![Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]](https://asset.asean.biz.id/terjerat-pria-manipulatif---tamat--.webp)
Happy reading ✓
💫💫💫💫💫
Fayza bersandar di papan ranjang yang ia tiduri didalam ruangan nya. Disamping nya ada Kenzo yang menemani nya duduk. Tak hanya itu Kenzo memberi tahu Fayza kalau hari ini ia diperbolehkan pulang.
Tentu saja hal itu membuat dirinya senang. Namun tidak dengan Kenzo lelaki itu menunjukan raut wajah khawatir. Ia berfikiran takut kalau sampe kejadian serupa menimpa nya kembali. Menyadari itu Fay tersenyum simpul dan satu tangan nya menggenggam satu tangan Kenzo
" Udah Lo tenang aja. Gue gak akan ngelakuin hal seperti itu lagi. Gue janji "
Mendengar itu Kenzo tersenyum dan satu tangannya dengan gemas mengusap pucuk kepala Fayza.
" Ekhem " suara dengan Bariton berat sengaja menginterupsi kegiatan Fay dan Kenzo. Kedua orang itu melihat kearah orang yang berdehem tadi
Mata Fayza langsung ia buang kesembarang arah. Dengan maksud dirinya seakan tidak Sudi melihat kearah Marvel. Ia lelaki yang tadi berdehem adalah marvel ia datang bersama dengan Karel
" Fay gimana keadaan lo " tanya Marvel langkah nya mendekat kearah ranjang Fayza
" Gue mohon Lo tetap berhenti disitu " ujar Fayza tanpa menatap Marvel
" Tapi Fay gue kesini mau minta maaf sama Lo. Please kasih kesempatan gue untuk bicara "
" Gue gak mau dengerin bualan Lo lagi brengsek pergi dari sini " usir Fayza
" Lo denger sendiri kan. Jadi tunggu apa lagi pergi Lo dari sini '' ucap kenzo menimpali
" Gue gak akan pergi dari sini Fay. Sebelum Lo maafin gue "
" Udah vel. Mending kita pergi dulu biar situasi tenang dulu " kata Karel sembari menyeret tangan Marvel untuk dibawa keluar dari ruangan Fayza.
Setelah berada diluar. Marvel langsung menatap tajam Karel . Seakan menuntut kenapa ia lakukan hal itu.
Karel langsung menghela nafas panjang dan membuang nya perlahan
" Vel untuk saat ini Lo harus bisa kendalikan diri Lo. Wajar dong kalo Fay masih belum terima. Mengingat perlakuan Lo yang udah keterlaluan sama dia. Pelan-pelan Lo harus deketin dia lagi dengan cara yang berbeda yang terdapat cinta dan kasih sayang disana "
__ADS_1
Marvel terdiam. Ia masih mencerna maksud dari omongan sahabat nya.
******
Fayza saat ini sudah diperbolehkan pulang. Ia berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju parkiran mobil milik kenzo. Lelaki itu akan mengantarkan Fay pulang kerumah nya awalanya Kenzo menawari Fay untuk tinggal di apartemen milik teman nya yang kosong. Karna ia takut kalau Fay tinggal dirumahnya pasti Marvel akan datang kembali untuk menemui Fayza
Walaupun kalau dipikir-pikir hal itu tidak melanggar aturan. Karena bagaimanapun Marvel adalah suami sah dari Fay. Tetapi kembali lagi mengingat tabiat buruk Marvel hal itu yang jadi acuan Kenzo selalu berpikir dan merasa cemas
Namun lagi-lagi Fay mencoba memberi pengertian kepada Kenzo. Kalau dirinya bisa jaga diri dari Marvel. Tapi dengan catatan Kenzo akan sering-sering mengecek keadaan Fayza. Karena bagaimanapun perut gadis itu sudah terlihat membesar.
****
Sesampai nya di rumah Fay langsung duduk disofa ruang tamu dengan Kenzo. Lelaki itu kembali menawari Fay untuk tinggal di apartemen teman nya saja yang memang kosong tidak ditempati. Namun lagi-lagi tawarannya kembali ditolak oleh gadis itu. Fay bersikeras akan tetap bertahan dirumahnya saja.
" Apa perlu Fay gue cariin ART buat nemenin Lo sekalian urusin kebutuhan Lo " tawar Kenzo
" Lo berlebihan banget sih Ken. Rumah reot dan sempit begini mau pake jasa ART segala. gak usah ah percaya gue bisa sendiri " jelas Fayza sembari tersenyum geli dengan ide Kenzo
" Ken kaya nya gue bulan depan mau ngajuin cuti kuliah deh. Perut gue udah keliatan gede " ujar Fayza
Waktu sudah semakin sore dan sepertinya cuaca diluar juga mulai menggelap, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan
" Fay gue balik yah. Mau ujan gak enak kalo kemalaman disini nanti ada tetangga Lo pada gosip lagi "
Detik itu juga. Kenzo langsung bangkit dari duduknya dan keluar dari rumah itu. Fayza pun ikut mengantar lelaki itu kedepan dan menaiki mobilnya tak lama kendaraan roda empat tersebut melaju perlahan dan menghilang dari pandangan.
