Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis

Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis
Bab 41 ~ Cucu


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Mommy Asha


"Dia tidak menyukai pesta," jawab Lewis asal.


"Benarkah, Sayang?" Mommy Asha bertanya serius kepada Nesha. Nesha tak berkata apa pun. Tapi, ia hanya menganggukan kepala dengan tetap menundukkan wajahnya.


"Nesha, Sayang. Lihat Mommy dong," Mommy Asha merangkul wajah Nesha dengan lembut dan penuh kasih sayang, Nesha dibuat terharu.


"Apa bedebah sialan itu mengancammu?" raut wajah Mommy Asha tampak serius. Lewis memutar bola mata jengah, sementara Daddy Usan hanya menyimak adegan yang terjadi di depan matanya.


Nesha kembali menanggapi pertanyaan Mommy Asha dengan hanya menggelengkan kepalanya, membuat Mommy Asha yakin dan percaya kalau sang putra telah mengancam memantu kesayangannya.


"Nesha Sayang, kamu sungguh-sungguh tidak menginginkan resepsi? Tolong jawab Mommy dengan jujur," pinta Mommy Asha memohon dengan kedua tangan masih memegang wajah cantik Nesha.


"Bagaimana istriku bisa bicara, kalau wajahnya Mommy pegang begitu," protes Lewis dan Mommy Asha yang menyadari kesalahannya, langsung melepaskan kedua telapak tangannya di wajah oval Nesha.

__ADS_1


"Jadi bagaimana, Sayang? Kamu benar-benar tidak menyukai resepsi, atau Lewis yang mengancammu, kamu tidak perlu takut padanya, katakan saja kepada Mommy kalau dia berani menyakitimu," ujar Mommy Asha penuh kelembutan, bisa terlihat begitu besar kasih sayang yang dia berikan kepada Nesha. Bahkan, melebihi kasih sayang kepada putranya sendiri.


"Aku benar-benar tidak menginginkan resepsi pernikahan, Mommy. Alasannya bukan karena Lewis mengancamku, melainkan karena aku tidak siap terekspos ke media," jawab Nesha dengan raut wajah yang sangat meyakinkan. Mommy Asha tersenyum bangga.


"Baiklah, Sayang. Mommy mengerti posisimu. Oke, Mommy maupun Daddymu tidak akan mengadakan resepsi untuk kalian berdua. Tapi, maukah kamu memberikan Mommy seorang cucu?" Nesha mengerjabkan matanya berkali-kali. Rasa sedih yang melanda seketika menghilang ketika mendengar permintaan Mommy Asha yang tak terduga. Mata keriput yang berbinar penuh harap itu benar-benar membuatnya merasa tak tega.


"Mommy, apa yang Mommy lakukan?" tekan Lewis kesal, ia tahu bagaimana perasaan Nesha. Nesha tak akan bisa tenang sebelum tahu bagaimana nasib adiknya. Untuk itulah, Lewis mengurungkan niatnya untuk memberikan sang mommy cucu. Karena Lewis tak ingin Nesha semakin bersedih akibat hormon seorang ibu hamil.


"Diam kamu! Yang punya rahim menantu Mommy, bukan kamu. Kamu tidak ada hubungan apa pun, kamu tidak berhak," kesal Mommy Asha.


"Tapi aku yang punya kecebongnya, Mommy. Tentu saja aku berhak," sahut Lewis yang juga kesal.


"Itu namanya bukan cucu kita, Sayang," bujuk Daddy Usan membantu menenangkan sang istri.


"Kalau begitu berikan aku cucu!" Mommy Asha kembali membentak, membaut Nesha merasa terpojokkan.

__ADS_1


"Kalau Lewis tidak mau, ya sudah, tidak usah paksa mereka. Lebih baik, kita berdua bikin lagi saja," tutur Daddy Usan memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan.


"Sudah tua! Jangan banyak gaya! Lima belas menit saja sudah syukur!" semprot Mommy Asha.


"Itu kamu yang minta sudah, kenapa malah menyalahkanku." keduanya terus berdebat masalah ranjang mereka. Sedangkan Lewis hanya bisa terdiam sambil memperhatikan Nesha yang terlihat tak nyaman.


"Mommy, Daddy, kenapa malah berdebat?" sanggah Lewis pada akhirnya menengahi.


"Heh!" Decih Mommy Asha kembali mendekat pada Nesha.


"Jadi bagaimana, Sayang? Kamu mau'kan memberikan Mommy cucu?" Mommy Asha kembali bertanya to the point.


Nesha menatap mata keriput berbinar itu, benar-benar membuatnya tak tega. Tapi, Nesha merasa dirinya belum siap, apalagi Nesha yakin bahwa Lewis belum memiliki perasaan kepadanya, begitu pun sebaliknya. Nesha juga belum yakin akan perasaannya kepada Lewis. Akhirnya Nesha pun ....


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2