Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]

Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]
Bab. 20


__ADS_3

Happy reading ✓


💫💫💫💫💫


Tangan Fayza begitu sangat cekatan menggosok piring maupun gelas dengan menggunakan busa yang sudah berlumur sabun. Gadis itu terus menerus meringis saat dirinya mencuci piring. Pasalnya luka ditangan terasa sangat perih saat bekas gigitan kuku-kuku itu tersiram sabun dan air.


Dan aneh nya kenapa suhu air dirumah marvel begitu sangat dingin bagi Fayza. Sampai gadis itu menggigil saat masih sibuk berkutat dengan cucian piringnya.


Tak terasa dua jam Fayza berhasil menyelesaikan semua cucian piring kotor dan segala peralatannya. Gadis itu nampak tidak enak badan ia merasa perutnya nya juga sangat kram.


Namun Fay memutuskan untuk menahan semua itu dan memilih berjalan menghampiri keluarga Lazarus yang sedang berkumpul sembari menonton televisi.


Ada Maria, Briana , Ervan , dan ada juga Marvel yang nampak baru datang dari luar. Mereka berempat nampak sedang bercanda gurau. Sejujurnya Fay sangat canggung ia bingung harus apa. Akhirnya ia memutuskan untuk duduk diujung sofa ruang keluarga itu. Agak menjauh dari mereka berempat


Dan lagi-lagi mereka semua seperti tidak menghiraukan kehadiran Fayza. Seperti menganggap Fayza tidak ada diantara mereka semua. Justru Mereka makin asik berbincang dengan gurauan yang terus menerus diucapkan.


Fayza rasanya ingin sekali naik keatas masuk kedalam kamar. Bukan masalah dirinya dicuekin oleh keluarga Marvel. Namun ia merasa tubuh dan perut nya makin sakit. Keringat jagung sudah membasahi pelipisnya. Tak kuat lagi Fay langsung berdiri dan balik badan ingin menuju tangga


" Kamu mau kemana Fayza. Orang mah sini berbaur dengan keluarga suami kamu. Memang nya kamu gak nyaman sama kita kayanya kamu buru-buru banget pengen menghindari kami "


Langkah Fay terhenti kala mendengar teguran dari Maria ibu mertua nya. Seketika Fay berbalik badan. Dan mengulas senyum simpul kearahnya.


" Maaf ma aku ngerasa gak enak badan. Niatnya aku mau istirahat aja dikamar " jawab Fay Jujur


Kemudian Marvel berjalan menghampiri istrinya dan menyentuh tangan Fay untuk ia dudukan kembali. Sembari tersenyum lembut kepada Fayza.


" Kamu duduk lagi yah. Sini sama aku " ucap Marvel lembut. Sembari mendudukkan tubuh istrinya. Fayza hanya pasrah dengan semua yang Marvel lakukan


" Apa dulu keluarga kamu gak mengajarkan arti kehangatan sebuah keluarga Fay. Dengan kumpul-kumpul begini juga penting loh Fay membuat keluarga makin harmonis. Memang nya setiap harinya apa saja sih yang keluarga kamu ajarkan ko kayanya kamu susah banget untuk berbaur"


Satu tangan Fayza terkepal kuat. Saat lagi-lagi Maria dengan seenaknya mengungkit dan merendahkan keluarga nya. Fay menunduk sambil menggigit bibirnya kuat. Sekuat tenaga Fay mencoba untuk tidak menangis.

__ADS_1


Entah kenapa iya merasa sangat sensitif dengan semua omongan yg keluar dari mulut ibu mertua nya. Entah ini bawaan kehamilannya yang membuat hati Fayza yang sedikit dikit merasa sesak. Ataukah memang ucapan ibu mertua nya saja yang seenak dengkul berbicara atau mengulik tentang keluarganya.


Maria, Briana dan Ervan kembali berbincang dan bersendau gurau kembali. Sedangkan Marvel yang duduk disamping Fayza hanya diam satu tangannya menggenggam kuat satu tangan Fayza.


" Ssshh vel lepasin sakit " bisik Fay ke Marvel


" Gue mohon Fay sama Lo. Tolong hargai nyokap gue yang selama ini udah baik sama Lo " ucap Marvel yang juga berbisik


" Tapi gue gak enak badan vel. Gue pengen tiduran perut gue juga sakit banget please Lo ngertiin kondisi gue "


" Dulu Lo gak pernah sok lemah kaya gini Fay. Kebanyakan drama Lo "


Fay tidak membalas ucapan Marvel. Ia sibuk menahan rasa sakit nya terutama dibagian perut. Ia balik menggenggam kuat tangan Marvel tak hanya itu tangannya juga sudah bergetar keringat biji jagung pun sudah terus mengalir di pelipisnya. Menyadari itu Marvel hanya berdecak kesal seakan ia meremehkan kondisi yang saat ini Fay rasakan.


" Ma Marvel keatas dulu yah sama Fayza. Aku juga udah cape pengen istirahat " ucap Marvel yang diangguki oleh mama nya. Lelaki itupun langsung menggandeng tangan Fayza yang masih bergetar. Dengan perlahan Fay menaiki tangga satu persatu.


" Lelet banget sih Lo kapan nyampe kamarnya " gerutu Marvel


" Ck ratu drama " seloroh Marvel


Akhirnya kedua nya sampai didalam kamar. Fay Langsung merebahkan dirinya diatas kasur. Terlihat jelas bibirnya yang pucat dan keringat masih terdapat diarea pelipis dan keningnya. Melihat itu Marvel berdecak sebal. Ia langsung keluar kamar


Setelah beberapa saat Marvel kembali masuk kedalam kamarnya lagi. Ditangannya terdapat baki berisi makanan dan teh hangat. Lalu ia meletakkan makanan itu diatas meja nakas samping ranjang


Tanpa mengeluarkan kata. Marvel mencoba membantu Fay untuk bersandar di papan dipan sambil diganjal menggunakan bantal diantara tengkuk nya.


