![Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]](https://asset.asean.biz.id/terjerat-pria-manipulatif---tamat--.webp)
Happy reading ✓
💫💫💫💫💫
Maria dan Briana nampak terburu-buru berjalan di koridor rumah sakit. Setelah Marvel mengabari dan menyuruh mama nya untuk datang kerumah sakit karena ada hal penting. Wanita paruh baya itu langsung menuju rumah sakit yang sudah Marvel beritahu. Dari kejauhan Maria dan Briana dapat melihat Marvel dan Fayza yang sedang duduk didepan sebuah ruangan pasien. Seketika kedua wanita tadi menghampiri anak dan menantunya
" Vel ini ada apa siapa yang sakit " tanya Maria kepada putranya
" Temen aku mah. Kali ini Marvel yang salah aku hilang kendali. Gimana aku gak emosi kalo tau istri aku diajakin kencan sama cowok didalam sana "
Marvel lagi-lagi menjelaskan dengan kalimat karangan bebas nya. Sontak hal itu membuat Fayza menoleh cepat kearah lelaki itu. Fay memasang raut wajah yang seakan bingung dengan ucapan Marvel. Namun tidak dengan Maria. Ia langsung mengusap bahu anak nya lembut dengan maksud menenangkan.
" Kamu dengar itu Fayza. Anak saya sampai rela mempertaruhkan nama baik nya demi membela hak nya " ujar Maria dirinya menatap tajam kearah Fayza
" denger Fayza. Kamu itu udah jadi bagian dari anggota keluarga Lazarus. Jadi tolong dong mulai sekarang jaga sikap. Kehidupan kamu udah gak bisa bebas kaya dulu lagi yang bisa bergaul dengan sembarang laki-laki. Hargain adik saya yang sudah jadi suami kamu "
Kali ini Briana Kaka perempuan Marvel yang bersuara. Kedua wanita itu seakan-akan berlomba lomba saling memojokkan Fayza. Mereka berfikiran Marvel melakukan kekerasan kepada orang lain itu dikarenakan oleh Fayza yang dengan ceroboh nya jalan bareng dengan lelaki lain. Ya Tuhan rasanya Fayza saat itu juga ingin menabrakan dirinya dihadapan truk yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Sedangkan Marvel yang sedari tadi menunduk. Melirik sekilas kearah Fayza tak hanya itu ia langsung menyunggingkan senyuman miring. Lagi-lagi Marvel berhasil melemparkan semua kesalahannya kepada perempuan malang itu. Ia harus terus mencuci nama baik nya agar terus terlihat bersih Dimata umum atau Dimata keluarganya.
Tak berselang lama. Marvel dan yang lainnya masuk kedalam ruangan Andre. Terlihat lelaki itu yang masih tidak sadarkan diri dengan wajah yang babak belur akibat ulah kebringasan Marvel.
Didalam ruangan itu terlihat cuma ada seorang wanita paruh baya yang bisa dipastikan itu adalah ibu Andre.
Detik itu juga Maria menghampiri ibu Andre dan memeluk nya.
Maria dengan raut wajah sedih berkali kali meminta maaf kepada ibu Andre atas apa yang anak nya lakukan. Tak hanya itu Maria juga menawarkan segala biaya yang Andre butuhkan akan ia tanggung.
" Sekali lagi saya mewakili nama anak saya meminta maaf. Anak saya sebelumnya tidak pernah seperti ini. Kalo bukan ada yang mengganggu pikirannya " ucap Maria . Dan untung nya sikap ibu andre sangat legowo ia langsung memaafkan semua yang diperbuat oleh Marvel.
Setelah semua dirasa cukup. Maria langsung ijin pamit kepada ibu Andre. Ia langsung keluar dari ruangan itu disusul dengan yang lain.
Maria dan Briana memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Sedangkan Marvel dan Fayza juga akan pulang menggunakan mobil yang berbeda dengan Maria.
