![Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]](https://asset.asean.biz.id/terjerat-pria-manipulatif---tamat--.webp)
Happy reading ✓
💫💫💫💫💫
" Halo Ri tolong cafe kamu handle yah. Aku malam ini gak kesitu ada acara sama Regan " Fayza berucap pada seseorang diseberang Telfon. Orang tadi adalah Riri karyawan kepercayaan yang sudah lama bekerja di cafe miliknya
" Oke bu Fayza siap " jawab Riri diseberang sana
****
" Ibu aku udah rapi. Apa papa Kenzo udah datang '' Regan melongok kearah kamar Fay sembari berucap demikian. Hal itu tentu membuat Fay tersenyum menggeleng kepala
" Wah anak ibu makin pintar aja. Sudah bisa mandi dan bersiap sendiri " puji Fayza pada putranya. Ia sangat sakit karena Regan semakin mandiri. Ternyata ajarannya yang membiarkan Regan melakukan apapun sendiri kini membuahkan hasil
" Iya dong siapa dulu anak ibu " jawab Regan yang langsung tersenyum gemas
" Ya sudah kamu tunggu ruang tengah saja dulu. Palingan bentar lagi papa Kenzo datang " jelas Fay
" Oke bu " jawabnya dan langsung berjalan perlahan menuju ruang tengah sembari merabakan tangannya
Dan benar saja tak berselang lama. Suara kendaraan roda empat milik kenzo terdengar terparkir didepan rumah Fayza.
Sementara itu Fay juga sudah selesai berdandan. Ia menggunakan outfit simple menyesuaikan usia nya. Wanita itu nampak cantik dengan mengenakan dress berwarna biru langit tanpa lengan dengan panjang sampai mata kaki. Juga dibalut dengan kardigan lengan panjang berwarna kuning pastel.
Melihat itu Kenzo seakan terhipnotis selama beberapa detik. Menurutnya Fayza semakin dewasa aura nya begitu terpancar. Dengan cepat ia mengkondisikan detak jantungnya yang entah kenapa menjadi berdegup tidak karuan.
" Hai boy are you ready " tanya Kenzo kemudian sembari memeluk tubuh mungil Regan
__ADS_1
" Yes Im ready " jawabnya
Selanjutnya Kenzo menggamit tubuh Regan. Untuk diajak berjalan menuju mobilnya sementara Fay berada dibelakangnya sembari memperhatikan kedua laki-laki didepannya yang tengah asik bersendau gurau. Tak terasa hal itu membuat kedua sudut bibir Fayza terangkat keatas membentuk senyuman. Jujur Fayza sangat menyukai momentum Seperti ini melihat putranya nampak makin sumringah bahagia.
Fay tidak menginginkan apapun lagi. Yang ia inginkan hanya kebahagiaan untuk Regan. Bahkan dirinya rela akan melakukan apa saja asal putranya itu tetap tersenyum dan ceria. Itu saja sudah lebih dari cukup
*****
Mobil Kenzo terparkir disebuah pusat perbelanjaan terbesar yang ada dikota Surabaya. Ia turun terlebih dahulu lalu kemudian membukakan pintu untuk Regan turun. Tak hanya itu bahkan Kenzo membantu Regan melepaskan seat belt atau sabuk pengaman. Karena tadi Regan duduk dibangku depan samping kemudi.
Saat sudah dibantu turun. Ketiga nya langsung berjalan masuk ke kawasan mall tersebut. Nampak jelas Regan yang begitu antusias senang dirinya bergerak kesana-kemari tentu saja hal itu membuat Kenzo kuwalahan karena lelaki itu lah yang sigap menjaga dari belakang. Sedangkan Fayza hanya tersenyum melihat tingkah anaknya.
Kenzo mengajak Regan untuk bermain di area Timezone. Walaupun bocah kecil itu tidak bisa melihat namun Kenzo dengan sabar memberi arahan untuknya agar bisa bermain layaknya anak-anak normal lainnya yang bisa melihat. Tapi dengan begitu Regan malah makin semangat. Seakan ia tidak terganggu dengan kekurangan nya itu.
