Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]

Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]
Bab. 49


__ADS_3

Happy reading ✓


💫💫💫💫💫


Ciuman mereka semakin lama nampak semakin panas dan intens. Nafas keduanya menderu bahkan suara-suara manja sudah terdengar pelan keluar dari mulut Fayza. Keduanya terlena oleh permainan bibir yang sedari tadi tidak kunjung terlepas seakan tidak rela jikalau bibir mereka dipisahkan. Ditengah-tengah aksi ciuman panas mereka tiba-tiba saja.


" Ibu, ibu dimana '' suara Regan memanggil


Sontak saja hal itu membuat aksi keduanya harus rela berakhir. Dengan cepat Fayza langsung mendorong dada Kenzo. Fay langsung salah tinggkah seakan ia telah tertangkap basah oleh Regan. Walaupun Fay sadar Regan tidak akan bisa melihat apa yang sedang dilakukan oleh kedua orang dewasa itu. Namun Fay tetap saja merasa malu


Langkah selanjutnya kedua orang itu langsung berlari kearah Regan. Terutama Kenzo ia langsung berlutut dengan maksud mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan tubuh Regan.


'' ada apa Regan. Kamu butuh sesuatu " tanya Kenzo


" Papa aku haus " jawab Regan.


" Ya sudah Regan duduk dulu yah. Biar papa yang ambilkan air " ucap Kenzo yang langsung mengacak gemas rambut bocah itu


💫💫💫💫


Fayza melihat Melinda berada didapur. Sontak Fay menghampiri wanita paruh baya itu. Ternyata Melinda sedang membuat jus. Memang itu rutim yang dilakukan wanita itu tiap paginya ia akan membuat meminum jus ramuan nya sendiri.


" Pagi mah " sapa Fay mencoba berbasa-basi


" Pagi juga Fay. Kamu ko udah bangun ini masih pagi banget takut kamu masih cape istirahat yang banyak " Titah Melinda tersenyum hangat


" Engga ko mah Aku udah Segeran. Mamah mau kemana kayanya udah rapi "


" Oh iya mamah hari ini ada janji sama pasien. Kalo kamu bosen minta Kenzo buat temenin jalan-jalan aja yah biar Regan senang " ucapnya dan setelah menghabiskan jus nya. Melinda pun langsung pamit keluar. Ia akan menuju ke klinik tempat praktek nya.

__ADS_1


Fay langsung tersenyum sesaat melinda sudah jauh dari pandangan mata. Ia sangat senang bisa kenal dengan orang sebaik dirinya. Fay kembali tersadar dari lamunan ia menuju dapur rencananya Fay akan membuat roti bakar untuk Regan sarapan.


Walaupun sebenarnya Melinda menyuruh Fayza untuk memerintahkan ART yang memang bekerja disini untuk melayani kebutuhan Fayza. Namun agak nya wanita ini merasa tidak enak. Ia berfikir kalau dirinya masih bisa mengerjakan sendiri kenapa harus menyuruh orang lain.


" Kamu ngapain " suara bariton berat yang masih serak. Mengagetkan Fayza yang sedang sibuk mengoleskan selai coklat pada lembar roti.


" Ya ampun Ken kamu ngagetin aja deh " ucap Fay kesal. Namun Kenzo hanya tersenyum jahil. Lelaki itu dengan sengaja langsung memeluk Fayza dari belakang. Tentu saja hal itu membuat Fayza berontak supaya pelukan dari Kenzo terlepas. Bukanya apa ia merasa tidak enak jikalau aksi keduanya dilihat oleh para ART yang ada disini


" Ken kamu apaan sih. Lepasin gak enak kalo dilihat sama pelayanan disini " ujar Fayza berbisik. Dan untungnya Kenzo segera menuruti kemauan Fayza.


" Oh iya nanti siang ini kita siap-siap yah. Kita akan datang ke pesta Anniversary temen aku. Dia juga kebetulan seorang dokter " ajak Kenzo. Dan langsung diangguki oleh Fayza tanda setuju.


****


Siang harinya sesuai rencana. Kenzo akan mengajak Fayza dan Regan untuk pergi menghadiri acara temannya. Mengingat acaranya disebuah gedung dan mewah lelaki itu memutuskan untuk mengenakan setelan tuxedo lengkap dengan sepatu pantofel hitam. Tak bisa dipungkiri hal itu membuat Kenzo terlihat jauh lebih tampan dan berkharismatik.


Jujur saja melihat itu Kenzo begitu terpana. Ia berfikir mengapa wanita ini tambah dewasa aura kecantikannya semakin terpancar.


