Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]

Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]
Bab. 21


__ADS_3

Happy reading ✓


💫💫💫💫💫


Seharian penuh Fayza berada dalam kamarnya. Dikarenakan tidak enak badan maka dari itu ia memutuskan untuk bolos kuliah dan hanya beristirahat rebahan diatas ranjang.


Ia baru menyadari ada rasa perih yang sedari tadi mengganggunya. Dan Fay baru tersadar bahwasanya terdapat luka gores akibat perbuatannya sendiri


Fay mulai bangkit ia menyingkap kaos lengan panjang nya sebatas siku. Dan ia meraih kotak P3K yang tersedia dikamar Marvel.


Saat ia ingin meraih sebuah salep. Fayza dibuat kaget akibat kedatangan Marvel yang tiba-tiba muncul masuk kedalam kamar. Fayza pun langsung membuang salep tersebut dan segera menghampiri Marvel.


Mata Marvel melihat luka sayatan yang ada di lengan Fayza. Terpampang Sangat jelas karena lengan baju Fayza yang sudah tersingkap sampai kesiku


" Tangan Lo kenapa ? Oh cuma lecet doang " ucap Marvel menebak nebak


Fayza buru-buru langsung menurunkan kembali lengan baju nya. Dengan maksud menutupi luka nya.


" Lo bisa turun kan sekarang. Kasian mama gak ada yang bantuin masak. Bentar lagi papa Dateng. Gue minta sama Lo ya Fay bersikap lah dengan baik didepan orang tua gue. Setidaknya itu bisa buat menebus kesalahan gue yang udah bikin Mama papa sedih, " ujar Marvel


Fayza tidak menjawab apapun yang Marvel katakan. Gadis itu seperti kehabisan kekuatan untuk meladeni sikap suami nya. Karena mau bagaimana pun fay meras akan dibuat tidak bisa berkutik dihadapan lelaki itu.


Maka dari itu Fay memilih untuk turun terlebih dahulu dan menghampiri Maria yang berada didalam dapur.


" Ma mau Fayza bantu " tanya fay kepada Maria. Wanita itu hany melirik sekilas kearah Fay


" Gak usah Fay kamu istirahat aja yah. Nanti kamu kecapean terus pingsan lagi. nanti apa kata dokter Yandi. Dikira nanti saya atau anak saya bikin kamu cape terus stres. Begitu yah kalo anak gadis tidak dididik dengan benar oleh keluarga nya. mental nya pasti jadi mental tahu lembek. Baru gitu aja udah sakit lah stres lah. Gimana kamu jadi wanita karir kaya Briana Fay yang harus menghandle perusahaan apa gak langsung muntah darah kamu "


Seloroh Maria dengan senyuman nya dan tanpa melihat kearah Fay.


Mendengar semua perkataan mertua nya Fay menggigit bibir bawahnya dengan kuat. Lagi-lagi hati nya merasa sesak. Seketika Fay merasakan perutnya kembali kram. Tanpa mengeluarkan suara Fay meremas kuat perut nya dengan maksud menyamarkan rasa sakit.


Seperti biasanya saat ini anggota Lazarus sedang makan malam bersama dengan adanya Anton. Pria paruh baya itu nampak sudah pulang dari perjalanan bisnisnya keluar negeri. Mereka semua nampak makan dengan santai sesekali diselingi obrolan yang menjurus ke candaan. Namun tidak dengan Fayza lagi-lagi keluarga itu menganggap dirinya tidak ada diantara mereka.

__ADS_1


Mereka seakan menganggap Fay hanyalah seonggok lap tangan yang tergeletak begitu saja. Hal itu yang membuat nafsu makan Fayza menurun. Gadis itu sama sekali tidak selera makan. Bukan karena hidangan makanan nya yang tidak enak. Itu karena sikap dingin mereka semua terhadap Fayza.


****


Kali ini Fayza dan marvel sedang berada didalam kamar. Mereka berdua memutuskan untuk segera naik menuju kamar. setelah menghabiskan makan malam. Fayza sedari tadi hanya diam duduk ditepi ranjang. Sedangkan Marvel rebahan sembari memainkan ponselnya


Fayza melirik sekilas kearah Marvel. Sebenarnya ia ingin mengatakan sesuatu hal kepada suami nya. Dengan sedikit keberanian Fay menggeser duduknya agar mendekat kearah Marvel.


