Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis

Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis
Bab 06 ~ Shadow Ekonomi


__ADS_3

"Jadi, dua ****** ini yang berani melukai cucuku?" tanya Nenek Lore dengan raut wajah yang mengerikan. Diya yang duduk di samping sang kakak kembali bersembunyi di balik tubuh Nesha.


"Benar, Nek." jawab Lewis mengiyakan. Di kota itu, Nenek Lore dijuluki sebagai Nenek terkuat dan terkejam. Lewis adalah Putra dari Pasangan Usan dan Asha. Sesuai perjanjian di masa lalu, maka Lewis kembali pada Nenek Lore untuk memimpin Gangster Lorehot.


Sedangkan Putra angkat Nenek Lore sebelumnya Lorix Lore, telah melepaskan jabatan sepenuhnya. Hingga jabatannya pun diserahkan kepada Lewis. Sang ketua Gangster Lorehot. Gangster paling ditakuti oleh seluruh negara.


Bahkan, presiden sekali pun akan tunduk bila berhadapan dengan Lewis dan Nenek Lore. Karena hanya dengan jentikan jari, Lewis bisa membuat negara mengalami inflasi besar hingga menjadi negara termiskin di dunia.


Dia tidak disebut pengusaha, tapi perusahaannya ada di setiap Negera. Orang-orang di luaran juga tidak tahu seperti apa sosok ketua ketua Gangster Lorehot. Keberadaan Lewis bagai misteri bagi mereka. Untuk itulah Lewis tak di sebut ketua Gangster, tapi dia memimpin sekitar 50.000 anggota aktif. Tidak disebut Mafia, tapi dia melakukan semua hal yang dilegalkan oleh negeranya.


Dia adalah Diyan Lewis Talsen Baldev, atau biasa di sapa Mr. Lewis. Pria tampan bertubuh kekar yang sudah berusia 28 tahun. Berdarah dingin yang kejam, tatapan mata yang tajam.


Jika ada yang menyebut Shadow Ekonomi. Dialah penguasa Shadow Ekonomi sesungguhnya, pemilik puluhan Perusahaan terkemuka, perhotelan plus prostitusi. Narkoba dah minuman keras harga selangit, penyelendupan senjata, hingga jaul beli organ tubuh manusia.


Dia adalah orang terkaya sebenarnya, yang selama ini ada di majalah dan situs-situs hanyalah sebuah pajangan. Dia tak terdaftar, semua usahanya tak terdaftar di pemerintahan, hingga dia tak diwajibkan membayar pajak.


Tak cukup hanya keberadaan Lewis, beberapa tahun sejak Lewis diantarkan padanya, Nenek Lore mengangkat seorang pria yang kala itu membantu Lewis di sebuah kecelakaan. Dan pria itu adalah Preston, cucu angkat kesayangan Nenek Lore.

__ADS_1


Tak hanya kesayangan Nenek Lore, tapi juga kesayangan Lewis. Meski usianya masih sangat muda kala itu, tapi Preston adalah pria yang luar biasa hebat di balik kelakuannya yang suka bermain perempuan.


Bagi Lewis, Preston adalah sosok Adik yang banyak membantu dan setia menemaninya ketika mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru.


Namun, saat ini kodisi Preston sangat mengenaskan usai mengalami benturan yang sangat keras di bagian kepalanya. Preston koma dan hanya bisa bertahan hidup dengan bantuan alat-alat di tubuhnya. Entah kapan pria berusia tujuh belas tahun itu akan sadarkan diri.


"Kau tahu ******-****** ini sudah membuat Adikmu celaka. Lalu, kenapa kau membawanya pulang? Biarkan mereka mendekam di penjara hingga mati," tutur Nenek Lore murka. Bagaimana tidak mati? Jelas di penjara adalah orang-orangnya. Jika Nenek Lore memberikan perintah bunuh, maka saat itu juga Nesha akan mati.


Nesha dan Diya tidak tahu seberapa besar dan kuatnya keluarga Lore. Jika mereka tahu, maka mati adalah pilihan terbaik daripada menikah dan disiksa perlahan.


Lewis tak menjawab, tapi hanya membalas pertanyaan Nenek Lore dengan senyuman miring dan tatapan yang mengerikan.


"Oh ya, Nenek akan ke luar negeri membawa Preston. Kau jaga markas besar baik-baik," lanjut Nenek Lore mulai berdiri dengan bantuan tongkat ajaibnya.


"Baik, Nek." jawab Lewis kemudian ikut mengantar sang Nenek hingga keluar dari rumah.


Sementara Nesha dan Diya masih duduk di sofa, keduanya saling memeluk, meredakan ketakutan masing-masing. Entah kenapa kehadiran Nenek Lore benar-benar membuat keduanya ketakutan.

__ADS_1


"Kak, ayo kita pulang. Diya tidak suka tempat ini," pinta Diya.


"Iya, Sayang. Kita pasti akan pulang, jangan takut oke," bujuk Nesha.


Beberapa saat kemudian, Lewis kembali dan memberi perintah kepada orangnya untuk membawa Nesha dan Diya ke kamar.


"Apa maksudmu? Bukankah kamu sudah menyetujui syaratku?" tentu saja Nesha kaget dengan apa yang Lewis katakan, jelas dia sudah berjanji akan mengizinkannya pulang dan tinggal di rumahnya sendiri.


Lewis tak merespon, tapi dia mengalihkan pandangan pada asistennya. Asisten Kent pun mengangguk pertanda mengerti. Asisten Kent mendekati Nesha, kemudian menunjukkan sebuah video yang ditayangkan di tabnya. Nesha membulatkan matanya sempurna.


"Kau!"


.


.


.

__ADS_1


Ada saran buat visual Lewis dan Preston nggak, Guys?


__ADS_2