![Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]](https://asset.asean.biz.id/terjerat-pria-manipulatif---tamat--.webp)
Happy reading ✓
💫💫💫💫💫
Marvel dan Karel masih menunggu dengan harap-harap cemas. Sudah 2 jam berlangsung namun belum ada tanda-tanda dokter keluar dari ruangan persalinan tersebut. Marvel menghela nafas panjang dan membuang nya dengan kasar. Wajah nya ia dongakan keatas. Sedangkan Karel hanya melirik sekilas kearah sahabatnya.
Tak berselang lama yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul. Seorang dokter yang menangani Fayza keluar dari ruangan persalinan. Dokter itu menghela nafas kemudian tersenyum kearah kedua pemuda didepannya.
" Operasi nya berjalan lancar bayi nya laki-laki. Ibu dan bayinya juga selamat. Namun kami harus melakukan tindakan medis lebih intensif kepada bayinya mengingat kondisi bayinya juga terlahir prematur. Kami sedang melakukan pemeriksaan karena seperti nya ada masalah dengan jantung si bayi "
Deg!
Hati Marvel bagai tercubit sesaat mendengar penuturan dari dokter barusan. Entah kenapa perasaan lelaki itu menjadi kalut. Ada rasa takut bercampur khawatir yang tiba-tiba melanda.
" Lakukan saja dok. Apapun yang kiranya terbaik untuk anak saya " ucap Marvel kemudian
*****
" pak Marvel bisa ikut dengan saya " ucap dokter yang menangani kondisi Fayza dan anaknya. Marvel mengangguk dan segera mengikuti dokter tersebut untuk masuk kedalam ruangannya.
" Begini pak Marvel. Hasil pemeriksaan yang kami lakukan sudah keluar dan saya harus memberitahu kalau bayi anda ada masalah dengan jantung nya dan itu murni bawaan lahir. Dan setelah kami melakukan pemeriksaan juga. Sepertinya ada masalah pada kornea mata bayi. Tapi itu belum terlalu terlihat secara signifikan. Nanti kalau sudah 6 bulan tolong bawa kesini lagi untuk kami check ulang "
Dokter itu menjelaskan dengan gamblang. Tentu saja hal itu sontak membuat Marvel tertunduk lesu lagi-lagi hati nya merasa teriris kala seusai mendengar penjelasan dari dokter barusan. Tanpa sadar air mata nya menetes. Bagaimana bisa kondisi bayinya begitu sangat memprihatinkan. Batin Marvel
Maria, Anton dan Briana baru saja tiba dirumah sakit. Dan ketiganya langsung menghampiri Marvel yang duduk lesu masih dengan bersama Karel.
__ADS_1
" Marvel gimana nak. Semua baik-baik saja kan " Maria bertanya sembari ikut duduk disebelah putranya
" Fayza baik-baik aja ma. Tapi bayi nya yang gak baik-baik aja. Kata dokter ada masalah sama jantung nya dan kornea matanya juga ada masalah" dengan nada lesu Marvel menjelaskan pada ibunya. Mendengar itu Maria hanya menghela nafas sepenuh dada dan membuang nya perlahan.
Tak lama berselang dokter keluar dari ruang rawat Fayza. Gadis itu sudah dipindahkan dari ruang operasi keruang rawat inap. Sedangkan bayinya berada di inkubator sedang dalam penanganan intensif.
" Nyonya Fayza sudah sadar. Kalian boleh masuk tapi kalau bisa jangan dulu mengajak bicara yang berat-bera. Takuti nya emosi pasca lahiran belum stabil " jelas dokter dan langsung berlalu pergi.
Tak menunggu lama semuanya pun akhirnya masuk kedalam ruangan VVIP yang fayza tempati. Fayza masih berbaring tatapan nya kosong memandang hampa didepannya. Seakan tidak perduli dengan orang disekitar.
" anak jaman sekarang memang susah kalau dikasih tau. Coba aja dulu dia gak ngotot ingin keluar dari rumah kita. Pasti kondisi nya dan juga bayinya baik-baik aja. Ini semua terjadi bisa saja dari pola hidupnya yang sembarangan " Maria berucap nada suara nya terdengar menyudutkan
" Ya begitulah Maria. Kalau orang dari kelas menengah kebawah itu biasanya akan bersikap demikian. Semaunya sendiri " kali ini Anton meninmpali.