Setelah sepasang suami istri itu sampai didalam mobil Fayza langsung menatap kearah Marvel tajam. Matanya kembali berkaca-kaca
__ADS_1
" Kenapa sih vel Lo suka banget membolak balikan cerita dan fakta. Maksud Lo apa dengan bilang ke mama kalo andre ngajak gue kencan. Faktanya gue mau kerja kelompok vel. Kenapa Lo selalu aja menyudutkan gue hah " ucap Fayza emosi
Bruaakkkkk
Suara dashboard yang digebrak oleh Marvel membuat Fay terlonjak kaget. Seketika Fay memejamkan matanya sekilas.
Sedangkan Marvel langsung menatap kearah Fayza dengan sangat tajam.
" Perempuan sialan Lo. Gue ngomong kaya gitu biar mama gak berfikiran jelek sama Lo. Lo mau kalo gue ngomong yang sebenarnya kalo gue mukulin Andre alasan nya karena ngeliat Lo yang jalan berdua sama cowok lain hah " ucap Marvel dengan nada tinggi
Fayza menggeleng gelengkan kepala seakan tidak percaya dengan penuturan marvel yang kelewatan.
" Gue udah bilang vel gue cuma mau kerja kelompok. Dan saat gue telfon ke nomor Lo berkali-kali sama sekali gak Lo ang- "
" Lo bisa diem gak. Ngebantah melulu jadi orang. Lagian bukan hal yang besar gue mukulin si Andre. Lo gak usah repot-repot harus perduli sama cowok itu ngerti. Gue cape ngeladenin tingkah lo yang suka ngelunjak sama gue " seloroh Marvel
Fayza lantas menggigit bibir bawahnya kuat. Ia hanya bisa menangis dalam diam. Rasa nya sangat sesak. Setiap orang seakan menyalahkan dirinya. dimata para mahasiswa. Dimata mama mertua. Bahkan Dimata suami sendiri Fay terus disalahkan.
*******
" Fayza tolong yah ini terakhir kalinya kamu mempermalukan nama baik Marvel Dimata umum. Jangan suka bertindak semaunya. Saya tahu kamu berasal dari keluarga yang mungkin tidak mengerti arti kehormatan keluarga. Tapi kamu harus bisa membawa diri saat masuk dalam lingkup keluarga kami. Beruntung sekarang suami saya sedang ada perjalanan bisnis diluar negeri. Kasian Marvel pasti dia yang akan disalahkan oleh papa nya "
Mendengar kalimat yang di lontarkan Maria. Rasa sesak langsung menyerang relung hati Fayza. Kenapa ibu mertua nya itu suka sekali mengungkit tentang keluarga Fayza. Bahkan mereka sama sekali belum mengenal baik dengan keluarganya.
Setelah itu Maria langsung pergi dari hadapan Fayza yang masih berdiri. Sedangkan Marvel tengah asik duduk santai di atas sofa seakan tidak perduli sama sekali dengan keadaan istrinya.
" Vel Lo gak jadi sama Diona malah dapet yang model begini. Ini mah ibarat kata buang berlian dapet nya besi karat " ucap Briana semaunya
" Lo seriusan vel doyan sama modelan begini. Mana bisa sampe hamil lagi hadeh yang beginian mah di Aussie gak laku " seloroh Ervan sepupu Marvel. Ervan memang terkenal dengan sikap nya yang saklak ia akan berkomentar pedas jika tidak sesuai dengan ekspektasinya
Mendengar hinaan atau Bullyan secara verbal. Tangan Fay sedari tadi sudah meremas kuat tali tas yang terselip diantara ketiak nya.
Air matanya sudah menggenang di pelupuk mata. Sedangkan Marvel sosok yang diharapkan akan membela nya malah ikut menimpali hinaan Kaka dan sepupunya dengan terkekeh kecil
Fay langsung mengumpati diri sendiri dalam hati. Mana mungkin seorang Marvel akan membela dirinya. Detik itu juga Fay langsung berjalan cepat menaiki tangga dan berjalan kearah kamar. Fay langsung melemparkan tas nya diatas ranjang
__ADS_1
Sedangkan dirinya sendiri terduduk dilantai bersandarkan tepian ranjang. Wajah nya ia masukan kedalam lipatan antara paha Dangan tangan. Ia menumpahkan semua air mata yang sedari tadi ditahan
Seketika ia merasa kesal dengan dirinya sendiri. Fay merasa tertekan berada diantara keluarga Marvel.
