![Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]](https://asset.asean.biz.id/terjerat-pria-manipulatif---tamat--.webp)
Happy reading ✓
💫💫💫💫💫
Derit pintu cafe yang terbuat dari desain kaca itu terdengar berbunyi. Itu artinya ada seseorang yang mendorong dan nampaklah bocah kecil berpakaian seragam sekolah masuk dengan memegang tongkat ditangannya. Tak hanya itu dibelakang Regan nampak juga Kenzo yang berjalan mengekori Regan sembari membawakan tas milik bocah itu.
Fayza yang sedang duduk dimeja kasir segera menghampiri dua laki-laki yang baru datang tadi. Suasana dicafe tersebut lumayan cukup ramai. Dan untuk pertama kalinya Kenzo berkunjung ke cafe milik fayza ini.
" Loh Ken ko Regan bisa pulang sama Lo " tanya Fay heran
" Iya gue sengaja pengen jemput Regan. Gapapa kan namanya juga jemput anak sendiri " jawab Kenzo sembari mengedipkan satu matanya kearah Fayza sembari tersenyum. Melihat itu Fayza hanya mendengus dan balik tersenyum
" Tapi aku seneng banget Bu kalau papa Kenzo yang jemput. Biar temen-temen aku lihat. Kalo aku juga punya ayah " ucap Kenzo tersenyum manis.
" Tapi papa kamu juga kan takutnya lagi sibuk. Takut ganggu kerjaan nya. nanti pasien nya marah-marah lagi " jelas Fayza
" Kebetulan hari ini gue lagi gak ada janji ko. Free makanya gue langsung meluncur kesekolah Regan " ujar Kenzo satu tangannya mengacak gemas rambut bocah kecil itu.
" Ya sudah kalian duduk dulu. Ibu bikinin makan sama minuman yah " setelah nya Fayza pergi menuju pantry untuk menyiapkan beberapa makanan dan minuman.
Kini ketiga orang itu sedang makan bersama. Terlihat Kenzo dan Regan yang nampak makin akrab saja dari cara mereka berinteraksi satu sama lain sudah tidak ada lagi rasa canggung.
" Regan sekarang kamu istirahat yah nak. Kamu kan pasti cape " titah Fayza dan langsung diangguki oleh Regan. Setelahnya bocah itu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kekamar yang terletak dibelakang. Kamar itu sengaja Fayza gunakan untuk dirinya beristirahat jikalau merasa lelah saat ada di cafe
Setelah Regan sudah masuk dalam kamar. Nampak nya Kenzo masih belum enggan untuk beranjak pergi. Ya mau tidak mau Fay harus menemaninya.
" Gue salut sama Lo Fay " ucap Kenzo kemudian
" Salut kenapa " jawabnya
" Ya Lo bisa bertahan sampai sejauh ini "
__ADS_1
" Ini gue lakukan demi Regan. Gue udah gagal jadi wanita baik-baik setidaknya gue harus jadi ibu yang baik buat anak gue " mendengar itu Kenzo hanya mengangguk angguk kan kepala. Detik berikutnya satu tangan Kenzo meraih tangan Fayza yang wanita itu letakan di atas meja. Menggenggam nya dengan lembut
" Fay gimana sama jawabannya. Lo bersedia gak jadi istri gue. Lo tau gak kenapa sampai detik ini gue belum merit. Itu karena hati gue masih mengharapkan Lo Fay "
" Lo serius Ken. Maksud gue Lo kan tau gue itu status nya janda anak satu. Apa Lo gak malu " tanya Fayza mantap lekat Kenzo
'' itu sama sekali bukan alasan Fay. Gue serius ingin menghabiskan sisa waktu gue bareng sama Lo dan Regan "
Fay langsung menunduk. Sejujurnya ia bisa melihat dan merasakan kalau ucapan Kenzo sangatlah tulus. Fay juga tahu sejak dulu lelaki ini adalah orang yang sangat baik. Namun entah kenapa Fay merasa dirinya tidak cocok atau merasa minder untuk bersanding dengan sosok Kenzo. Jikalau ada perempuan lain diluar sana yang jauh lebih baik. Kenapa harus bersanding dengan dirinya. Fayza membatin
" Fay gimana gue butuh jawaban Lo sekarang " tanya Kenzo kembali masih menggenggam tangan Fayza
Dengan menghela nafas sepenuh dada dan membuang nya perlahan. Fay menatap mata Kenzo lekat bibirnya tersenyum tulus dan tangan nya balik menggenggam tangan lelaki itu.
" Iya Ken gue mau jadi istri Lo dan menghabiskan sisa waktu kita bersama sama "
jawab Fayza yakin. Tentu hal itu membuat Kenzo sangat teramat senang lelaki itu langsung merekahkan senyuman nya. Dan detik berikutnya ia membingkai wajah Fayza lalu ia cium kening wanita itu. Sontak saja Fay langsung menarik diri dari hadapan kenzo lalu ia mengedarkan pandangannya kesekeliling
Fay malu kalau aksinya barusan dilihat oleh para pengunjung cafe. Namun sepertinya situasi aman mengingat tempat duduk mereka yang berada di belakang dan dibagian pojok.
