Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis

Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis
Bab 31 ~ Mr. Lewis Palsu


__ADS_3

"DIYA!" Diya terlonjak kaget kala mendengar teriakan Dayan yang memanggilnya dengan suara yang lantang. Diya langsung mundur beberapa langkah, ia masih dapat bersembunyi karena para pengawal maupun Dayan belum menyadari keberadaannya.


"Dia ada di sini! Cepat temukan dia!" bentak Dayan meminta para pengawal untuk mencari keberadaan Diya. Sementara Diya yang masih bersembunyi justru tersenyum tipis saat para pengawal yang berjaga di depan pintu masuk malah berpencar dan sibuk mencarinya ke tempat lain.


Itu adalah kesempatan besar bagi Diya, di mana dia akan diam-diam masuk ke dalam markas untuk mencari sang kakak tersayang, Nesha. Diya tak ingin melarikan diri seorang diri. Ia harus membawa serta sang kakak.


Sedikit kelengahan para pengawal Diya gunakan untuk melesat pergi. Namun, langkah kakinya harus berhenti saat tangannya dicekal seseorang.


"Mau lari ke mana kamu!" bentak Dayan yang memergoki aksi Diya, yang kini sudah berada di depan pintu utama markas.


Mendengar bentakan Dayan, para pengawal pun berkumpul untuk melihat, Asisten Kent juga baru saja hadir. Diya bingung apa yang harus dirinya lakukan hingga akhirnya iseng berteriak, "Asal kalian semua tahu, orang ini bukanlah Mister Lewis yang asli!" walau tak mengerti yang sebenarnya terjadi, tapi Diya memutuskan untuk berteriak asal tentang apa yang tadi dia dengarkan. Ditya berharap hal itu bisa berguna.

__ADS_1


Tak disangka, respon para pengawal yang ada di markas langsung menatap Dayan curiga. Sepertinya mereka sadar perubahan sikap sang mister yang tak seperti biasa. "Apa yang kau bicarakan! Dasar wanita sialan!" Dayan mengeratkan cengkraman tangannya. Namun, Diya berusaha menahan rasa sakit itu.


"Apa yang kau lakukan, Kent!" bentak Dayan kaget saat Asisten Kent dengan sengaja diam-diam mengambil senjata yang tersimpan di sisi kanan celana yang saat itu Dayan kenakan.


"Jelaskan apa benar yang wanita itu katakan? Mister bukanlah Mister Lewis yang sesungguhnya?" tanya Asisten Kent mendesak.


"Kau percaya?" Dayan tersenyum smirk, sedangkan Diya berusaha melepaskan diri.


Dayan memekan sebuah tombol merah yang terhubung dengan jam yang melingkar di pergelangan tangannya, karena dengan menekan tombol itu, maka pengawalnya yang ada di Mansion maupun di ruang bawah tanah akan datang membantunya. Namun, setelah menekan tombol berkali-kali, pengawalnya tak kunjung datang.


"Menyerahlan Tuan Dayan, kami semua sudah tahu dari awal. Dan semua pengawalmu di mansion sudah kami musnahkan," ujar Asisten Kent membuat wajah Dayan begitu memerah, urat-urat di lehernya mengencang dengan tatapan mata yang sangat menakutkan.

__ADS_1


"Beraninya kau!" bentak Dayan dengan gesit mengeluarkan satu senjata dari saku jasnya. Bukannya menyerang lawan, Dayan justru menodongkan senjatanya tepat ke kepala Diya.


"Biarkan aku pergi atau wanita ini mati!" ancam Dayan, tapi tak mengubah ekspresi wajah Asisten Kent yang masih terlihat tenang.


"Diya!" teriak seorang wanita yang suaranya Diya kenali.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2