Rintik hujan sudah turun dan terlihat membasahi tanah. Fay langsung bergegas masuk kembali kedalam rumah dan menutup pintu
Baru saja dirinya berniat akan masuk kedalam kamarnya. Namun hal itu terhenti manakala diluar samar-samar dikarenakan terhalau oleh suara hujan yang semakin deras. seperti ada suara ketukan pintu yang berasal dari arah pintu utama.
Untuk lebih memastikan lagi Fayza menajamkan pendengarannya. Sembari berjalan mendekati arah pintu . Benar saja memang ada yang mengetuk pintu rumahnya. Fay berfikir itu Kenzo yang balik lagi mungkin ada sesuatu hal yang terlupakan. Tak menunggu lama segera Fay membukakan pintu
" Apa lagi Ken ada yang keting-"
Fay menjeda ucapannya manakala terkejut melihat seseorang yang sudah berdiri diambang pintu rumahnya.
__ADS_1
Ya orang itu adalah Marvel. Menyadari itu Fay berniat akan segera menutup kembali pintu tersebut. Namun hal itu langsung ditahan oleh Marvel
Lelaki itu memasang wajah sendu. Seakan menyiratkan permohonan maaf yang begitu dalam dari lubuk hatinya. Tak hanya itu Bajunya pun terlihat sudah basah kuyup
" Fay aku mohon maafin aku. Aku nyesel Fay udah banyak nyakitin kamu
Aku janji aku kan berubah. Please Fay kasih aku kesempatan satu kali lagi "
" Lebih baik Lo pergi " usir Fay
" Aku akan pergi. Asal kamu mau memaafkan aku. Aku tau kesalahan aku besar banget sama kamu. tapi aku janji Fay aku mau berubah. Kasih aku kesempatan lagi "
Tanpa mengatakan apapun Fayza langsung menutup pintu rumahnya. Seakan ia tidak perduli dengan segala ucapan Marvel. Suara petir terus menyambar nyambar hujan pun semakin deras diluar sana. Tanpa mau memikirkan apapun Fay langsung masuk kedalam kamar.
Gadis itu nampak tidak tenang berada didalam kamarnya. Tidak tahu kenapa ia memikirkan Marvel yang basah kehujanan. Fay pun bangkit dari tidurnya ia akan mencoba mengintip melalui kaca jendela yang ada dikamar melalui celah gorden
Benar saja. Ternyata Marvel masih berada diluar rumah berdiri seperti patung selamat datang. Entah apa maksudnya bahkan lelaki itu sampai rela hujan-hujanan. Fay bisa melihat tubuh Marvel yang bergetar seperti nya Lelaki itu menggigil kedinginan.
Fay kembali menutup gorden kamarnya. Ia memutuskan untuk masabodo dengan segala tingkah laku yang Marvel lakukan. Ia akan mengetes seberapa kuat lelaki itu akan berdiri disitu dengan melawan derasnya air hujan. Fay kembali lagi berbaring di atas ranjang dan tanpa sadar ia ketiduran dengan lelap entah karena terbawa suasana. Biasanya disaat hujan seperti ini akan terasa nyaman untuk tidur
*****
Ditengah malam Fay terbangun. Ia langsung melihat jam ternyata sudah menunjukkan pukul dua belas malam . Tenggorokan nya terasa kering ia butuh air. Namun air didalam botol yang sengaja ia taro diatas nakas samping ranjang habis. Jadi mau tidak mau ia berjalan menuju dapur guna mengisi air kedalam botol
Namun Fay teringat kala tadi sore saat hujan turun. Marvel yang berdiri didepan rumah entah kenapa Fay jadi penasaran apakah Lelaki itu masih ada ataukah sudah pergi.
Dengan perlahan Fay menyibak sedikit gorden guna mengintip situasi diluar sana. Begitu gelap dan sepi. Akan tetapi sorot matanya menangkap tubuh seseorang yang sedang duduk meringkuk ditempat yang sama.
Fayza sontak langsung menutup mulutnya dengan satu tangan. Ia tidak percaya dengan apa yang lelaki itu lakukan. Kenapa ia melakukan hal seperti itu tindakan itu sama sekali tidak mencerminkan bahwa itu adalah Marvel .
Fayza reflek menggigit bibirnya kuat. Sebagai wanita baik. Tentu saja ada rasa tidak tega bagaimana mungkin Marvel rela berdiam diri didepan rumahnya. Dari sore Sampai malam hari. Tentu saja dirinya pasti kedinginan apa lagi ia sempat basah kuyup ditambah betapa dingin nya terkena angin malam yang begitu ganas
Fayza nampak bimbang dengan pikirannya. Apakah ia akan menyuruh Marvel masuk atau ia memilih untuk membiarkan saja lelaki itu tetap diluar. Toh anggap saja hal itu sebagai pembalasan untuknya yang sudah sering kali menyakiti Fayza
Bersambung. .
__ADS_1