![Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]](https://asset.asean.biz.id/terjerat-pria-manipulatif---tamat--.webp)
Tak terasa sudah dipenghujung cerita aja. Terimakasih yang sudah setia membaca cerita gak jelas karyaku ini.
Happy reading ✓
💫💫💫💫💫
" Ken tolong itu kamu gendong Regina sebentar dia nangis. Aku lagi nyiapin bekal buat Regan " teriak Fayza dari arah dapur terlihat dirinya yang nampak sangat sibuk
" Ssshh cup cup sayang anak papa yang cantik " ucap Kenzo pada putri kecil nya yang baru berusia satu tahun. Ia berjalan menghampiri Regan yang sedang mengenakan sepatu dengan regina yang berada digendongnya.
" Papa apa wajah Dede Regina mirip aku " tanya Regan polos. Sedangkan kenzo Langsung tersenyum dan mengusap kepala anak laki-laki itu.
" Tentu dong. Dede Regina mirip sekali sama kamu. Sama-sama lucu dan gemesin " jawab Kenzo yang membuat Regan tersenyum lebar melihatkan gigi kecilnya yang sudah beberapa ada yang ompong.
Setelah bekal makanan Regan sudah beres. Fayza mengantar Regan untuk masuk dalam mobil untuk berangkat ke sekolah nya yang baru. ya karena semenjak dirinya sudah resmi jadi nyonya Kenzo ia sudah sepakat tinggal dirumah besar itu jadi mau tidak mau sekolah Regan juga harus pindah. Oleh sebab itu kini Kenzo mempekerjakan seorang supir khusu mengantarkan Regan sekolah.
Setelah berpamitan dengan kedua orangtuanya dan adiknya. Regan masuk kedalam mobil untuk berangkat ke sekolah. Sedangkan kenzo setelah banyak pertimbangan kini dirinya memilih untuk buka praktek disalah satu rumah sakit terbesar yang ada di ibukota. Sedangkan klinik miliknya yang ada di Surabaya ia serahkan pada orang kepercayaan nya. Jika ada pasien yang ingin berkonsultasi maka orang kepercayaan nya itu mengarah kan agar segera kejakarta untuk menemui dokter Kenzo.
Sementara nasib cafe milik fayza terpaksa ia tutup dikarenakan tidak ada yang mengelola. Sebab indah sudah menikah dengan Karel dan memilih hidup di Jakarta dengan membangun rumah untuk mereka tempati.
Saat ini Melinda sedang ada tugas keluar negeri. Oleh sebab itu Fayza merasa kuwalahan saat dipagi hari. Pasalnya jika ada mertuanya ia yang akan membantu nya merawat Regina.
" Permisi Bu Fayza ini tadi ada kurir nganter paket ini " beritahu salah satu ART yang bekerja dirumah itu dan langsung menyerahkan paket itu kepada Fayza. Saat ini Fay sedang menemani suaminya sarapan karena Kenzo harus kerumah sakit untuk bertemu janji dengan pasien nya.
" Kamu aja Ken yang buka. Aku susah lagi nyusuin Regina " ujarnya sembari menyerahkan paket tersebut pada Kenzo. Namun bukannya langsung mengambil nya lelaki itu malah mendekatkan wajahnya untuk mencium pipi putrinya yang sedang menyusu lalu ia mengelus pipi bayi itu menggunakan jari tangan nya tak hanya itu dengan jahil Kenzo juga ikut mencolek payudara Fayza. Tentu saja Fay Langsung melotot kesal namun kenzo hanya terkekeh.
Lalu fokusnya saat ini kembali pada paket yang sudah berhasil dibuka. Ternyata isi paket itu adalah sebuah undangan pernikahan yang tertulis nama Marvel dan Wilona sebagai calon pengantin.
__ADS_1
*
*
💫💫💫💫
Malam ini Kenzo dan Fayza serta Regan sudah terlihat rapi. Pasalnya ketiganya akan datang kesebuah gedung yang dimana pesta pernikahan Marvel dan Wilona diselenggarakan.
" Mah Fay titip Regina yah. Soal nya kasian kalo Fay bawa. Takut rewel " ujar Fay pada Melinda.
