " jawab kenzo sekenanya.
__ADS_1
Selesai makan malam. Melinda menyuruh Fay dan Regan untuk segera istirahat takut jikalau kedua nya merasa lelah. Ya Melinda meminta agar ibu dan anak itu tinggal dirumahnya saja. Mengingat dirumah itu juga banyak kamar kosong. Padahal kalau dilihat-lihat kamar tamu yang ada dirumah Melinda tidak beda jauh dengan kamar hotel sama-sama mewah.
Fayza tidak bisa tidur malam itu. Ia melirik kearah Regan. Terlihat bocah itu sudah sangat lelap mungkin karena sehabis perjalanan jauh jadi ia lelah sehingga cepat sekali tertidur. Setelah membenarkan posisi selimut Regan. Fay turun dari ranjang dan keluar kamar secara perlahan. Niat nya ia ingin kedapur mengambil air karena memang tenggorokan nya terasa kering.
Rumah Kenzo sangatlah besar. Sampai-sampai Fayza kesulitan menemukan dapur. Namun yang ada justru dirinya malah masuk keruangan yang menghubungkan langsung kearea kolam renang. Disana Fayza melihat Kenzo yang sedang duduk sembari menggapit rokok diantara selah jarinya. dengan kedua kaki yang ia celupkan kedalam kolam tersebut. Fayza memutuskan untuk menghampiri lelaki itu
Menyadari Fayza datang. Kenzo langsung tersenyum kearahnya dan dibalas senyum juga oleh wanita itu. Seketika Kenzo langsung mematikan rokoknya dengan cara ia tekan kelantai dan ia buang kesembarang arah. Lalu ia bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Fayza.
" Kenapa ko kamu belum tidur " tanya Kenzo
'' gak tau malam ini aku susah banget tidur " jawabnya singkat
" Duduk yuk " ajak Kenzo menarik satu tangan Fay untuk ia tuntun kesebuah kursi santai yang memang dikhususkan untuk area kolam renang. Fayza hanya menurut
Kedua nya kini sudah duduk berdampingan. Menatap air kolam yang nampak tenang ditambah dengan terang dari sinar rembulan yang seakan memantulkan cahayanya mengenai permukaan air kolam tersebut. Begitu sunyi dan sepi hanya ada sedikit hembusan angin dan suara jangkrik yang menambah kesan syahdu meliputi kedua insan yang masih duduk terdiam.
" Kalo dipikir-pikir dulu aku pengecut banget yah " ucap Kenzo memecah keheningan malam. Tatapannya masih terus mengarah kedepan
" Kenapa memangnya" tanya Fayza melirik kearah samping wajah tampan lelaki itu.
" Ya dari jaman kuliah aku tuh udah suka sama kamu. Tapi gak mau berjuang lebih. malah yang ada aku ngebiarin pasrah kamu dideketin cowok lain. Padahal aku tahu hal itu bikin hati aku sakit benar-benar pecundang " ucapnya sembari terkekeh. Fay tersenyum simpul mendengar ungkapan Kenzo barusan. Satu tangannya meraih tangan lelaki itu dan menggenggam nya erat
" Lebih baik kita gak usah membahas yang dulu-dulu lagi yah. Toh semua nya juga udah lewat " ujar Fayza tersenyum lembut. Kenzo pun balik tersenyum menatap lekat kearah Fayza.
Mata keduanya saling menyelami satu sama lain. Sehingga tanpa sadar jarak diantara mereka semakin mengikis. Dengan cepat Kenzo meraih tengkuk Fayza lembut sehingga kedua bibir mereka menyatu menciptakan sebuah ciuman yang begitu menggelora. Awalnya Fayza kaget Namun Kenzo tetap memainkan ciuman mereka dengan sangat lembut. Sehingga membuat Fay rileks tidak tegang Seperti tadi.
Cukup lama keduanya berciuman. Saling bertukar Saliva dan saling Melu mat dengan lembut. Tanpa sadar tangan Fayza sudah ia kalungkan dileher Kenzo. Itu membuat tidak ada jarak lagi diantara mereka apa lagi dengan posisi mereka yang sudah berubah menjadi duduk saling berhadapan.
Ciuman mereka semakin lama nampak semakin panas dan intens. Nafas keduanya menderu bahkan suara-suara manja sudah terdengar pelan keluar dari mulut Fayza. Keduanya terlena oleh permainan bibir yang sedari tadi tidak kunjung terlepas seakan tidak rela jikalau bibir mereka dipisahkan. Ditengah-tengah aksi ciuman panas mereka tiba-tiba saja.
__ADS_1
Bersambung. .