" V-vel "


" Hmm "


" Gue mau ngomong sama Lo "


" Apaan cepet gue mau tidur "


" Kita pindah aja yuk. Maksud gue kita gak usah tinggal disini "


" Gak salah dengar gue " ujar Marvel


" Gak vel. Gue pengen pindah dari sini. Gue gak betah ''


" Kenapa. Lo jangan nyari gara-gara Fayza. Masalah lo yang kemarin aja belum kelar. Lo malah mau bikin orang tua gue sedih lagi hah "


" Gue gak betah vel disini. Gue udah gak tahan denger mama Lo yang terus nyindir gue dan suka ngungkit-ngungkit keluarga gue. Padahal keluarga gue gak salah apa-apa tapi selalu aja disindir sindir "


Fayza meluapkan unek-unek nya kepada Marvel. Air mata nya sudah mengucur sedari tadi. Disisi lain Marvel yang mendengar perkataan Fayza seketika langsung mengatupkan rahang nya dan menatap tajam Fayza.


" Dari awal Lo emang gak suka sama ibu gue Fay. Gue tau Lo kesel kan sama mama gara-gara suka disuruh cuci piring Lo kesel kan suka disuruh bantuin mama masak. maksud mama baik Fay. Dia ngajarin Lo supaya kedepannya Lo tuh berguna buat anak Lo nanti. Gak lemah dan payah kaya Lo sekarang ''


Marvel berbicara dengan nada pelan namun tajam . Pandangan matanya juga terus menatap Fayza lekat


" Terserah Lo mau berpikir tentang gue apa vel. Intinya gue besok pengen pindah dari sini " ucap Fay kekeh

__ADS_1


" Lo keras kepala banget sialan " umpat Marvel yang sudah mulai geram


" Gue tertekan selama ada disini Marvel. Lo tau gak luka gue ini kenapa. Gue di diagnosa kena self farm vel. Saat gue merasa tertekan gue akan menyakiti diri sendiri. Selama gue disini gue merasa sangat tertekan gue udah gak tahan Marvel " Fayza berteriak histeris mengungkapkan fakta yang ia alami kepada Marvel


" Please vel gue mohon Lo ngertiin kondisi gue sekali aja " ucap Fayza lagi


*****


Pagi-pagi sekali Fayza mulai mengenai barang barangnya. Ia memasukan kembali semua baju nya kedalam koper. Sedangkan Marvel masih tertidur dengan pulas. Fay masih sibuk berkemas dengan terburu-buru. Mendengar suara agak gaduh lelaki yang tengah asik bermimpi harus terbangun ia duduk dan mengucek kedua matanya.


Ia langsung melihat Fayza yang tengah sibuk berkutat dengan baju bajunya.


Melihat itu Marvel berdecak kesal.


" Oke gue akan tinggal sama Lo di apartemen gue. Tapi inget Lo jangan pernah ngelarang apapun yang gue lakukan ngerti ? "


Kegiatan Fay mendadak terhenti manakala mendengar penawaran yang dilontarkan oleh Marvel. Sejujurnya Fay sudah tidak perduli lagi dengan apa yang akan Marvel lakukan yang terpenting dirinya bisa keluar dari rumah ini.


Setelah dirasa sudah siap. Fay dan Marvel pun turun dengan membawa dua koper. Mereka berdua menghampiri mama dan papa. Disana ada Anton yang sedang minum kopi sambil baca koran. Dan Maria yang sedang merapikan setangkai bunga didalam pot.


Menyadari kedatangan Marvel dan Fayza. Maria menghentikan kegiatannya. Ia menatap pasangan suami-istri itu dengan raut wajah bingung. Pandangan nya pun beralih kepada dua koper yang berada tak jauh darinya.


" Loh kalian mau pada kemana pagi-pagi begini " tanya Maria


" Ma pa. Sebelum nya aku minta maaf. Setelah marvel pikir-pikir kayanya Marvel mau tinggal di apartemen aja deh ma sama Fayza. Biar belajar mandiri ma gapapa kan ma " ujar Marvel menjelaskan


" Mama khawatir vel kalo kamu disana nanti gak ada yang ngurusin kamu. Gak ada yang merhatiin makanan nya " ucap Maria dengan nada keberatan


" Ini pasti permintaan istri kamu kan. Mau-mau nya kamu disetir sama perempuan. Tapi kalo itu memang keinginan nya ya sudah pergi saja sana " kali ini Anton yang bersuara. Dengan tetap membaca koran


Setelah sedikit alot Maria melepaskan Marvel untuk memutuskan mau menetap di apartemen. Pada akhirnya kedua pasangan suami-istri itu pun bisa keluar juga dari rumah mewah milik Lazarus family.


Bersambung. .

__ADS_1


__ADS_2