![Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]](https://asset.asean.biz.id/terjerat-pria-manipulatif---tamat--.webp)
Happy reading ✓
💫💫💫💫💫
ENAM BULAN KEMUDIAN
" Tim kami sudah melakukan pemeriksaan pada kornea mata bayi Regan. Dan saya sangat menyesal harus mengatakan ini saya ikut sedih karena hasil pemeriksaan mata Regan menunjukan Ia mengalami kebutaan permanen "
Dokter ahli mata itu menjelaskan dengan rinci dan gamblang menyatakan kalau Regan divonis mengalami kebutaan secara permanen.
Tentu saja pernyataan dokter tadi membuat Marvel terkejut bukan main. Namun tidak dengan Fayza ia diam namun ada rasa emosi bercampur marah yang meletup letup di hatinya.
*****
Sesampai nya dirumah. Marvel terlihat kuwalahan menenangkan Regan yang sedari tadi menangis tiada henti. Entah apa yang membuatnya demikian.
Sedangkan Fayza hanya duduk meringkuk diatas ranjang sembari menatap penuh kesal pada objek yang berada didepan nya.
" Gue udah bilang. Tau akan seperti ini lebih baik gue lenyapin aja bayi itu dari awal. Dari pada dia harus buta ditambah jantung nya juga bermasalah " ucap Fayza ketus. Namun Marvel tidak menanggapi omongan Fayza. Ia memilih untuk keluar saja dari kamar sembari menggendong Regan dan menenangkan nya
*****
Regan sudah terlihat tidur dengan tenang. Hal itu Marvel manfaat kan untuk mengerjakan skripsi nya. Sedangkan Fayza sedang berada diruang televisi menonton dan memakan cemilan.
Tak lama kemudian terdengar suara seseorang dari arah luar. Ternyata itu adalah Maria dan anton yang datang berkunjung. Menyadari ada mertuanya Fay bangkit dan menyalami keduanya. Lantas menyuruhnya duduk. Ia pun langsung masuk kekamar nya memberi tahu pada Marvel kalau ada orang tuanya datang.
__ADS_1
Baru saja Marvel akan melangkah keluar tiba-tiba saja Regan menangis. Sontak saja Marvel dengan reflek langsung berlari kearah box bayi dan menggendong bayi itu ditangannya. kemudian ia bawa keluar untuk menemui mama papanya. Sedangkan Fayza hanya berjalan mengekori dibelakang Marvel
" Ma, pa udah dari tadi maaf lama. Tadi aku nenangin Regan dulu " ucap Marvel
" Loh vel ko malah kamu yang sibuk gendong bayi sih. Fayza ambil dong ini bayinya kan kamu ibunya gimana sih kamu " seloroh Maria menatap kesal kearah Fayza. Seakan tidak terima kalau putranya yang terus menerus menggendong bayi tersebut.
Fayza hanya diam menunduk. Ia menggigit bibirnya kuat. Sejujurnya Fay sudah mulai geram pada cibiran mertuanya itu yang acap kali mengutarakan omongan julid nya.
" Gapapa ma. Fay kayanya cape jadi biar Marvel aja yang gendong" ucap Marvel
" Kamu tahu gak vel. Dulu mama mana pernah manja-manja setelah lahiran. Justru mama gak mau waktu anak-anak mama masih bayi yang pegang baby sitter menurut mama itu bikin gak ada chemistry antara ibu dan anak " jelas Maria
" Bagaimana skripsi kamu vel " tanya Anton kemudian,
" Kamu kalau disini apa bisa fokus. Lihat saja sekarang, bagaimana bisa kamu ngerjain skripsi saat kamu aja sibuk ngurusin bayi ini " imbuh Anton lagi
Marvel tidak menjawab. begitu pula dengan Fayza ia juga sedari tadi masih bungkam. Walaupun sebenarnya dalam hati nya sudah merasa gerah akibat ulah ucapan ayah mertua nya yang terkesan nyinyir.
" Gimana vel kamu udah check up ke dokter lagi " tanya Maria
" Udah ma. Regan dinyatakan Buta permanen. Tiap bulan nya juga Regan haus rutin ke spesialis jantung " jawab marvel sembari menjelaskan.
" Lantas apa yang akan kamu lakukan sekarang. Papa akan berikan kamu dua opsi . Opsi pertama kamu fokus kerjakan skripsi kamu sampai sidang nanti dan sampai lulus dengan jaminan kamu akan papa percayakan memegang penuh atas perusahaan Lazarus company. Opsi kedua kalau kamu tidak fokus karena harus mengurus bayi ini. Dengan terpaksa papa akan cabut total hak waris kamu. Dan papa jamin kamu tidak akan dapat sepeserpun harta milik papa "
Deg!
