
Akhirnya Nesha pun menganggukan kepala pertanda setuju. Mommy Asha terlihat begitu bahagia akan hal itu. Tak hanya Mommy Asha yang bahagia, kebahagiaan itu juga dirasakan oleh Lewis pastinya. Lihatlah bagaimana manis senyuman tipis yang terbit di bibirnya.
Sementara Daddy Usan langsung menyandarkan tubuhnya ke punggung sofa, terlihat dia juga bahagia akan keputusan Nesha. Kalau sampai Nesha tetap tidak memberikan hak putranya. Maka, Daddy Usan siap mengeluarkan jurus ampuhnya.
"Syukurlah, Sayang. Mommy turut bahagia akan keputusanmu." tutur Mommy Asha dengan nada suara lembut dan penuh kasih sayang.
"Oh iya, sekarang katakan kepada Mommy tanggal berapa menstruasimu? Mommy akan perkirakan masa suburmu," Mommy Asha langsung bangkit, lalu menjatuhkan bokongnya tepat di samping Nesha. Kemudian beliau mengeluarkan ponsel pintarnya, menyiapkan aplikasi canggihnya untuk menghitung masa subur sang menantu.
"Mom-my, se-sebenarnya aku ... Sebenarnya a-aku ...." Nesha tak melanjutkan ucapannya.
"Sebenarnya kamu kenapa, Sayang? Apa kamu masih belum siap?" tanya Mommy Asha dengan ekspresi wajah kecewanya. Daddy Usan kembali serius mendengarkan, hal sama juga Lewis lakukan.
"Bu-bukan karena itu, Mommy. A-aku sudah siap melakukan kewajibanku sebagai istri," jawab Nesha membuat Daddy Usan kembali bersandar di punggung sofa, ia juga menghela napas lega. Sama seperti sebelumnya, hal yang sama juga Lewis lakukan. Sementara Mommy Asha kembali mengelus dada.
"Lalu kenapa, Sayang?" tanya Mommy Asha mewakili keinginan'tahuan Daddy Usan dan Lewis pastinya.
"Karena a-aku .... Sebenarnya aku ...."
"Hem, ayo katakan saja, Sayang. Tak perlu khawatir, Mommy pasti akan berusaha mengerti akan perasaanmu. Katakan saja kepada Mommy," bujuk Mommy Asha yang sudah dibuat penasaran.
__ADS_1
"Aku tidak pernah menstruasi, Mommy." Jawab Nesha pada akhirnya mengakui kekurangannya tersebut. Ya, menurut Nesha itu adalah kekurangan terbesar dalam hidupnya. Ia berbeda dengan wanita pada umumnya. Jika setiap wanita mendapatkan menstruasi setiap bulannya. Maka, berbeda dengan Nesha yang hanya akan mengalami dismenore setiap bulan tanpa ada cairan darah yang mengalir barang sedikit pun.
Karena hal itulah Nesha takut, takut tidak bisa memenuhi harapan Lewis, dan kedua mertuanya. Nesha takut mengecewakan, takut membuat kesalahan, takut tidak diterima, dan yang paling ia takuti di antara ketakutan itu adalah Nesha takut diusir.
Baru sebentar ia merasakan bagaimana hangat memiliki keluarga, Nesha takut kehilangan semua itu hanya karena kekurangannya yang tak bisa memberikan kebahagiaan untuk keluarga baru yang selalu membuatnya merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Lewis, Mommy Asha, termasuk Daddy Usan kompak membulatkan matanya sempurna kala mendengar pengakuan Nesha. Mommy Asha menutup mulut dengan kedua telapak tangan, kemudian membukanya lagi.
"Kamu serius, Sayang?" Nesha mengangguk lemah, ia tak berani menengadah, tak berani melihat ekspresi kaget sekaligus kecewa Mommy Asha, Lewis dan Daddy Usan.
"Berapa usiamu, Sayang?" tanya Mommy Asha mulai melembut kembali, hak tersebut membuat Nesha sedikit merasa lega.
"Apa kamu benar-benar belum pernah menstruasi barang sekali pun?" kembali Mommy Asha bertanya, Daddy Usan dan Lewis memasang telinga lebar. Namun, Nesha hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.
"Sepertinya Mommy tahu penyebabnya," Mommy Asha menjentikan jari dengan ekspresi terlihat gembira. Membuat Daddy Usan dan Lewis kompak mengangkat sebelah alis. Sedangkan Nesha langsung mengangkat kepalanya kala mulai tenang saat mendengar suara Mommy Asha yang terdengar gembira di telinga Nesha.
"Kamu tidak perlu takut apalagi khawatir, Sayang. Mommy tahu hal apa yang menyebabkan kamu tidak mengalami Menstruasi," seru Mommy Asha bersemangat, Lewis dan Daddy Usan kompak terheran-heran, termasuk juga Nesha yang tak mengerti apa pun.
"Apa itu, Mommy? Apa yang terjadi pada istriku? Bukan sesuatu yang buruk?" tanya Lewis tak sabaran.
__ADS_1
"Bukan sesuatu yang buruk," jawab Mommy Asha tenang. Nesha dapat menghela napas lega karena rupanya bukan hal buruk seperti yang selama ini ia bayangkan.
"Lalu apa, Sayang?" sahut Daddy Usan turut penasaran. Dia juga tak sabar ingin menimang cucu.
"Nesha tidak mengalami Menstruasi Karana dia ....
.
.
.
Lewis (28 tahun)
Nesha (25 tahun)
__ADS_1