![Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]](https://asset.asean.biz.id/terjerat-pria-manipulatif---tamat--.webp)
Happy reading ✓
💫💫💫💫💫
Fayza dan indah nampak sibuk menghandle cafe yang nampak hari ini cukup ramai pengunjung. Seperti biasa kebanyakan dari mereka adalah para mahasiswa dan mahasiswi yang memang sudah bebas tugas atau hanya memilih mengerjakan tugas sambil bersantai.
Tak ayal Fayza juga sampai turut ikut serta melayani pengunjung dengan cara membawakan menu pesanan mereka masing-masing begitu juga dengan indah yang nampak sibuk mencatat pembukuan dimeja kasir. Hitung-hitung sekalian belajar. Karena niat Fayza setelah dirinya sudah menikah dengan Kenzo. Ia akan menyerahkan semua urusan cafe pada indah agar dirinya saja yang mengelola.
Fayza meraih benda pipih yang tergeletak diatas meja. Terdapat satu notifikasi pesan yang masuk ternyata Kenzo lah yang mengirimkan pesan tersebut.
@kenzo
( Sayang hari ini aku kayanya gak bisa jemput Regan. Karena jadwal aku padat banyak Jani sama beberapa pasien aku. Gapapa kan )
@fayza
( Iya gapapa lah Ken. Regan kan bisa pulang diantar sama mobil jemputan sekolah nya )
@kenzo
( Oke lah kamu jangan lupa makan yah. Love you )
@fayza
( Iya kamu juga yah jangan telat makan love you more )
Setelah mempersudah percakapan nya dengan Kenzo. Fayza kembali meletakkan ponselnya diatas meja kasir lagi. Entah kenapa ia malah tersenyum dengan sendirinya.
" Ekhem kayaknya lagi ada yang seneng nih " suara indah gadis itu sengaja menggoda sang Kaka yang kedapatan tersenyum senyum
" Apaan sih Lo ndah rese " jawabnya lalu ia kembali kedepan melayani pengunjung yang terus berdatangan.
__ADS_1
*****
Disisi lain Marvel dan Karel saat ini berada tepat didepan sekolah Regan. Lelaki itu berniat yang akan menjemput putra nya tersebut. Dan benar saja tak lama terdengar bunyi bel yang menandakan kegiatan belajar mengajar telah usai. Segera Marvel masuk kedalam untuk memastikan bertemu dengan Regan.
Dari jauh ia bisa melihat bocah laki-laki tampan yang sekilas mirip dengan dirinya dengan sebuah tongkat yang sedang ia genggam. Marvel langsung berlari menghampiri si buah hati.
" Regan sayang ini ayah nak. Ayo ayah antar pulang yah " ujar Marvel setelah berada tepat didepan Regan sembari membungkuk kan badan
" Ayah. Ko ayah bisa ada disini " tanya Regan dengan senyum yang sudah mekar
" Iya dong ayah kan udah bilang waktu itu. Dimanapun kamu berada ayah akan selalu ada buat kamu " jawab Marvel dan langsung menggendong Regan diposisi depan. Tentu hal itu membuat bocah kecil itu amat sangat senang.
" Hai boy apa kabar kenalin aku om karel sahabat ayah kamu juga teman ibu kamu " ucap karel setelah mendapati Marvel yang sudah hadir dengan Regan digendongnya.
" Halo om karel aku Regan " ucap nya dengan tersenyum manis
" Sebelum pulang kita jalan-jalan dulu gimana. Ayah mau turutin semua kemauan kamu. Regan minta apa aja akan ayah kasih " seloroh Marvel
" Iya dong apa sih yang engga buat jagoan ayah " jawabnya kemudian. Lagi-lagi Marvel berhasil membuat Regan nampak senang bahagia. Yah sejujurnya Fayza jarang sekali memberikan barang-barang mahal untuk Regan. Bukannya apa Fayza takut Regan akan mempunyai sikap yang manja jikalau semua keinginan nya ia langsung turuti. La lagi dengan sengaja memberikan nya barang-barang yang sepertinya tidak Regan butuhkan.
Tak berselang lama mobil yang dikemudikan oleh Karel terparkir disebuah pusat perbelanjaan yang sangat besar. Ketiga lelaki itu turun dan berjalan menuju masuk kedalam. Langkah pertama kali yang Marvel lakukan ialah membawa Regan untuk masuk kedalam sebuah pusat toko mainan yang sangat komplit.
Tentu harga mainan nya tidak murah. Namun kembali lagi hal itu sama sekali bukan masalah bagi Marvel. Ia memerintah kan putranya untuk mengambil apa saja mainan yang Regan mau.
