
"Mr. Lewis," gumam Nesha langsung menggelengkan kepala sambil mengusap matanya.
"Ada tamu rupanya," pria itu berjalan menuju lemari dengan ber telan jang dada, hanya mengenakan handuk mini yang melingkar di pinggang kekarnya. Nesha ingin mengalihkan pandangan, tapi dia penasaran akan sosok tampan itu.
Nesha menyimak gerakan apa pun yang pria itu lakukan. Pria kekar itu terlihat begitu mempesona saat membuka lemari, mengambil pakaian sederhana, lalu memasangnya dengan santai tanpa sedikit pun merasa malu.
Nesha menyeka darah yang mengental di pipinya. Kemudian kembali memperhatikan sosok pria yang kini duduk di sofa. Pria itu sangat mirip dengan Lewis, tapi tak sama. Tak sama karena pria itu jauh lebih tampan dan juga jauh lebih kekar daripada Lewis yang selama ini menyiksanya.
Dari jarak sekitar tiga meter, Nesha bisa melihat ada banyak perbedaan antara sosok pria yang begitu mirip dengan Lewis itu.
Ya, Nesha tidak salah. Mereka memang sangat mirip. Hanya ada beberapa perbedaan. Selain pria itu lebih tampan dan lebih kekar. Sosok di hadapannya itu memiliki dua bola mata biru yang jauh lebih terang, dan satu lagi, pria menawan di hadapannya itu tak memiliki brewok sedikit pun, berbeda dengan Lewis yang dagunya dipenuhi bulu lebat atau biasa disebut brewok.
__ADS_1
Pria yang duduk santai sambil membaca buku itu juga memiliki kulit yang terlihat sangat halus dan wajahnya juga jauh lebih muda. Berbeda dengan Lewis yang walaupun tampan, tapi terlihat lebih berumur karena penampilannya yang tak terurus.
"Tunggu, apa pria di hadapanku ini bukanlah Lewis? Benar, aku sangat ingat Lewis tidak ikut masuk ke ruangan ini bersama denganku dan pendeta. Jadi, mana mungkin dia berada di ruangan yang sama denganku. Tapi, kalau dia benar-benar bukan Lewis. Siapa dia sebenarnya? Kenapa mereka sangat mirip. Atau ... Atau jangan-jangan ...." batin Nesha kebingungan, memikirkan hal itu membuat luka di keningnya terasa semakin perih.
"Duduklah," pria itu mempersilahkan aku dan pendeta untuk duduk di sofa. Pendeta pun langsung duduk. Sedangkan Nesha masuk berdiri dengan pandangan bingung akan kondisi saat itu.
Pria itu menatap Nesha dengan alis yang berkerut.
"Tanyakan kepada seseorang yang membawamu kemari," jawab pria itu lalu kembali fokus pada buku di tangannya. Nesha mengepalkan tangannya, dia benar-benar bingung akan situasi yang kini terjadi.
__ADS_1
Namun, kepala Nesha tiba-tiba terasa begitu berat. Tubuh Nesha terhuyung-huyung, pria itu langsung melempar buku di tangannya, kemudian mendudukkan Nesha di sofa. Pria itu menyobek gaun Nesha, lalu melingkarkan sobekan gaun itu di kening Nesha untuk menutupi lukanya. Pria itu mengambil satu bantal di sofa, kemudian meletakkan di atas pangkuan Nesha untuk menutupi paha mulusnya yang terlihat.
Beberapa saat kemudian, sebuah kotak kaca anti peluru meluncur halus dari atas persis seperti lift. Kotak berisikan dua orang itu tak terbuka, melainkan hanya berhenti mengawang, berjarak sekitar sepuluh senti dari lantai.
Nesha kaget saat melihat di dalamnya ada Lewis dan juga seorang pengawal. Jadi dugaan Nesha tak meleset sedikit pun. Kedua sosok yang mirip namun tak sama itu memang adalah saudari kembar. Meski sudah sedikit memahami akan situasi yang terjadi. Tapi, Nesha masuk bingung tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik semua itu dan kenapa dia dan sang adik turut dilibatkan.
"Jadi, Kak Dayan benar-benar akan melakukan ini?"
.
.
.
Sudah bisa tidur nyenyak'kan, Guys😚 Dikomentar banyak yang bisa nebak, kok🙊. Lucunya kalian malah nggk percaya🤭. Untuk yang sudah baca Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi pasti tahu kok kalau Lewis itu punya kembaran. Makanya, si Nenek Lore nyerahin Lewis gitu aja, karena dia sudah punya Lewis satu lagi. Pemeran utama pria baru nongol nih🙊💃 Masih banyak misteri nggk, nih. Yuk ditebak lagi, yuk😍
__ADS_1
Vote dan hadiahnya dong😘 Btw, Visualnya gimana, guys. Setuju nggk nih?