Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]

Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]
Bab. 40


__ADS_3

Happy reading ✓


💫💫💫💫💫


Regan terus menerus menangis ia berada didalam box bayi sepertinya popok nya yang sudah basah hak itu menyebabkan bayi mungil itu terus menerus menangis tak ada hentinya.


Fayza menyadari itu hanya diam. Ia bingung harus berbuat apa rasanya ia sangat malas hanya untuk sekedar melongok melihat bayinya yang menangis.


Fay hanya menggigit bibirnya sendiri. Pikirannya melarang untuk mendekat namun dalam hati nuraninya menyuruhnya untuk menengok bayi itu. Fayza tahu bahwa saat ini Marvel sedang mandi. Jadi hanya ada dirinya dan bayi Regan berada didalam kamar.


Namun keputusan akhirnya Fay membiarkan bayi mungil itu tetap menangis. Ia tidak beranjak dari ranjang dan memilih mengacuhkan nya. Sampai pada akhirnya Marvel masuk kedalam kamar setelah ia selesai mandi.


" Astaga Regan kamu kenapa sayang. Cup cup diem yah " ucap Marvel menenangkan dirinya langsung menggendong bayi itu dalam pelukannya. Fayza hanya melirik sekilas. Dan kemudian tanpa Fay sadari Marvel mendekati nya sembari membawa Regan dalam gendongan tangannya.


" Fay yakin kamu gak mau Gendong Regan. Lucu tau " seloroh Marvel


" Enggak " jawab Fay singkat. Tanpa melihat kearah suaminya


Namun tanpa diduga-duga Marvel tidak menghiraukan jawaban Fayza. Dengan cepat ia menaruh bayi Regan dalam dekapan tangan Fayza. Sontak saja hal itu membuat Fayza kaget. Awalnya ia protes kepada Marvel menyuruhnya untuk mengambil makhluk kecil yang saat ini ada tangan nya.


" Sebentar aja Fay gue mohon. Lo liat kan gue belum pake baju. Gue mau ganti baju dulu " ujar Marvel . Fay hanya merotasi kan matanya jengah


Dan detik kemudian netra nya Melihat kearah bayi Regan yang saat ini berada di dekapan tangan nya. Entah kenapa hal itu membuat hati Fayza tenang. Ia mulai nyaman pada makhluk kecil yang terlihat menggemaskan itu. Tanpa disadari kedua sudut bibirnya terangkat keatas membentuk senyuman.


Dan aneh nya. Bayi itu juga langsung tertidur nyenyak digendongan sang ibu. Regan Seakan tahu betapa nyaman dan hangat nya berada dalam dekapan seorang ibu. Diam-diam Marvel melihat kearah keduanya. Ia pun dengan sembunyi mengulas senyum ia merasa senang akhirnya Fayza mau menerima bayinya.

__ADS_1


" Vel gue baru sadar. Ternyata lucu juga yah bayi ini " ucap Fayza. Kedua matanya masih belum lepas dari wajah bayinya


" Makanya Lo harus sering-sering Gendong kalo bisa Lo kasih ASI juga "


Jelas Marvel. Sembari tersenyum simpul


" Lo mau kemana" tanya Fayza melihat Marvel yang terlihat sudah rapi


" Siang ini gue ada janji sama dosen pembimbing gue Fay. Gue ijin keluar bentar aja yah. Gapapa kan "


" Terus kalo bayi ini nangis gimana " ujar Fay seakan keberatan dengan Marvel yang ingin pergi. Nyatanya memang benar Marvel kali ini pergi untuk menemui dosen pembimbingnya dalam mengerjakan skripsi.


" Gue gak akan lama janji " Marvel berucap kembali. Tak lama ia mendekati bayinya dan mencium sekilas kemudian ia berlalu pergi. Namun tiba-tiba bayangan Marvel dan Amanda yang mengkhianati nya muncul kembali. Tentu saja hal itu membuat emosi nya mendadak tidak stabil saat ini.