Sedangkan Marvel hanya diam. Namun entah kenapa untuk kali ini ada rasa marah kepada kedua orangtuanya sesaat berucap kata-kata barusan. Sedangkan Karel hanya melirik kearah dua manusia paruh baya itu.
*
*
💫💫💫💫
SATU BULAN KEMUDIAN
" Marvel suruh bayi ini diem. Gue gak tahan dari tadi nangis melulu berisik " teriak Fayza kesal. Dirinya tetap tidur meringkuk diatas ranjang namun walau demikian wanita itu berteriak kesal sembari berderai Air Mata
__ADS_1
Dengan terburu-buru Marvel langsung masuk kamar dan melihat kearah Regan putranya dan langsung ia ambil dari box bayi dan menggendong nya.
Ya. Sudah satu bulan setelah kepulangan Fayza dari rumah sakit. Marvel memutuskan untuk tetap pulang dan tinggal dirumah Fayza bersama dengan bayi mereka yang diberi nama Regan putra Lazarus. Dan selama satu bulan ini juga. Fayza sama sekali tidak pernah menyusui ataupun menggendong bayi nya itu.
Wanita itu tiap harinya hanya diam dengan tatapan kosong. Terkadang ia bisa ikut menangis jika Regan sedang menangis. Namun Fay enggan untuk sekedar menggendongnya. Maka dari itu Marvel lah yang bertugas ganda mengurusi Regan mengingat Fayza yang acuh pada bayinya sendiri. Seperti sekarang
" Fay Regan rewel pengen digendong sama Lo. Nih coba Lo gendong bentar aja. Bahkan dari Regan lahir Lo belum pernah gendong dia sekalipun " ujar marvel yang mendekati Fayza sembari menggendong Regan ditangan nya
" Gue gak mau. Bawa pergi bayi itu " ucap Fayza tanpa melihat kearah Marvel
" Fay sekali aja " mohon Marvel
" Gue gak mau bajingan pergi sana " usir Fayza dengan nada tinggi. Detik itu juga Marvel keluar dari kamar sembari tetap membawa Regan di gendongannya
Ada alasan yang membuat Fayza demikian. Sebelum nya Fayza sempat di diagnosa terkena syndrom baby blues. Itu adalah gangguan mental pasca melahirkan. Lagi-lagi itu dipicu karena ada sebuah tekanan dan stres yang dialami. Apalagi Fayza ada riwayat penyakit mental juga yang bernama self farm hal itu makin memperparah kondisi nya.
Tak jarang disaat-saat tertentu jikalau Fayza sedang menyendiri. Dan ketika ia mengingat kejadian yang sekiranya membuat tertekan atau sedih yang teramat. Ia akan melakukan aksi menyakiti diri lagi dengan cara menyayat nyayat lengan tangan nya.
Bahkan jika Fayza mendengar suara tangisan Regan. Dirinya merasa kesal akan tetapi ia juga ikut menangis. Entah apa yang sebenarnya ia rasa sulit untuk dijabarkan.
Ditengah malam Fayza merasa tidurnya terganggu manakala mendengar suara Regan yang nangis terus menerus. Sedangkan sedari tadi juga Marvel sibuk menenangkan bayinya.
" Ssshh udah sayang diem. Regan diem yah anak pinter " ucap Marvel dengan Maksud menenangkan bayi kecilnya itu.
" Berisik " Fayza terduduk dan berteriak kala tidurnya terganggu oleh suara tangisan Regan. Detik itu juga Marvel membawa Regan untuk digendong dan membawanya keluar kamar.
__ADS_1
Dengan susah payah marvel menggendong bayi sembari membuatkan susu formula kedalam botol. Ya karena Fayza yang memang tidak mau memberikan bayinya asi. Jangankan memberi nya asi menggendong nya pun tidak mau. Jadi urusan membuat susu itu sudah menjadi tugas Marvel.
Bersambung. .