" Fay kamu cantik banget. Aku takut pandangan orang pada ngelihat kearah kamu semua " ucap Kenzo


" Cie cie papa genit godain ibu " kali ini Regan yang bersuara bermaksud menggoda papa Kenzo. Lelaki itu pun langsung menghampiri Regan dan menggendongnya berjalan menuju parkiran mobil dengan Fayza yang mengekori dibelakangnya.


Disepanjang perjalanan Kenzo dan Regan sedari tadi bersendau gurau tanpa henti. Itu membuat Fayza sakit kepala sesekali wanita itu tampak memijat pangkal hidungnya. Setelah beberapa saat kendaraan roda empat milik kenzo pun terparkir disebuah gedung.


Kenzo turun terlebih dahulu. Lalu kemudian ia membuka kan pintu untuk Regan dan membantu nya turun. Kenzo langsung meraih tubuh mungil Regan dan menggendong nya. Hal itu Kenzo lakukan karena melihat jalanan menuju gedung full menaiki tangga. Takut hal itu membuat Regan susah maka dari itu Kenzo berinisiatif menggendong Regan.


Sesampai nya didalam. Benar saja tempat nya sungguh sangat megah dan berkelas. Kenzo langsung menarik satu tangan Fayza untuk menghampiri si empunya acara dengan. Kenzo yang masih menggendong Regan didepan dan satu tangan menggandeng Fayza ia mendekati temannya itu memberikan hadiah dan ucapan.


" Selamat bro semoga rumah tangga Lo tetap langgeng "

__ADS_1


" Terimakasih banyak Ken akhirnya Lo mau Dateng juga. Wah siapa ini ko undangan nya belum sampe kerumah gue '' ucap teman Kenzo mencoba menggoda.


" Lo tungguin aja " seloroh Kenzo


Setelah berbincang-bincang dengan si empunya acara. Kenzo langsung mengajak Fayza duduk sembari menyantap hidangan yang sudah disediakan.


Kini ketiga nya duduk disatu meja yang sama. Mencoba aneka makanan yang disajikan oleh tuan rumah begitu enak dan lezat Sampai-sampai regan tak hentinya mencicipi banyak makanan. tak ayal membuat area mulutnya sudah jelemotan dengan noda makanan mungkin dirinya begitu bersemangat memakan makanan tersebut.


" Pelan-pelan Regan kalo makan " Titah Fayza. Sembari mengelap noda itu menggunakan tissue


" Abisnya enak Bu semua makanan ini. Aku suka deh " jelas Regan tersenyum polos. Fayza dan Kenzo hanya bisa tersenyum


" Fay kamu sama Regan disini dulu yah. Aku mau ke ujung sana sebentar. Tadi aku lihat ada temen lama. Mumpung ketemu disini aku mau nyapa dulu " ujar Kenzo yang langsung diangguki oleh Fayza.


Fayza nampak asik memakan hidangan yang membuat dirinya tidak fokus. Karena saat dirinya menengok kearah tempat duduk yang tadi Regan duduki. Bocah itu sudah tidak ada entah kemana. Sontak saja Fay langsung bangkit mencari keberadaan Regan.


" Regan Regan " fay memanggil manggil berharap ada jawaban. Namun nihil mengingat tempat ini yang semakin ramai dan bising. Fayza nampak kesusahan mencari keberadaan putra nya. Ia ingin minta tolong Kenzo. Ia pun tidak tau persis nya ada disebelah mana.


Yang ada dipikirannya hanya mengingat Regan. Ia takut terjadi apa-apa.


" Mas permisi mas. Apa lihat anak laki-laki ukuran delapan tahun pakai tongkat " Fay bertanya pada salah satu weiters yang sedang berlalu lalang.


" Oh tadi sih saya lihat ada disebelah sana Bu " jelas pelayanan tadi. Tanpa menunggu lama Fayza langsung menghampiri arah yang ditunjukkan


Benar saja dari kejauhan Fay bisa melihat punggung anak kecil yang sudah dipastikan itu adalah Regan. Segera ia langsung berlari menghampiri.


" Regan kamu ngapain disini nak " tanya Fayza yang sudah dekat. Fay bisa melihat Regan sedang meminta maaf pada dua orang laki-laki dan perempuan didepan nya. Mendengar Fayza meneriaki nama anaknya. Kedua orang tadi langsung menoleh kearah Fayza. Seketika tubuh Fayza menegang dan sedikit bergetar manakala tatapan nya bertemu dengan tatapan milik laki-laki yang tadi menoleh kearahnya.


Bersambung. .

__ADS_1


__ADS_2