****


" Ka Marvel tunggu " panggil seseorang pada Marvel. Saat dirinya akan bergegas menuju parkiran mobil. Setelah urusan nya selesai ia memutuskan untuk segera pulang. Namun langkah nya terhenti manakala Amanda memanggil nama nya


" Mau apa lagi " tanya Marvel seakan tak minat meladeni Amanda.


" Ka Marvel kenapa ko kaya menghindar dari gue " ujar Amanda


Mendengar ucapan wanita didepannya. Marvel sontak menaikan satu alisnya. Memang benar semenjak kejadian Fayza yang melabrak Manda didalam hotel waktu itu tepat saat dia dan Manda sudah janjian akan bertemu kembali. Namun sialnya Fayza bergerak lebih cepat dan hal itu juga yang membuatnya harus dilarikan kerumah sakit dan melahirkan dini.


Tentu saja Marvel kesal. Karena ia merasa pada kasus itu Amanda lah orang yang harus disalahkan. Maka dari itu ia mulai menjauhi Amanda dan memilih tidak ingin berhubungan lagi dengannya. Namun nampaknya Amanda tidak ingin hal itu terjadi.

__ADS_1


" Ka Marvel jangan gitu dong. Emang salah gue apa ka sampai Kaka blokir semua akses buat gue hubungin kaka "


" Lo masih nanya salah Lo apa. Anak gue yang ada dalam kandungan Fayza hampir gak selamat itu gara-gara Lo tau gak "


" Kenapa gara-gara gue ka. Fay sendiri yang cari masalah coba kalo dia gak repot-repot datengin gue. Itu semua gak akan terjadi " bela Manda


" Lo gak cuma picik yah ternyata. Tapi hati Lo juga busuk. Sikap Lo bikin gue ilfil. Berhenti gangguin gue sialan. Kalau Lo masih nyari-nyari gue. Gak segan-segan gue sebar foto bugil Lo ke publik ngerti " ancam Marvel dan hal itu sukses membuat Amanda terdiam tidak berkutik. Dan langkah selanjutnya Marvel segera pergi dari hadapan wanita itu


*****


Sesampai nya Marvel dirumah Fayza. Ia segera lari masuk kedalam kamar. Karena ia mendengar suara tangisan Regan. Setelah sudah dikamar dirinya melihat Fayza yang tidur miring sembari menutup telinganya menggunakan bantal. Dan kemudian Marvel langsung menggendong bayinya ia mengecek popok dan ternyata sudah basah


" Fay Lo gak punya hati banget sih. Lo gak denger Regan nangis " ucap Marvel kesal


" Gue gak perduli. Biasanya juga Lo yang diemin " jawab Fayza


" Gue baru pulang Fay Gue capek. Lo gak tau kan gue kurang tidur. Tiap malem gue sering kebangun karena Regan nangis, bikin susu atau ganti popok Regan " jelas Marvel dengan nada Terdengar emosi


" Lo pikir jadi gue gak capek vel. Gue bukan hanya capek tapi rasanya gue kaya mau mati. Bahkan gue tersiksa dengan perasaan gue sendiri setelah susah payah gue ngelawan baby blues yang gue alami " ujar Fayza dengan air mata dan suara sesenggukan yang mulai terdengar. Melihat itu Marvel langsung diam


Marvel menghela nafas sepenuh dada dan dengan cekatan ia mengganti popok dan pakaian Regan kembali. Tak hanya itu ia juga membuatkan susu untuk bayinya karena selain ngompol Regan juga nampak haus makanya ia rewel. Setelah semua selesai Regan kembali tertidur dan Marvel dengan hati-hati membaringkan kembali bayi kecil nya.


" Vel ayo kita bercerai. Dan Lo bisa lanjutin masa depan Lo lagi. Begitupun dengan gue akan melanjutkan masa depan gue sendiri " Fayza berucap dengan nada keyakinan


Bersambung . .

__ADS_1


__ADS_2