" Tapi Ken apa gak terlalu cepat. Maksud gue apa kita gak terburu-buru takutnya dokter Melinda kaget lagi " kata Fay tersenyum canggung
" Justru beliau akan sangat kaget. Kalau anak nya pulang kejakarta gak bawa mantu " ucapannya mendengar itu Fay hanya mendengus.
" Tapi kira-kira mamah Lo setuju gak sama gue " tanya Fayza lagi. Pertanyaan itu membuat Kenzo tersenyum sembari menatap wajah Fay lekat.
" Mamah gue prinsipnya kalau anak nya bahagia beliau juga akan bahagia. Lo percaya deh sama gue " jelas Kenzo menyakinkan lalu satu tangan nya mengacak gemas pucuk kepala wanita itu. Diperlakukan seperti demikian tentu saja degup jantung Fayza menjadi tidak beraturan. sejujurnya ia sudah salah tingkah namun sebisa mungkin ia berusaha bersikap biasa saja.
" Ya udah gue balik dulu yah " pamit Kenzo. Fay hanya mengangguk tanda mengiyakan
💫💫💫💫
__ADS_1
Satu Minggu berlalu
Pagi ini Fayza berada dirumahnya dan hari ini tepatnya hari Minggu. Wanita itu berencana akan memasak untuk ia bawa ke klinik milik kenzo. Tentu saja itu menjadi kejutan untuknya pasalnya Fay tidak memberi tahu pada kenzo terlebih dahulu kalau siang ini dirinya akan datang .
'' ibu hari ini kita jadi kan mau ketempat papa Kenzo " tanya Regan
" Jadi dong kita bikin kejutan buat papa mu yah " ujar Fayza tersenyum kearah putranya
" Oke siap " jawabnya
Setelah kendaraan online yang Fay pesan sudah datang. Ibu dan Adan itu langsung masuk dalam mobil tersebut dan melaju kearah klinik dimana Kenzo bertugas. Dan setelah menempuh perjalanan cukup jauh Fay dan Regan pun sampai.
Kedua nya berjalan masuk kedalam klinik itu. Terdapat tulisan nama Kenzo beserta gelar nya terpajang kokoh diatas pintu sebuah ruangan. Fayza yakin bahwasanya ruangan itu adalah ruang kerja kenzo.
Saat satu tangan Fay ingin mengetuk pintu tersebut. Tiba-tiba pintu itu terbuka dengan sendirinya menampakan sosok kenzo yang masih menggunakan jubah putih ala seorang dokter. Ia akan keluar dari ruangannya. Tentu saja hal itu membuat keduanya sama-sama kaget.
" Loh kalian. Ko mau kesini gak bilang-bilang dulu " ucap Kenzo masih dengan keterkejutannya
" Kalo kasih tau berarti bukan surprise dong namanya " kali ini Regan yang menjawab. Kenzo langsung berlutut dihadapan Regan guna mensejajarkan tinggi badannya. Satu tangan Kenzo langsung mengacak gemas rambut bocah itu sembari terkekeh
Kenzo akhirnya memerintahkan Fayza dan Regan untuk duduk di ruang pantry mereka bertiga makan bersama. Biasanya lelaki itu menghabiskan waktu sekedar minum kopi atau makan siang di pantry tersebut. Namun akhir-akhir ini Kenzo jarang makan siang di dalam klinik nya. Ia lebih sering makan ditempat Fayza atau dicafe nya.
" barusan mamah telfon lagi. Dia nyuruh kita segera kejakarta. Mamah udah gak sabar pengen ketemu dan kenal sama Regan " beri tahu Kenzo
" Regan mau kan kalo papa ajak ke Jakarta. Nanti disana kita jalan-jalan " ajak Kenzo pada bocah itu. Tentu saja ajakannya membuat Regan senang bukan main. Karena ia sendiri belum pernah kejakarta hanya pernah mendengarnya saja.
" Asiikk aku mau " ucap Regan kegirangan. Melihat itu Kenzo dan Fay hanya tersenyum
" Regan setuju tidak kalo misal papa sama ibu menikah " tanya kenzo
" Aku setuju. Biar aku punya ibu sama papa yang antar aku kesekolah " seloroh Regan masih dengan tawa bahagianya. Kenzo langsung mengelus rambut Regan tanda sayang.
__ADS_1
Melihat interaksi kedua lelaki itu. Fayza hanya menatap haru. Ia tidak berbicara apapun. Ia berfikir mungkin ini lah saatnya membahagiakan Regan dengan cara menghadirkan seorang ayah didalam hidup nya.
Bersambung. .