Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]

Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]
Bab. 25


__ADS_3

Happy reading ✓


💫💫💫💫💫


Terlihat raut wajah sendu dari dokter itu. Dengan menghela nafas sepenuh dada lalu membuangnya. Dokter itu menatap kepada empat orang dihadapan nya dengan raut wajah yang masih terlihat sendu dokter itu dengan tenang mengatakan kalau Fayza telah berhasil untuk diselamatkan.


Sontak hal itu membuat ke empat orang didepannya menghela nafas lega. Dokter itu langsung mengulas senyum


" Bayi nya bagaimana dok " Kenzo bertanya


" Bayi nya selamat "


Lagi-lagi penjelasan dokter membuat orang-orang didepannya kembali bernafas lega.


*


*


💫💫💫💫


Disisi lain Marvel masih berada didalam apartemen nya. Namun tak lama terdengar seseorang membuka pintu unit tersebut tak lama munculah Diona yang datang dengan wajah kusut dan sembab menandakan wanita itu habis menangis.


Diona langsung memilih duduk disebelah Marvel. Terdengar isakan lembut yang keluar dari mulut wanita cantik itu. Jelas saja hal itu membuat Marvel menautkan alis nya bingung.


'' Lo kenapa Na " tanya Marvel sambil mengelus kepala gadis itu


" Vel ada sesuatu yang harus gue omongin " jelas Diona pandangan nya menunduk


" Ngomong aja na ada apaan "


" Tapi Lo janji ya vel jangan marah " peringat Diona. Mendengar itu Marvel berdecak kesal. Menatap malas kearah wanita disamping nya


" Ck gak usah bertele-tele Lo mau ngomong apaan buruan " tegas Marvel


" Vel gue hamil " ucap Diona dengan masih menunduk


" Hamil sama siapa Lo " tanya Marvel dengan satu alis yang ia angkat keatas

__ADS_1


" Hamil anak Lo lah vel sama siapa lagi " jawab Diona. Nada suara nya terdengar mulai meninggi


Mendengar kalimat yang dituduhkan oleh Diona. Marvel seketika bangkit dari duduk nya dan berbalik menghadap wanita yang mengaku hamil olehnya. Lelaki itu menatap tajam kearah Diona.


" Gue lagi gak pengen bercanda na " tegas Marvel


" Ko Lo gitu sih vel. Gue emang lagi hamil sekarang. dan gue hamil anak Lo vel "


" Cukup bangsat. Tutup mulut Lo, sekarang Lo jawab dengan jujur anak siapa yang ada diperut Lo apa gue sendiri yang akan cari orang nya hah "


Mendengar ucapan Marvel air mata Diona mengalir dengan deras dengan diiringi suara Isak tangis yang begitu pilu.


" Tega Lo vel ngomong begitu. Lo mau enak nya aja. Sekarang apa Lo malah kaya pecundang yang lepas tangan gitu aja "


" Oh yah sejak kapan Lo berani main gila dibelakang gue. Gue masih bisa berkompromi saat ini Diona. Lebih baik Lo bilang sekarang siapa cowok yang udah ngehamilin Lo. Karena Lo tau kan na kalo gue gak pernah buang benih gue kedalam ******** Lo. Gue selalu buang diluar. Jadi gak mungkin Lo hamil sama gue. Lebih baik Lo ngaku siapa orang nya "


ucap Marvel yang masih tetap dengan posisi berdiri menghadap Diona. Sedangkan wanita itu hanya bisa menangis sesenggukan terduduk dan tatapan wajah nya mendongak kearah Marvel


Tak tahan dengan perkataan Marvel. Wanita cantik itu memutuskan untuk pergi meninggalkan apartemen Marvel dengan masih berderai air mata.


Tak lama sepeninggalnya Diona. Unit milik Marvel kembali ada yang membuka. Dengan cepat marvel menoleh kearah seseorang yang baru saja tiba. Ternyata itu Karel


" Vel "


" Hem "


" Lo cinta gak sih sebenarnya sama Fayza ? "


" Gak tau gue juga bingung, gue gak ngerti apa gue cinta atau tidak dengan perempuan itu "


" Vel Fayza perempuan baik. Kalo emang Lo gak cinta jangan mainin dia. Lo harus lepasin. Setidaknya demi anak yang ada dikandungan nya "


" Suatu saat Lo bakal nyesel apa yang udah Lo lakuin sama Fayza. Dan inget jangan nangis atau berharap Fay kembali sama Lo lagi. Lo pernah denger gak Ada istilah kata. Jangan pernah membuat pasangan mu menangis. Karna nanti kamu yang akan menyesal jika ada seseorang yang mengusap air mata nya "


Marvel tetap diam. Tak ada bantahan atau ucapan mengiyakan yang terlontar dari mulutnya. Seperti seseorang yang sedang hanyut dalam pikirannya sendiri.