Hampir semua permainan dijajaki oleh kedua laki-laki beda umur itu. Kedua nya nampak sudah kelelahan. Maka dari itu Fayza pun berinisiatif untuk mengajaknya nya ke restoran sembari berisitirahat dan sekaligus makan malam.
" Ken gak usah. Biar Regan makan sendiri " ujar Fay
" Iya pa aku makan sendiri aja. Lagi pula aku juga bisa ko " jawab Regan kemudian. setelah nya ia mencetak senyuman gemas. Melihat itu Kenzo langsung mengusap lembut kepala bocah kecil itu dan balik tersenyum.
💫💫💫💫
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh. Akhirnya mobil Kenzo sampai juga didepan rumah Fayza. Terlihat Regan yang sudah ketiduran duduk dibangku mobil. Awalnya Fay akan membangun kan nya. Namun hal itu langsung dicegah oleh Kenzo. Karena dirinya lah yang akan membopong Regan membawa nya masuk dalam kamar dan dengan perlahan ia membaringkan nya. Tak lupa lelaki itupun membentangkan selimut agar menutupi tubuh mungil Regan.
Setelah menutup pintu kamar Regan dengan sangat Pelan. Kenzo kemudian menghampiri Fayza yang sudah duduk diatas sofa ruang tamu.
" Ken terimakasih yah. Lagi-lagi Lo udah bikin Regan seneng "
__ADS_1
" Gue lebih seneng lagi Fay kalo Regan bahagia "
" Ken gue mau minta maaf sama Lo. Tentang delapan tahun yang lalu " ucap Fayza tersenyum simpul menatap Kenzo
" Minta maaf kenapa " tanya nya sembari mengernyitkan dahi pertanda bingung.
" Iya Ken gue minta maaf. Soal dulu yang Lo mau di oper ke Australia. Tapi gue gak tahu sama sekali. Sampe gue juga gak nganterin keberangkatan Lo " jelas Fayza yang langsung menunduk lesu
" Ya elah Fay kirain apaan. Udah lewat juga kali. Lagi pula Lo juga gak tahu kan jadi anggap aja Lo gak salah " jawab Kenzo tersenyum satu tangan nya terulur membelai lembut rambut Fayza.
Entah kenapa perlakuan Kenzo. Membuat perasaan Fayza bergejolak ia merasa debaran jantung nya memompa dua kali lipat dari biasanya.
" Ekhem " Kenzo berdehem dengan maksud mengurai rasa canggung yang mulai menjalar. Dan detik berikutnya Kenzo dengan hati sedikit ragu meraih satu tangan Fayza untuk ia genggam.
" Fay gu-gue gak tau ini waktu yang tepat atau bukan. Lo pasti tau kan kalo Regan itu butuh sosok ayah. Dan gue mau jadi ayah sepenuhnya untuk Regan sekaligus gue juga pengen jadi suami buat LoFay. gue pengen serius sama Lo "
Pada akhirnya Kenzo memberanikan dirinya untuk mengungkapkan isi hati nya. Pada dasarnya Lelaki itu memang sudah mempunyai perasaan pada Fayza saat dirinya masih sama-sama berkuliah di universitas yang sama. Namun apa daya Kenzo yang pada saat itu belum sepenuhnya punya nyali untuk benar-benar mengungkapkan isi hatinya pada wanita pujaannya. Sehingga ia keduluan oleh Marvel
Rival nya dalam memperebutkan hal ketenaran. Namun sejujurnya ia begitu sangat tersiksa saat tahu jikalau Fayza sudah berpacaran dengan Marvel. Ia cemburu namun tepatnya bukan hanya cemburu ia juga khawatir pada Fayza yang saat itu memang benar dekat dengan Marvel.
Karena dengan diam-diam Kenzo sering mengamati gerak-gerik Marvel. Sehingga ia bisa tahu kalau Marvel adalah pria yang begitu manipulatif.
Apalagi saat ia tahu kalau Fayza hamil. Sebenarnya ia merasa sangat hancur. Namun sebisa mungkin ia mengendalikan perasaannya.
'' kalo Lo gak mau jawab sekarang juga gapapa Fay. Tapi gue tetep nunggu jawaban dari Lo " ucap Kenzo yang makin mengeratkan genggaman antara tangan Fayza dan dirinya
Bersambung. .
__ADS_1