Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis

Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis
Bab 45 ~ Ramuan Laknat Ala Mommy Asha


__ADS_3

Keesokan harinya, Daddy Usan dan Lewis sengaja tak berangkat bekerja. Ayah dan anak itu kompak mengambil cuti karena akan menemani Nesha operasi, operasi yang akan dilakukan hari itu.


Di dalam mobil, Nesha duduk di kursi bagian belakang bersama dengan Mommy Asha. Sementara Lewis mengemudi mobil, Daddy Usan duduk di samping kemudi. Lewis mulai tancap gas menuju rumah sakit karena semuanya telah siap.


Tiba di rumah sakit, Lewis dan Daddy Usan berjalan di belakang Mommy Asha dan Nesha yang tak lepas saling bergandengan. Meski cemburu, tapi Lewis rela karena Nesha membutuhkan sosok seorang ibu agar ia tak merasa khawatir dan takut seperti sebelumnya.


Saat memasuki rumah sakit terkenal di kota itu, beberapa Dokter dan perawat langsung menyambut kedatangan keluarga besar itu. Mereka semua membawa keluarga besar Talsen hingga tiba di depan ruang rawat inap Nesha. Di ruangan itu Nesha diminta mengganti pakaian. Setelah Nesha berbaring di atas ranjang, Dokter mulai memasang infus dan melakukan sejumlah pemeriksaan lainnya.


Setelah semuanya aman, barulah Nesha dibawa menuju ruang operasi. Sebelum masuk ke dalam ruangan operasi, Lewis dan Mommy Asha menenangkan Nesha. Setelah Nesha tak lagi tegang, barulah Mantri dan Perawat mendorong Brankar dan membawa Nesha masuk ke dalam ruangan operasi.


Mommy Asha dan Daddy Usan duduk dengan wajah tegang mereka. Sedangkan Lewis mondar-mandir karena merasa khawatir. Meski bukan operasi besar, tapi mereka tetap merasa khawatir pada Nesha. Dari raut wajah mereka, tampak begitu besar kasih sayang untuk Nesha.


Beberapa jam kemudian, akhirnya pintu ruang operasi terbuka, Dokter keluar dan menjelaskan beberapa hal kepada Mommy Asha dan Daddy Usan. Sementara Lewis langsung menemani Nesha yang tentu sadarkan diri karena ia hanya dianastesi lokal. Lewis turut mendorong perlahan Brankar hingga tiba di ruang rawat VVIP yang telah disiapkan sebelumnya.


"Apa sakit?" tanya Lewis dengan raut wajah ngilu saat melihat betapa pucatnya wajah Nesha kala itu. Nesha tak menjawab pertanyaan Lewis, tapi ia menggelengkan kepala lemah dengan senyuman paksanya.


"Tidak terlihat baik-baik saja," Lewis duduk di kursi yang tersedia lalu menggenggam erat jemari Nesha.


"Istirahatlah, aku akan menjagamu dengan nyawaku,"


"Lebay!"


"Aw, sakit Mommy!"

__ADS_1


"Lemah," ejek Mommy Asha langsung berjalan mendekati Nesha.


"Bagaimana, Sayang? Kamu baik-baik saja, bukan?" tanya Mommy Asha.


"Baik, Mommy," jawab Nesha lemah.


"Ya sudah, kamu istirahat ya. Biar cepat sembuh terus cepat pulangnya." Nesha menganggukan kepalanya.


***


Seminggu kemudian, kondisi Nesha sudah semakin membaik. Darah menstruasinya pun sudah benar-benar kering. Rasa kram, nyeri dan lainnya benar-benar tak lagi terasa. Nesha begitu senang karena sudah diperbolehkan keluar dari kamarnya. Karena selama masa pemulihan ia hanya berdiam diri di kamar hingga benar-benar merasa bosan.


Jika Nesha senang karena tak akan lagi terkurung. Maka, Lewis juga senang karena sebentar lagi akan mendapatkan haknya sebagai seorang suami. Tak lama lagi Lewis dan Nesha benar-benar akan menjadi pasangan suami istri seutuhnya.


Setelah keluarga kecil itu berkumpul, barulah mereka mulai melahap makan malam mereka masing-masing. Setelah selesai makan malam, dengan penuh semangat Lewis langsung mengajak Nesha untuk istirahat di kamar. Namun, Mommy Asha langsung mencegat keduanya. Lewis dan Nesha pun kembali duduk di kursi mereka.


"Ada apa, Mommy?" tanya Lewis tak sabaran.


"Minum ramuan ini dulu," Mommy Asha mengulurkan segelas obat tradisional racikannya kepada Lewis. Lewis langsung mendorong lagi.


"Tidak perlu, Mom. Aku tidak perlu ramuan Mommy karena aku tidak akan bisa Mommy bodohi lagi. Lagian, bukankah Mommy sudah berjanji tidak akan memberikanku obat laknat ini lagi? Tidak, aku tidak mau meminumnya, aku tidak mau menyakiti Istriku karena ramuan laknat itu," Tegas Lewis menolak ramuan yang susah payah Mommy Asha racik.


Plak!

__ADS_1


"Sakit, Mommy!"


"Lagian kamu sok tahu. Dengar ya, ini bukan ramuan laknat seperti sebelumnya. Ini hanya kuning telur untuk kecebongmu, cepat minum!" titah Mommy Asha kasar. Lewis pun langsung melahapnya sesuai keinginan sang Mommy. Lewis bernapas lega karena ramuan yang Mommy-nya berikan benar-benar terbuat dari kuning telur.


"Dan ini ramuan untuk kamu, Sayang. Ini untuk penyubur kandungan," Mommy Asha juga mengulurkan segelas ramuan tradisional untuk Nesha.


"Terima kasih, Mommy," ucap Nesha tulus dan langsung meneguknya habis.


"Baiklah, sekarang kalian berdua boleh pergi ke kamar. Selamat bersenang-senang, cetak cucu yang banyak untuk Mommy," Seru Mommy Asha melepaskan kepergian putra dan menantu kesayangannya.


Setelah kepergian Lewis dan Nesha, Daddy Usan pun bertanya, "Kamu benar-benar tidak memberikan Usan obat laknat lagi, Sayang?"


"Iya, aku memang tidak memberikan Lewis ramuan itu lagi. Tapi ...."


"Tapi apa?"


"Tapi, aku memberikannya kepada Nesha, hehe ...."


"Astaga!"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2