__ADS_1
Marvel cukup terkejut dengan penuturan yang dilontarkan oleh Anton. Bagi Marvel itu adalah sebuah ancaman. Jujur itu adalah pilihan yang sangat sulit untuk Marvel. Bagaimana bisa ia harus memilih antara anak dan jaminan masa depan nya sendiri.
Sedangkan Fayza hanya menunduk. Namun hatinya sudah bergemuruh sedari tadi. Ia gigit kuat bibir bawahnya. Ada rasa sesak yang seakan menghimpit Dada nya. Fayza sadar ia acuh pada bayinya namun melihat fakta yang dimunculkan oleh mertuanya. Fay merasa tidak terima dengan semua yang di ujarkan oleh Anton. Apakah artinya ayah mertuanya itu mencoba memisahkan antara anak dan bapaknya. Fay membatin
" Kamu pikirkan itu Marvel. Papa sudah bilang sama kamu. Ini tawaran terakhir papa. Jangan pernah bikin papa kecewa lagi " ucap Anton setelah nya kedua pasangan suami-istri itu pergi tanpa berpamitan.
Regan kembali menangis kejar. Sontak saja Marvel dibikin kuwalahan kembali. Sedangkan Fayza memilih untuk masuk kedalam kamar dan menutup pintu. Ia langsung duduk diatas ranjang. Ia kembali menggigit kuku-kuku tangan nya sampai berdarah. Namun aneh nya Fayza tidak menghiraukan itu.
Ia merasa cemas dan khawatir yang tiba-tiba menyerangnya. Air matanya sudah deras membasahi pipi. Ia sangat tertekan dengan kondisi nya sekarang. Setelah mendengar penuturan apa yang baru saja mertuanya katakan. Ia menyimpulkan berarti kedua mertuanya itu tidak perduli sama sekali dengan bayi Regan.
Fay bangkit dari ranjang. Dan menghampiri laci meja belajar yang biasa Marvel duduk mengerjakan skripsi nya. Tangan nya sibuk mencari-cari pisau cutter yang ingin ia gunakan untuk menyayat lengan tangan nya kembali. Dan ketemu Fay langsung meraih pisau kecil itu dan ia arahkan ke lengan tangan nya
Dengan senang Fayza terus menyayat lengan tangannya sendiri. Cukup dalam kali ini ia menggores lengan tangannya. Sampai-sampai darah menyembul keluar. Fay langsung menghela nafas sepenuh dada dan membuang nya kasar. Kemudian ia langsung meletakkan kembali pisau tadi ke Laci meja.
Tak lama Terdengar Marvel masuk kedalam kamar dengan masih menggendong bayi Regan ditangannya. Buru-buru Fay menutup bekas sayatan yang tadi ia buat menggunakan lengan baju nya yang memang model ukuran panjang. Namun Marvel keburu melihat gelagat aneh yang Fay tunjukan. Setelah menaruh bayi Regan yang sudah tidur ke dalam box bayi.
Marvel berjalan menghampiri Fayza. Dan langsung meraih tangan istrinya. Lalu kemudian ia menyingkap lengan baju yang Fay kenakan.
" Oh s h i t . Lo ngapain Fayza. Lo mulai lagi " Marvel tau apa yang sudah terjadi. Pasalnya semenjak Fayza memberi tahu tentang penyakit SELF FARM nya. Ia sempat mencari tahu tentang sakit itu. Marvel terlihat panik saat melihat luka yang lumayan cukup dalam dan berdarah akibat goresan pisau.
Lelaki itu langsung mencari kotak obat. Bermaksud untuk mengobati luka ditangan Fayza. Marvel langsung mendudukan fayza ia dengan penuh kehati-hatian mengobati luka istrinya. Namun Fay seakan tidak perduli dengan apa yang Marvel lakukan. Ia masih diam tidak bergeming, bahkan tatap matanya pun tidak mengarah pada suaminya.
Begitupun dengan Marvel selama ia mengobati luka istrinya. Ia tidak mengeluarkan suara Sama sekali. Keduanya hanyut dalam pikirannya masing-masing. Tiba-tiba Marvel teringat kembali akan ucapan ayahnya tadi. Pikiran nya mulai kalut ia bingung harus memutuskan yang mana antara bertahan dengan kondisi yang seperti ini atau dia memilih keluar dari zona yang Sekarang dan memilih untuk mengejar impiannya.
Bersambung. .
__ADS_1