Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]

Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]
Bab. 42


__ADS_3

Happy reading ✓


💫💫💫💫💫


Marvel sangat sibuk dengan skripsi nya. Hal itu tentu membuat nya jarang sekali keluar rumah atau berkumpul dengan teman-temannya. Hal itu juga diperkuat dengan aturan Anton yang memerintah kan Marvel agar tidak keluyuran dulu agar fokus dengan kerjaan nya.


Mata Marvel bertemu dengan mata Briana Kaka perempuan nya saat dirinya sama-sama keluar dari kamar. Marvel menaikan satu alisnya dan mendekat kearah wanita itu. Marvel terus menelisik kearah Briana dengan seksama dan tersenyum miring.


" Ngapain Lo senyam-senyum " tanya Bri gugup


" Udah lah ka Lo ngaku aja. Saat ini Lo lagi hamil kan " ucap Marvel dengan mengeluarkan kekehan kecil


" Dari mana Lo tahu. Gak usah ngarang Lo " sewot Briana terhadap adiknya yang menurut nya sangat kepo itu


" Biarpun gue cowok. Tapi gue tau raut wajah cewek yang lagi hamil itu gimana. Dan gue liat raut wajah itu sama diri Lo ka. " Jelas Marvel. Tentu saja ucapan barusan membuat Briana bungkam dan seketika menelan saliva nya susah payah.


" Mumpung baru gue yang tahu. Tinggal Lo pilih aja Lo mau lanjutin atau mau Lo ilangin " saran Marvel yang langsung kemudian pergi dari hadapan Kaka perempuan nya. Entah kenapa wanita itu mendadak takut mengingat akan kemarahan Anton.


****


Tubuh Briana langsung merosot lemas didepan kloset. Pagi-pagi sekali dirinya sudah muntah-muntah hebat. Ya benar tuduhan Marvel yang mengatakan Briana sedang berbadan dua. Pasalnya wanita itupun sadar akan hal itu ia sempat mengecek nya menggunakan tespek dan hasil nya positif dua garis merah membentang dengan jelas.


Briana menggigit bibirnya kuat. Ia takut membayangkan amukan dan amarah dari sang papa. Bagaimana tidak ia adalah anak perempuan yang selama ini dibanggakan oleh kedua orang tuanya. Bahkan Dimata mereka sosok Briana itu adalah seorang wanita berkelas yang tidak mudah melakukan hal-hal picik atau yang bisa mencoreng nama baik keluarga nya.


Namun nyatanya kenyataan berkata lain. Anak perempuan yang selalu dibanggakan kini sedang berbadan dua tanpa ada nya ikatan pernikahan. Tentu saja bagi Anton itu hak yang sangat memalukan yang sudah diketahui Anton sangat benci dengan hal yang berbau adanya hamil diluar nikah.


" Bri kamu kenapa. Mama panggil-panggil dari tadi gak disautin "

__ADS_1


Suara Maria sukses membuat Briana kaget bukan main. Suara degupan jantung nya berdetak dengan cepat. Buru-buru wanita itu merapikan dirinya agar terlihat baik-baik saja.


" Mama ngagetin aja. Aku lagi mau siap-siap ma. Nanti aku turun ko " ujar Briana gugup


" Kamu sakit Bri. Muka kamu ko pucat banget kalo gak enak badan kita ke dokter yah. Gak usah kekantor aja hari ini " ajak Maria khawatir


" Engga usah ma. Aku gapapa ko " elak Briana tersenyum simpul


Setelah memastikan anak nya baik-baik saja. Maria Langsung keluar dari kamar anak perempuan nya. Sementara itu Briana langsung mengehela nafas panjang dan membuang nya kasar. Sejujurnya yang dibilang oleh Maria benar adanya. Briana saat ini memang merasa sangat tidak enak badan.


Namun hal itu Briana tutupi agar ibu nya tidak tahu dan tidak menimbulkan kecurigaan. Briana beberapa kali hampir limbung. Ia merasa kuwalahan dengan kondisinya. Namun lagi-lagi ia harus kuat agar kedua orangtuanya tidak ada yang curiga.


Lazarus family sedang sarapan bersama. Ke empatnya saling dia. Hanya ada bunyi sendok yang beradu dengan piring dan suara kunyahan dari mulut mereka masing. Dan howek howek


Sontak Briana langsung menutup mulutnya. Ia lari kedalam kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi ia merasa langit-langit rumah nya berputar seakan-akan ada gempa yang melanda. Mata Briana semakin menyipit dan bruuggghh Briana jatuh pingsan tak sadarkan diri.


