Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis

Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis
Bab 33 ~ Gadis Penawar


__ADS_3

"Aku mohon lakukan sesuatu untuk menyelematkan adikku. Aku berjanji akan melahirkan seorang bayi seperti yang kamu inginkan!"


"Tenangkan dirimu, aku pastikan adikmu akan baik-baik saja," bujuk Lewis.


"Terima kasih," senyuman manis Nesha layangkan hingga tiba-tiba tubuhnya terkulai lemah, Nesha kehilangan kesadarannya. Beruntung Lewis sigap menangkap tubuh lemah itu hingga tak berakhir di lantai.


"Aston!' panggil Asisten Kent dengan suara lantang, sementara Lewis sudah membawa Nesha ke ruangan kesehatan yang ada di markas mereka. Pengawal Aston mengekor di belakang keduanya.


Tiba di ruangan, Lewis membaringkan Nesha dengan perlahan, sedangkan Aston sigap mempersiapkan beberapa alat medis. Lewis memperhatikan gerakan gesit Aston.


"Bagaimana, Aston?" tanya Lewis terlihat sangat mengkhawatirkan kondisi Nesha.


"Semakin memburuk daripada yang terakhir kali saya tangani," terang Aston telah selesai memeriksa dan memasang infus di tangan Nesha. Setelah itu ia sigap membuka dan mengganti perban luka yang ada di kening Nesha.


"Dia harus baik-baik saja, Aston!" tegas Lewis dengan tatapan tajam dan tangan yang mengepal.


"Baik, Mister. Saya akan melakukan yang terbaik," bekerja di bawah tekanan tak membuat Aston hilang konsentrasi. Dia tetap mampu memeriksa dan mengobati Nesha dengan gesit.


Lewis memilih keluar dari ruangan dan memanggil Asisten Kent, "Iya, Mister," jawab Asisten Kent yang berada di kumpulan para pengawal, tampaknya mereka sedang merencanakan sesuatu.


"Apa yang kalian rencanakan?" tanya Lewis.

__ADS_1


"Menyelamatkan adiknya Nona Nesha dari tangan tuan dayan, Mister."


"Tidak perlu, tidak perlu diselamatkan gadis itu," tegas Lewis yang sepertinya punya rencana sendiri.


"Baik, Mister." jawab Asisten Kent sambil membungkukkan badannya.


"Para pengawal Dayan di mansion apakah sudah diamankan?" Lewis kembali bertanya tentang orang-orang yang berada di pihak sang kakak, Dayan.


"Sudah, Mister. Semua pengawal tuan dayan yang masih selamat sudah dikumpulkan di markas bawa tanah," lapor Asisten Kent tegas.


"Bagus, kau boleh pergi."


"Bagaimana keadaannya?"


"Nona sudah sadarkan diri, Mister," jawab Aston memberi jalan untuk Lewis masuk. Lewis bergegas masuk ke dalam ruangan setelah mendengar kalau Nesha telah sadarkan diri.


"Diya, adikku," tangis Nesha pilu dan terus memanggil sang adik kesayangannya.


Lewis berjalan cepat, mendekati ranjang, dan langsung duduk di pinggir ranjang tepat di sebelah Nesha. Dengan lembut Lewis merangkul kepala Nesha, menyandarkan kepala itu di dada bidangnya sambil berkata, "Tenang dan percayalah padaku, Dayan tidak akan menyakiti adikmu," bujuk Lewis memeluk Nesha dengan erat.


"Kamu tidak tahu seberapa jahatnya dia, apa yang akan dia lakukan kepada adikku? Aku tidak ingin Diya terluka," air mata terus mengalir tiada henti.

__ADS_1


"Dayan tidak akan menyakiti diya," tegas Lewis menyeka air mata Nesha yang membanjiri wajah cantiknya.


"Atas dasar apa?" Nesha menengadah, menatap tajam Lewis.


"Atas dasar cinta, kakakku menyukai bahkan mencintai adikmu. Selama ini kak dayan tidak menyakiti adikmu seperti dia menyakitimu," terang Lewis membuat Nesha tak lagi terisak, kerut di keningnnya mulai memudar saat mulai merasa lega.


"Benarkah?" tanya Nesha agak ragu.


"Aku berani bersumpah. Untuk itu, aku mohon berhenti menangis. Percayalah, kak Dayan tidak akan menyakiti Diya karena dia mencintai Diya."


"Aku percaya kepadamu, aku harap kamu tidak membohongiku."


"Tentu saja, mana mungkin aku membohongi istriku," goda Lewis membuat Nesha langsung melepaskan diri dari dada bidang Lewis yang nyaman.


"Maafkan aku, Nesha. Maafkan aku harus menjadikan adikmu sebagai penawar penyimpangan seksual yang kakakku idap. Aku harap kakakku bisa sembuh dan berubah dengan adanya cinta." (Mungkin kisah Dayan, Diya, Preston akan Othor bikin di kamar baru dengan judul "Gadis Penawar Tuan SADOMASOKIS". Yang setuju komen 'Yes!"🙈).


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2