" Regan ambil aja apapun yang kamu mau yah " ujar Marvel tersenyum dan mengacak rambut Regan
" Asik " seloroh Regan dengan riang
Regan terus diarahkan oleh ayahnya mainan apa saja yang terdapat disana. Berhubung dengan kekurangan dirinya yang tidak bisa melihat. Akhirnya Regan memutuskan untuk membeli sebuah Lego dengan ukuran besar dan sebuah miniatur robot dan juga miniatur hewan . Tentu itu semua tidak murah untuk harga Lego saja Marvel harus merogoh koceknya sebesar belasan juta. Belum dengan mainan lainnya.
Namun balik lagi harga segitu tidak ada apa-apa nya untuk seorang Marvel Lazarus. Baginya itu sesuatu yang sangat remeh apa lagi itu menyangkut untuk anaknya. Sementara Karel hanya memperhatikan kedua pasangan anak dan ayah itu dari jauh
__ADS_1
Disaat dirinya akan beranjak. Nampak sepasang suami-istri dan juga anak laki-laki mereka yang nampak tertawa girang saat sedang memilah milih mainan. Disitu Marvel melihat Regan yang nampak tercenung langkah selanjutnya ia langsung menghampiri putra nya tersebut.
" Ada apa sayang " tanya Marvel melihat Regan yang mendadak terdiam
" Aku pengen deh kaya anak tadi. Dia bisa jalan-jalan dan memilih mainan bersama ayah dan ibunya" ungkap nya jujur. Melihat itu Marvel menghela nafasnya lalu membuang nya perlahan dan tersenyum.
" Regan mau kaya mereka. Maka dari itu Regan harus bantu ayah supaya ibu kamu mau jalan bareng-bareng sama kita " ucap Marvel
" Tapi Regan sering jalan-jalan bareng sama ibu dan juga papa Kenzo " jawabnya polos.
" Tapi papa Kenzo mu itu bukan papa kandung kamu sayang. Ayah lah yang lebih berhak atas kamu. Karna aku ayah kandung kamu. Dulu waktu kamu bayi ayah yang urusin kamu bikinin kamu susu gantiin popok. Bukan papa Kenzo " jelas Marvel sembari mengusap lembut kepala Regan
" Emang nya kenapa sih ayah sama ibu tidak hidup bersama " tanya nya polos
" Ya karena ayah dan ibu harus berpisah dengan adanya masalah orang dewasa diantara kita. Tapi Regan mau gak kalo ayah bersatu lagi sama ibu " tanya Marvel pada Regan
Namun Regan nampaknya tidak langsung menjawab. Ia bingung harus mengatakan apa. Tanpa berlama-lama Marvel langsung merangkul bocah itu untuk berjalan keluar dari pusat perbelanjaan tersebut. Dan berniat akan langsung pulang menuju cafe.
*****
Disisi lain Fayza terduduk dipojokan bangku cafe. Ia bermaksud ingin beristirahat karena dirinya merasa amat sangat lelah. Lalu kemudian terlihat ada tiga orang laki-laki yang baru saja memasuki pintu cafe tersebut. Fay melongok memastikan siapa yang datang. Ternyata itu Regan diekori dengan adanya Marvel dan Karel. Tentu saja hal itu membuat Fayza kaget dan tanpa pikir panjang ia langsung menghampiri Regan.
" Sorry yah Fay gue gak ngabarin Lo dulu kalo gue mau antar Regan pulang " ucap Marvel
" Hai Fay apa kabar. Lama yah kita gak ketemu " kali ini Karel bersuara sengaja menginterupsi percakapan Marvel. Langkah berikutnya pria itu langsung menghampiri Fayza dan langsung memeluk wanita itu.
" Aku baik. Ka Karel sendiri gimana iya kita udah lama banget gak pernah ketemu" jawab Fayza yang pelukannya sudah terlepas. Melihat itu Marvel membuang arah pandangan nya kearah lain dengan malas. Dan detik berikutnya nampak indah yang datang dan ikut bergabung.
" Regan sekarang kamu ganti baju yah terus istirahat " titah nya pada sang putra. Lalu matanya juga sudah mengarah pada sebuah bingkisan yang tergeletak disamping Regan. Yang tadi Marvel letakan.
" Iya Bu " dengan mandiri Regan berjalan menuju ruangan kamar belakang. Sedangkan Fayza Langsung mempersilahkan Marvel dan Karel duduk. Sementara indah memilih kembali lagi kemeja kasir. Namun nampaknya Karel juga memilih pergi untuk meninggalkan Marvel dan Fayza hanya berduaan.
__ADS_1
Bersambung. .