Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]

Terjerat Pria Manipulatif [ TAMAT ]
Bab. 31


__ADS_3

Happy reading ✓


💫💫💫💫💫


" Manda please jangan marah gue gak bermaksud nutup-nutupin dari Lo "


Kalimat permohonan maaf terus terlontar dari mulut Fayza. Pasalnya kali ini Amanda sang sahabat sudah mengetahui keadaan Fay yang saat ini berbadan dua dan fakta yang membenarkan ia sudah menikah dengan Marvel.


Sahabat mana yang tidak kecewa dan kesal. Kalau hal besar seperti ini tidak diberi tahu dan ditutupi darinya. Apa lagi cuti akademik Fayza yang sudah dikabulkan oleh pihak Dekan. Membuat Amanda tambah sedih dibuat nya


" Lo tega banget sih Fay. Gak pernah cerita sama gue " protes Manda


" Gue bukanya gak mau cerita man. Tapi gue nunggu waktu yang tepat aja " jelas Fay dan langsung merangkul pundak sahabatnya


Disaat perbincangan keduanya. Marvel datang membuat atensi kedua sahabat yang sedang berbincang tadi teralihkan dan mengalih menatap dirinya. Lelaki itu langsung tersenyum lembut kearah Fayza


" Sayang kamu udah selesai kan. Ayo kita pulang " seloroh Marvel yang masih menampilkan senyum manisnya


Sedangkan Amanda menatap hal itu dengan sendu. Seakan ia tidak rela berpisah dengan sahabat nya. Menyadari Marvel sikap Marvel yang berlaga manis Fay merotasikan bola matanya. Dan ia mendekati lelaki itu dan berbisik padanya


" Gue bisa pulang sendiri. Lebih baik Lo pergi sekarang " ucap fay kesal


" Aku cuma pengen memastikan kamu selamat sampai rumah Fay. Makanya pulang bareng aku aja oke " paksa Marvel. Hal itu justru semakin membuat Fay jengkel


" Gue bisa balik sendiri vel. Lo ngerti gak sih "


" Oke kalo itu mau kamu. Tapi cepet pulang yah. Aku akan masak dirumah buat nanti kita makan malam " ucap Marvel sembari mengusap kepala istrinya, dan lelaki itu langsung melangkah pergi dari hadapan Fayza


Marvel akan berusaha mengendalikan emosi nya hal itu semata-mata ia lakukan demi mendapatkan maaf dari Fayza. Ia sadar kalau kelakuan nya tidak pantas untuk diberikan maaf. Maka dari itu Marvel akan terus berusaha agar Fay memaafkan nya.

__ADS_1


******


Sore harinya Fay baru pulang dan sampai rumahnya dengan selamat. Setelah membayar ongkos ojek ia pun memutuskan untuk segera masuk . Aroma semerbak langsung masuk kedalam Indra penciuman Fayza setelah dirinya sudah berada didalam rumah. Tak hanya itu suara gaduh dari hentakan yang beradu antara penggorengan dengan spatula terdengar sangat nyaring.


Fay yakin betul itu pasti perbuatan Marvel yang sedang memasak. Pasalnya saat masih dikampus dirinya sempat bilang akan memasak untuk mereka berdua makan malam.


Iya akhirnya Fay mengijinkan Marvel untuk tinggal dirumah nya. Awalnya Fay keberatan namun dengan segala permohonan lelaki itu. Fay pun mengijinkan ia untuk tinggal bersama nya dengan persyaratan Marvel yang harus tidur disofa ruang tamu.


Namun hal itu tidak masalah untuk lelaki itu. Yang terpenting dirinya saat ini bisa bersama dengan Fayza. Toh sekali lagi ini tidak ada yang salah mereka berdua sah sebagai suami-istri. Tidak salah kalau mereka tinggal satu atap.


Dengan cekatan Marvel menghidangkan menu hasil masakannya. Fay sedikit tertegun saat ia menatap suaminya. Peluh yang membasahi pelipisnya dan sebuah apron yang masih tertempel ditubuhnya. Sangat berbeda jauh dengan Marvel yang dulu ia kenal.


" Aku gak tau kamu suka apa engga sama menu masakan aku sekarang. Kalo misal gak enak jangan salahkan aku yah tapi salahkan video yang udah kasih resep nya " ucap Marvel mendengar itu Fay hanya mengulum senyum


Keduanya makan dengan hikmat. Kalau boleh jujur masakan Marvel kali ini tidak terlalu buruk. Masih terasa enak dan nampaknya Fay menyukainya. Ingin rasa nya nambah namun gadis itu gengsi untuk melakukan nya. Diam-diam Marvel memperhatikan istri nya yang terus menerus memandangi makanan didepannya.