" Iya sayang. Udah kamu pergi aja gak usah khawatirin regina. Biar mamah yang urus. Lagi pula mamah juga kangen beberapa hari ini gak ketemu sama cucu mamah yang satu ini " jawab Melinda tersenyum
Dan setelahnya Kenzo Fay dan Regan langsung masuk kedalam mobil menuju lokasi. Tak terasa perjalanan mereka sampai juga kenzo segera memarkirkan mobilnya ditempat yang sudah disediakan. Dengan perlahan Kenzo langsung merangkul bahu Regan dan satu tangan nya menggandeng tangan istrinya.
Ternyata suasana didalam gedung sudah sangat ramai. Terlihat Marvel dan Wilona yang sudah berdiri diatas panggung pelaminan yang sangat amat megah. Disana juga sudah ada Anton dan Maria berdiri disisi pengantin sementara disisi lainnya terdapat kedua orang tua dari Wilona.
" Ndah Lo udah dari tadi " tanya Fay
" Engga ko gue juga baru sampe " jawabnya
Akhirnya mereka semua bergabung. Saat mereka akan menuju keatas pelaminan langkah nya terhenti kala berpapasan dengan dua pasangan dan satu anak kecil berjenis kelamin perempuan mungkin usianya tak jauh berbeda dengan Regan.
" Hai apa kabar Lo semua " ucap Dante pada rombongan Kenzo dan Karel
" Hai dan lama gak ketemu. Hai juga Diona " ucap karel karena dialah satu-satunya yang sangat kenal baik dengan kedua pasangan suami-istri tersebut.
" Hai juga rel kabar gue baik " jawab Diona tersenyum. Kini mata nya melirik kearah Fayza yang sedang digandeng oleh Kenzo.
__ADS_1
" Hai Fayza apa kabar " tanya Diona mencoba berbasa-basi.
" Gue baik " jawab Fay tersenyum tipis
Setelah sedikit berbincang bincang akhirnya rombongan Kenzo dan Karel langsung memutuskan untuk segera naik keatas pelaminan bermaksud untuk menyalami kedua mempelai. Dengan Kenzo dibagian paling depan disusul Regan dan Fayza lalu ada indah terakhir Karel.
Pertama Tama mereka berhenti terlebih dahulu dihadapan Maria dan anton. Nampak nya kedua orang paruh baya itu masih tetap dengan rasa acuhnya. Bahkan terhadap Regan yang notabene cucu kandungnya sendiri namun seakan kedua orang itu sama sekali tidak perduli. Namun Fay mencoba bersikap biasa saja. Dan pada akhirnya kini Kenzo dan Fayza sudah berhenti tepat didepan Marvel. Mereka memberikan selamat dan ucapan doa terbaik untuk kedua pengantin itu.
" Selamat yah vel, Wil semoga kalian selalu bahagia. Cepet dapat momongan " ucap Kenzo lalu berpelukan dengan Marvel
" Vel gue berharap lo selalu bahagia sama Wilona. Pokoknya doa yang terbaik buat Lo berdua " ujar Fayza tersenyum lembut dan langsung dibalas senyum juga oleh Marvel dan Wilona. Keduanya saling berpelukan bergantian. Detik berikutnya Marvel Langsung berjongkok guna memeluk Regan dan menciumnya. Wilona pun sama wanitabitu mencium pipi Regan lembut dan mengusap rambutnya.
" Regan bahagia kan kalo ayah menikah sama tante Wilona" tanya Marvel
" Kalo ayah bahagia aku juga bahagia " jawabnya dengan tersenyum senang.
Kemudian mereka semua berfoto-foto dengan maksud mengabadikan momen-momen tersebut. Semua yang hadir diacara itu nampak sangat berbahagia ada yang lanjut berdansa disebuah tempat yang sudah dikhususkan ada juga yang menyanyi dan berjoged.
Dan saat ini lah momentum yang ditunggu-tunggu oleh tamu yang masih singgle mereka semua berkumpul antusias untuk berebut sebuket bunga yang akan pengantin itu lemparkan.
" Satu dua tiga "
Seikat buket bunga melayang keudara dengan tertawa riang orang-orang yang tadi berkerumun saling berebut satu sama lain.
TAMAT
__ADS_1
ini next novel ku. yang berminat baca silakan cek profil ku yah terimakasih 🙏.