Sontak memori bayangan saat ia masih kecil berputar dikepala nya. Saat ibu dan ayah nya masih hidup . Mereka sangat menyayangi Fayza memperlakukan bak seorang putri. Namun kenyataannya sekarang tak ada lagi yang memperlakukan nya seperti seorang putri.
Tanpa Fayza sadari sedari tadi ia memikirkan hal yang baru saja terjadi saat hinaan verbal yang diucapkan oleh sepupu dan kaka ipar nya terus berputar dikepalanya bagai kaset rusak. Fayza lagi-lagi mulai menggigiti kuku tangan nya sampe habis dan membuat kulit kuku nya terkelupas.
Badan nya sambil bergoyang maju mundur seakan mengikuti irama jam yang sedang berdetak dan tangan nya juga bergetar. Tatapan nya kosong mengarah kearah pintu yang masih tertutup. Entah kenapa Fay merasa dirinya mendadak menjadi takut untuk bertemu dengan orang lain
Ia takut orang akan mengucapkan kata-kata yang akan menyakiti hati nya
Tidak dikampus ataupun dirumah seakan Fayza adalah target yang siap dibidik dengan serangkaian kata-kata hinaan. Tok..tok..tok Fay cukup terkejut kala mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Buru-buru ia mengusap pipinya agar tidak terdapat air mata yang tadi membasahi. Fay berdiri dari duduknya dan berjalan membuka pintu detik itu juga pintu terbuka lebar. Menampilkan Ervan sudah berdiri diambang pintu kamar terlihat tangan nya membawa baki berisi satu gelas susu.
" Tadi Tante Maria nyuruh gue bawain susu hamil buat Lo karena Marvel tadi ijin mau keluar karena ada urusan penting . Oh iya Suruh diminum langsung " ujar Ervan dengan wajah datar
Sedangkan mendengar itu Fay langsung bersikap canggung. Karena ia merasa tidak enak dengan pria didepan nya. Seharusnya tidak perlu repot-repot. Pikir fayza
" O-oh i-iya ka terimakasih banyak. Mau mampir dulu ka " ucap Fay yang masih merasa canggung. Sedangkan mendengar jawaban Fayza Ervan langsung menaikan satu alisnya
" Oh jadi ini sifat Lo yang dengan gampang menyuruh pria yang baru Lo Kenal buat mampir kekamar " tanya Ervan setelah nya ia terkekeh miring
Mendengar tuduhan Ervan. Fay langsung menggeleng cepat. Bukan itu maksud Fayza. Ia hanya berbasa basi dengan orang yang sudah baik padanya. Tidak terbesit niat sedikitpun dengan apa yang sudah Ervan tuduhkan atau pikirkan.
" Maaf ka saya gak bermaksud. "
" Lebih baik Lo abisin susu nya. Terus Lo turun kebawah. Lo harus bisa membawa diri dan Lo harus bisa membaur dengan anggota keluarga suami Lo " ucap Ervan kemudian. Ia langsung pergi dari hadapan Fayza
Fayza turun dari kamarnya. Tangan nya membawa bekas gelas susu yang sudah tandas tak tersisa. Fay langsung menuju arah dapur. Terlihat dapur agak sedikit berantakan dan cucian piring menumpuk Setelah itu datanglah Maria masuk diarea dapur.
" Pekerja disini lagi pada libur. Sengaja kalo malam Minggu memang jadwal mereka pergi libur. Saya sudah kelelahan sedari tadi masak. Jadi tolong yah Fay kamu cuci semua piring dan peralatan dapur yang kotor. Kamu bisa cuci piring kan " perintah Maria
" Iya ma bisa ko " jawab Fay tersenyum simpul
__ADS_1
Bersambung. .