" Cepet Lo makan. Gue udah susah-susah bawain makanan buat Lo "


" Tapi vel gue lemes banget. Sumpah gue gak bohong "


" Oke gue suapin tapi harus di habisin "

__ADS_1


Akhirnya Fay mengangguk. Dengan telaten Marvel menyuapi Fayza sesuap demi sesuap. Walaupun tatapan Marvel tidak mengarah ke arah fayza. Bagi Marvel ia tidak Sudi untuk saat ini hanya sekedar menatap wajah istrinya.


Ditengah-tengah aksi makan nya. Tiba-tiba Fay terasa mual ia langsung lari kearah kamar mandi dan memuntahkan kembali makanan yang ia telan. Tubuh Fay langsung merosot lemas sedangkan Marvel melihat kondisi Fayza hanya berkacak pinggang mata lelaki itu ia rotasikan jengah. Baginya kelakuan Fayza hanya drama semata.


" Nyusahin banget Lo Fay. Tau bakal begini dari awal aja Lo gugurin kandungan Lo "


Setelah mengatakan itu Marvel keluar dari kamar mandi. Menyisakan Fayza yang masih terduduk lemas. Gadis itu tak sempat membalas ucapan Marvel barusan. Ia lebih mengendalikan rasa sakit nya. Lebih tepatnya sakit fisik maupun sakit hati.


Sekuat tenaga Fayza mencoba bangkit dan keluar dari kamar mandi. Sesekali ia meringis sembari memegangi perutnya yang terasa keram . Entah kenapa Fayza merasa langit-langit kamarnya serasa berputar. Tak kuat lagi tubuh Fayza langsung ambruk tepat disamping ranjang yang terdapat Marvel yang sudah tertidur.


Disisi lain Marvel yang masih setengah tidur. Mendengar suara seseorang terjatuh langsung bangkit dan melihat Fayza yang sudah tergeletak dilantai. Dengan raut wajah malas ia membopong tubuh Fayza dan ia letakan di atas kasur. Kemudian ia langsung keluar dari kamar untuk menemui mama nya agar menghubungi dokter pribadi keluarga Lazarus.


💫💫💫💫


Semua anggota keluarga Lazarus berkumpul jadi satu didalam kamar Marvel. Mereka semua memperhatikan dokter Yandi yang sedang memeriksa kondisi Fayza. Saat itu juga Fayza sudah sadar dari pingsannya. Setelah dokter Yandi selesai ia langsung mengehela nafas sejenak memasang wajah serius.


" Begini nyonya Maria. Kondisi kehamilan fayza sangat lemah. Kalau bisa Fayza jangan terlalu banyak pikiran atau stres dulu itu akan berbahaya untuk janin nya. Saya akan kasih obat penguat kandungan yang bagus agar janin nya tetap kuat dan bertahan. untuk mbak Fayza jangan banyak pikiran dulu yah. Kasian bayinya oke "


Dokter Yandi dengan ramah menjelaskan kepada Maria dan juga Fayza. Mereka semua hanya mengangguk. Setelah itu dokter Yandi pamit undur diri dari hadapan keluarga Lazarus Briana dan Ervan juga ikut keluar dari kamar Marvel dan menyisakan Maria Marvel serta Fayza.


" Haduh anak jaman sekarang. Dulu yah Fay waktu mama hamil Marvel. sama sekali gak payah begini loh. Malah mama masih sempat masak-masak buat keluarga besar. Boro-boro bisa santai " ucap Maria menggelengkan. Kepala seakan dirinya tak habis pikir dengan menantu nya yang satu ini


" Makanya Fay kamu harus banyak belajar dari mama aku. biar kamu bisa ambil contoh yang positifnya. Supaya Jadi istri sekaligus ibu yang baik gak manja kalo udah begini yang ada kamu malah repotin mama kan " ucap Marvel dengan mengusap usap kepala Fayza.


Sedangkan Fayza dengan kondisi yang masih lemas. Ia hanya diam walaupun kalau boleh jujur dalam hatinya ia merasakan rasa sesak yang begitu menghimpit di relung hatinya. Lihatlah ibu dan anak itu. Disaat-saat Fay jatuh sakitpun mereka masih saja menyalakan dirinya.


Fay mulai merasa tertekan. Setengah mati ia menahan agar Isak tangisnya tidak keluar. Satu tangan nya meremas kuat seprei yang terpasang diatas ranjang. Tak berselang lama Maria dan Marvel pergi keluar dari kamar itu. Detik itu juga bulir air asin lolos begitu saja melalui sudut mata Fay karena posisi Dirinya yang tidur terlentang.


Entah kenapa ada hasrat dan pikiran yang menginkan kembali agar ia menyakiti dirinya lagi. Seketika Fayza bangkit dengan kondisi yang masih lemah. Ia mengedarkan matanya mencari cari benda yang sekiranya bisa membuat hati nya tenang. Fay melihat pisau cutter kecil yang terselip dimeja belajar Marvel. Fay bangkit dan mendekat kearah meja itu tangannya meraih cutter dan seketika ia sayatkan kembali ketangan nya. Lagi-lagi senyum Fay terbit kala cutter itu berhasil menyayat lengan nya. Ada perasaan sedikit lega saat ia berhasil menyakiti dirinya sendiri.


Fay kembali tidur meringkuk sembari terus menggigit kuku tangan nya. Padahal tidak ada lagi kuku panjang yang bisa ia gigit. Semua kuku jari nya sudah habis bahkan ada yang sudah terkelupas

__ADS_1


Bersambung. .


__ADS_2