" Fayza sekarang lagi dirumah sakit vel. Dia baru aja ngelewatin masa kritis nya "

__ADS_1


Karel bangkit dari keterdudukan nya. Sebelum ia beranjak pergi. Lelaki itu menyempatkan menepuk pundak Marvel yang masih juga diam. Setelah itu ia langsung pergi dari tempat itu.


Melihat sahabatnya pergi begitu saja. Marvel berdecak kesal ia seakan tidak perduli dengan semua ucapan yang barusan sahabatnya katakan.


💫💫💫💫


Pagi hari Marvel nampak baru bangun dari tidurnya ia mengucek kedua netranya. Satu tangan nya terulur meraih benda pipih sejuta umat miliknya dan menggulir gulirkan. Seketika rahang lelaki itu mangatup kuat saat membaca satu pesan yang masuk.


Lelaki itu nampak berfikir sejenak. Ia harus melakukan sesuatu agar tidak ada yang berani mengendalikan dirinya. Karena ia tidak akan Sudi seseorang mencoba menyetir kehidupannya. Hanya ada satu orang yang boleh mengendalikan yaitu Anton.


Tak berselang lama jari tangan Marvel mendial nomor seseorang diseberang sana. Begitu ada suara tanggapan pemuda itu langsung menempelkan smartphone miliknya ke Indra pendengaran


" lakuin tugas Lo. Gue mau hari ini Lo harus dapet informasi apapun . Bayaran Lo nyusul setelah tugas Lo selesai " ucap Marvel pada seseorang diseberang sana, dan saat itu Marvel segera memutuskan sambungan telpon nya


Marvel baru keluar dari dalam kamar mandi. Dirinya akan ke kampus siang ini, lelaki itu sangat terlihat tampan dengan mengenakan celana jeans panjang dengan kaos hitam oversize dan balutan jaket denim yang membungkus tubuhnya. Rambut nya yang basah ia sugar kebelakang hanya menggunakan jari-jari tangannya. Hal itu justru menjadi nilai plus untuk pesona seorang Marvel


Dirasa sudah selesai. Pemuda itu langsung keluar dari unit apartemen dan menuju basemen dimana tempat mobil mewah nya terparkir. Dengan perlahan Marvel mengemudikan kendaraan roda empatnya. Setelah ia melintasi jalanan kearah rumah Fayza. Entah kenapa membuat lelaki itu sekelibat memikirkan istri nya


Sejujurnya lebih tepat nya sesaat setelah karel berbicara dengan nya mengenai Fayza yang bilang saat ini berada dirumah sakit dan baru saja melewati masa kritis. Apa lagi ucapan karel yang memberikan kata-kata istilah. Benarkah dirinya akan menyesal jikalau suatu saat ada seseorang yang mengusap air mata Fayza.


Lagi-lagi Marvel hanya berdecak kesal dan langsung mengemudikan mobil nya dengan cepat menuju kampus.


*****


Marvel keluar dari gedung fakultasnya. Ia berjalan santai sesekali senyum ramah ia lemparkan kepada siapa saja yang lewat berpapasan dengannya. Langkah lelaki itu berhenti kala mendengar ponsel nya berdering.


Ia langsung meraih dan ia tempelkan ke telinga.


" Iya bilang sekarang " ujar Marvel


" vel Lo pasti bakal berterimakasih sama gue. Diona beneran hamil Lo pasti kaget siapa yang hamilin dia " ucap seseorang diseberang sana


" Ck gue gak suka bertele-tele. Kalo gak gini aja Lo samperin gue dicafe yang biasa " usul Marvel


" Ok bro gue otw " jawab seseorang itu


Segera Marvel mengakhiri obrolannya dan memasukan kembali ponsel nya kedalam saku celana. Tak berselang lama mobil Marvel melaju menuju cafe yang ia janjikan untuk bertemu dengan seseorang.

__ADS_1


Bersambung. .


__ADS_2