Tanpa pikir panjang Marvel pun mengambilkan dan menyajikan makanan tersebut kedalam piring Fayza.


" Bu-bukan gue yang mau. Tapi bayi yang ada diperut gue " ucap Fayza salah tingkah. Namun sebisa mungkin Fay menutupi nya dengan bersikap cuek


Satu tangan Marvel kemudian terulur untuk mengusap pucuk kepala fayza.


Dirinya merasa gemas dengan tingkah istrinya yang malu-malu kucing garong. Terlihat menggemaskan dimatanya


Setelah selesai makan. Marvel memerintah kan agar Fayza tetap diam jangan bergerak. Pasalnya dirinya lah yang akan membereskan bekas piring kotor tak hanya itu Marvel pun dengan lumayan lihai mencuci piring dan membereskan dapur yang sempat terlihat seperti kapal pecah.


Lelaki itu. Membersihkan semua bagian dan sudut rumah Fayza. Dari menyapu dan mengepel. Lagi-lagi Fay dibuat tertegun dengan aksi Marvel namun Fay hanya diam.


Tok tok

__ADS_1


Suara ketukan pintu terdengar dari arah luar. Fay bangkit dari duduk nya bermaksud akan membukakan pintu tersebut. Namun hal itu dengan cepat dicegah oleh Marvel. Ia menyuruh nya untuk tetap diam karena dirinya lah yang akan melihat siapa didepan.


Awalnya Fay kira itu Kenzo. Jadi ia pun memutuskan untuk tetap mengekori Marvel dibelakang ingin memastikan tembakan nya benar atau tidak. Setelah pintu terbuka lebar ternyata Karel lah yang datang.


Dengan ramah Fayza langsung mempersilahkan lelaki itu masuk dan menyuruh nya duduk.


" Hai fay gimana kabar Lo " tanya Karel


" Gue baik ko ka. Ka Karel sendiri gimana " Fay kembali bertanya


" Yah masih gini-gini aja Fay '' jawab karel sekenanya


Marvel tersenyum geli mendengar panggilan Fayza kepada Karel dengan sopan. Namun Fay masa bodo toh secara umur Karel lebih tua. Dan dia juga kan Kaka tingkat nya dikampus jadi apa salah nya Fay memanggil Karel dengan sebutan ka.


" Wah bumil makin hari makin makin cantik aja " goda Karel. Hal itu membuat Marvel melotot kearah nya


" Ah ka karel bisa aja " jawab Fayza


" Ternyata benar yah apa kata orang. Wanita hamil itu membuat aura nya makin lebih cantik " ucap karel lagi. Sedangkan Fay hanya terkekeh. Namun beda lagi dengan Marvel dirinya sudah menatap tajam kearah Karel seakan dirinya siap untuk menelan lelaki itu hidup-hidup.


" Gue kesini cuma mau ngasih Lo ini " Karel menyerahkan selembar kertas berbentuk amplop dengan hiasan pita disampingnya kepada Marvel. Dengan raut bingung pemuda itu tetap menerima nya dan membuka apa isi nya.


" Kemarin gue ketemu Diona dan dia nitip ini buat Lo. Terserah Lo mau Dateng apa gak " jelas karel


Ya selembar berbentuk amplop itu adalah surat undangan pernikahan Diona dan Dante. Kedua pasangan itu pada akhirnya memutuskan untuk menikah. Toh tidak ada yang salah jikalau mereka ingin menikah pasalnya juga keduanya tidak ada ikatan apapun pada seseorang ditambah lagi kondisi Diona sedang hamil anak Dante.


Detik itu juga Marvel menjatuhkan undangan itu tepat didekat kaki nya. Dengan rasa tidak bersalahnya lelaki itu menginjak kuat surat undangan itu. Itu mengartikan kalau Marvel tidak akan datang pada pesta pernikahan Diona dan Dante.


" Gue gak mau Dateng. Gak penting " ujar Marvel

__ADS_1


Disisi lain mendengar jawaban Marvel. Fay langsung menatap kearahnya. Ia bisa melihat ada raut kekecewaan dan amarah yang terdapat pada air wajah suaminya. Mungkinkah Marvel masih mencintai diona pikir fayza


Bersambung. .


__ADS_2