Teriak Maria. Yang awalnya kan mengecek kondisi anak perempuan nya. Namun malah justru dirinya mendapati tubuh Bri yang sudah jatuh tak sadarkan diri. Seketika tubuh Briana dibopong dan dibawa masuk ke dalam mobil. Rencananya dirinya akan dilarikan kerumah sakit.


Dokter terlihat sudah menampakkan dirinya dihadapan Anton, Maria ,dan juga Marvel . Anton dan Maria nampak panik dengan kondisi anaknya yang tiba-tiba pingsan tentu saja mereka takut berpikiran kalau ada suatu penyakit yang serius pada Briana. Namun tidak dengan Marvel ia nampak biasa saja karena ia tahu hal ini disebabkan oleh kehamilan kakanya.


" Bagaimana kondisi anak saya dokter " tanya Anton dan Maria bersamaan. Dokter itu tersenyum


" Tidak ada yang harus tuan dan nyonya khawatir kan. Tidak ada penyakit atau apapun itu. Justru putri tuan dan nyonya saat ini sedang mengandung selamat yah "


Jedeeerrr


Tubuh Maria dan anton seketika menegang saat mendengar penjelasan dari dokter tersebut. Lebih-lebih Anton merasa seperti baru saja tersambar petir. Tubuh nya kaku dan dada nya menjadi sesak.

__ADS_1


" Apa anak saya sudah sadarkan diri" tanya Anton kemudian. Dokter itu hanya mengangguk dan tersenyum. Tanpa menunggu lama Anton langsung berjalan masuk kedalam ruangan dimana Briana diperiksa. Dan terlihat wanita itu yang tidur bersandar diatas brankar.


Mendapati sang papa ada didepannya dengan menatap nya nyalang. Briana langsung menunduk dan mengigit bibirnya kuat. Ia tak sanggup untuk menatap balik kearah Anton.


" Dasar anak kurang ajar kamu "


PLAAAKKK. Satu tangan Anton terayun menampar pipi anak perempuan nya. Nafas nya menderu seakan siap memuntahkan rasa emosi yang sudah begitu membuncah. Sedangkan Maria sudah menangis di pelukan Marvel. Dan Briana apa lagi dirinya hanya bisa menangis merasakan perih yang menjalari pipi nya.


" Siapa pria yang sudah menghamili kamu Briana. Cepat katakan " paksa Anton dengan tatapan tajamnya


Briana bungkam. Ia enggan untuk memberi tahu papa nya perihal seseorang yang berhasil menghamili dirinya. Ia hanya menggeleng tanda dirinya tidak ingin mengatakan apapun. Sudah pasti hal itu membuat Anton semakin murka


" Siapa Briana " bentakan Anton menggelegar dan mampu membuat yang lain terlonjak kaget.


" Beginikah balasan dari kedua anak-anak ku. Yang satu nya menghamili wanita dan satunya lagi dihamili. Salah apa aku ini ya tuhan " seloroh Anton frustasi


" Bilang cepat Briana siapa orangnya " kali ini nada suara Anton pelan namun terdengar sangat tajam.


Briana menggigit bibirnya kuat. Matanya sudah memerah. Dengan rasa takut pada akhirnya ia memutuskan untuk mengatakan.


" Fa-fardhan pa dia yang udah hamilin aku " Briana mengaku pada akhirnya dengan diselingi tangisan yang mulai pecah. Sontak hal itu membuat Anton dan Maria dibuat terkejut bukan main. Bagaimana tidak seseorang yang sudah menghamili anak nya adalah Fardhan orang yang baru kemarin ia ceritakan.


Ya seseorang itu adalah kolega bisnis Anton. Orang yang saat ini sedang Anton cibir karena gaya dan sikap fardhan yang menurut nya menyebalkan disaat usia yang sudah sepantaran dengan nya.


Anton tidak habis pikir dengan Briana. Kenapa dia harus melakukan itu dengan Fardhan yang notabene laki-laki brengsek yang sudah tua Bangka. Dan parahnya pria itu juga sudah mempunyai istri dan anak. Apa arti nya Briana akan menjadi pelakor. Ini tidak bisa dibiarkan mau ditaruh dimana muka nya. Anton membatin


Bersambung. .

__ADS_1


__ADS_2