Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis

Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis
Bab 27 ~ Dua Otot Di Dada


__ADS_3

"Ya Tuhan," Lewis langsung memejamkan mata kala tak sanggup melihat pemandangan bagian inti Nesha yang mulus tanpa bulu sehelai pun, sangat menggoda hingga Lewis tak sanggup melihatnya. Jika terus melihatnya, tentu saja dirinya sendiri yang akan tersiksa.


Lewis mengelap bagian itu dengan perasaan tak karuan, suhu tubuhnya benar-benar memanas. Pikirannya terus membayangkan benda mulus, kenyal, putih dan kemerahan, sangat indah, entah seperti apa rasanya? Lewis benar-benar penasaran. Lewis kembali menggelengkan kepala, menyudahi mengelap itu dan langsung menutupnya dengan selimut. Pria kekar itu menghela napas lega.


"Sudah?" tanya Nesha yang masih memejamkan mata.


"Sudah, tinggal memasangkan pakaian," mendengar itu Nesha mengeratkan selimut yang menutupi seluruh bagian tubuhnya, akan tetapi benjolan dengan ukuran jumbo itu jelas masih terlihat nyata.


"Celanaku terlalu panjang bila kamu yang pakai. Tapi, kemeja ini cukup besar dan panjang, sepertinya bisa muat di tubuhmu," Lewis menyingkirkan celana, lalu bersiap akan memasangkan kemeja di tangannya ke tubuh Nesha.


"Tunggu," cegat Nesha.


"Ada apa?"


"Apa tidak ada bra dan cd?" tanya Nesha pelan dengan kedua pipi yang memerah.


"Kalau cd tentu saja aku punya, tapi tidak akan bisa masuk ke bokongmu yang besar. Kalau bra mana mungkin aku punya," terang Lewis membuat Nesha tak punya pilihan lain, selain hanya memakai kemeja berwarna putih yang sepertinya sedikit menerawang.

__ADS_1


Lewis mulai memasukkan satu persatu lengan kemeja ke lengan mungil Nesha, Nesha benar-benar pasrah, tapi kedua pipi dan daun telinga yang memerah dapat menjelaskan semuanya. Lewis kembali meneguk ludah yang tercekat kala tak tahan melihat tubuh ideal Nesha saat menyingkirkan selimut di tubuh Nesha. Sial, pemandangan indah itu kembali menggoda hasratnya. Gila, tubuh Nesha benar-benar membuatnya menggila.


Godaan tak sampai di situ saja, Lewis dibuat menyerah saat kemeja miliknya tak bisa dikancingkan. Jelas-jelas Lewis punya otot-otot dada yang besar, tapi rupanya masih kalah jauh dengan dua bongkahan otot di dada Nesha. Kemeja tak bisa dikancingkan, hanya tiga kancing bagian bawah yang bisa dikancingkan, selebihnya daging kenyal lembut bak jelly itu terpampang jelas di hadapan pria kekar dengan paras tampan itu.


Nesha yang malu langsung menutupi gundukannya dengan kedua telapak tangan seadanya. Tak sanggup melihat benda menantang itu, Lewis meraih selimut, lalu membentangnya ke tubuh bagian atas Nesha. Nesha menggenggam erat selimut seraya berkata, "Mungkin karena aku berbaring, kalau aku duduk pasti bisa dikancingkan," tutur Nesha pelan, tapi masih terdengar di telinga Lewis. Lewis tersenyum sambil menganggukkan kepala, dia paham Nesha merasa sangat canggung atas apa yang dirinya lakukan.


"Kamu sudah bisa bangkit?" tanya Lewis dan Nesha pun mencoba untuk bangkit, akan tetapi kepala terasa berputar-putar dan pada akhirnya Nesha kembali berbaring.


"Kalau tidak bisa tidak perlu dipaksa. Kamu istirahatlah lebih dulu, yang penting badanmu sudah bersih dan tak lagi memakai pakaian kotor," terang Lewis beranjak turun dari ranjang.


"Kamu mau ke mana?" cegat Nesha.


"Tapi, kamar inj milikmu."


"Tunggu ... apa ini artinya kamu mengundangku untuk tidur seranjang?" Lewis menyeringai.


"Bukan begitu maksudku. Maksudku adalah kamu saja tidur di ranjang, pindahkan saja aku ke sofa," Nesha yang panik langsung menjelaskan.

__ADS_1


"Hei Nona seksi, aku ini pria yang gentleman. Kecuali kalau kamu tidak keberatan aku tidur di sampingmu," Lewis berucap genit, Nesha langsung melepaskan genggaman tangan di jemari Lewis.


"Ka-kamu di sofa saja," Nesha menarik selimut hingga menutupi kepalanya. Menyisakan rambut panjangnya yang berwarna keemasan.


"Baiklah," jawab Lewis pun segera berjalan santai menuju sofa, seringai'an genit masih terpampang jelas.


***


"Mister Lewis, mister dari mana saja?" tanya Asisten Kent menatap Dayan alias Lewis palsu dengan tatapan penuh kecurigaan.


"Apa semua pengawal sudah berkumpul di ruang hitam?" tanya Lewis palsu mengabaikan pertanyaan Asisten Usher.


"Sudah, Mister. Semuanya sudah berkumpul dan menunggu kedatangan Mister," terang Asisten Kent.


Dengan wajah tanpa ekspresi, Lewis palsu berjalan menuju ruang hitam sambil bergumam, "Usher, kau harus menyusul Preston."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2