Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis

Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis
Bab 34 ~ Pulang


__ADS_3

Beberapa hari setalah keadaan Nesha mulai membaik, Lewis membawa Nesha ke pulang ke rumahnya tanpa sepengetahuan Nenek Lore. Lewis terpaksa membawa Nesha pulang ke rumah di mana Daddy dan Mommy-nya berada, lantaran kasihan melihat Nesha yang selalu ketakutan dan tak tenang selama berada mansion dan markas Lorehot.


Markas besar Lewis titipkan kepada Asisten Kent, Milten dan juga Aston. Sementara Nenek Lore dan Preston masih betah menetap di Italia. Lewis memberikan pesan agar Lorehot selalu berhati-hati, karena sang kakak yaitu Dayan, bisa saja kembali dan membuat kegaduhan.


"Mau ke mana?" cegat Lewis ketika Nesha bangkit dari duduknya.


"Aku mau pipis, apa ada toilet di sini?" tanya Nesha yang sudah tak lagi sanggup menahannya. Karena saat ini sedang berada di dalam jet pribadi milik Lewis, Nesha pun terpaksa menahannya sedari tadi.


"Tentu saja ada, kenapa tidak katakan dari tadi?" Lewis bangkit dari duduknya dan siap akan mengangkat Nesha untuk membawanya ke toilet.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" cegat Nesha menahan tangan kekar yang ingin mengangkatnya ala bridal.


"Tentu saja menggendongmu," tanpa persetujuan, Lewis benar-benar mengangkat tubuh Nesha yang masih lemah.


Nesha terlihat pasrah, apa pun itu, dia hanya ingin ke toilet dan langsung pipis segera. Nesha menghela napas lega ketika Lewis menurunkannya. "Masuklah," titah Lewis menunjuk closet duduk tanpa pintu.


"Ke mana pintunya?" Nesha ragu untuk pipis di closet tersebut.


"Aku akan menunggu di sini, lagian ini ruangan pribadiku dan tidak akan ada yang melihatmu."


"Kamu," Nesha mengarahkan jari telunjuknya tepat ke wajah Lewis.


"Aku ini suamimu. Mulai saat ini kamu harus terbiasa ketika aku melihatmu seperti ini. Bahkan, kamu juga harus terbiasa saat aku merasakan tubuhmu," terang Lewis sengaja menggoda Nesha.

__ADS_1


Nesha yang malu langsung membalikkan badan kekar Lewis dengan paksa. "Aku ini suamimu, Nesha. Mana bisa begini, masak iya melihat sedikit pun tidak boleh."


"Aku malu. Diam di sana atau aku akan mati karena menahan pipis," ancam Nesha.


"Baiklah-baiklah, aku tidak akan melihatmu kali ini."


"Tapi tidak lain kali," lanjut Lewis dalam hati, senyuman miring tersinggung di bibir tipisnya.


Beberapa menit berlalu.


"Aku sudah selesai," Nesha menyentuh pundak Lewis dengan jari telunjuknya.


"Ayo!" seru Lewis kembali akan mengangkat Nesha ke udara. Namun, Nesha langsung menolaknya keras.


Nesha menghentikan langkah kakinya kala tak mengingat ke arah mana harus berjalan. Lewis mengulum senyum melihat tingkah Nesha, lalu berjalan cepat, meraih dan menggenggam jemari Nesha dan membawanya menuju ke sebuah pintu yang rupanya adalah kamar minimalis, namun sangat mewah dan berkelas.


"Tunggu! Ini di mana? Ini bukan ruangan sebelumnya," protes Nesha.


"Ini satu-satunya kamar di jetku. Masuklah, perjalanan masih lama, istirahat saja agar tidak merasa lelah," ajak Lewis menuntun Nesha yang ragu untuk masuk ke dalam kamar.


"Istirahatlah."


"kamu?"

__ADS_1


"Mau aku temani?" tanya Lewis tersenyum smirk


"Bu-bukan begitu maksudku," Nesha menyumpahi lidahnya yang tak bertulang.


"Istirahatlah, aku masih ada sedikit pekerjaan. Kalau perlu sesuatu panggil aku, jangan ditahan seperti tadi," pesan Lewis mengambil posisi duduk di sofa, lalu mengambil laptopnya di sana dah fokus membaca banyak dokumen yang dikirimkan lewat emailnya.


Nesha yang merasa lelah, langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan berbaring di sana dengan nyaman. Namun, tiba-tiba saja ia merasakan ada sesuatu yang tidak nyaman dari perutnya. "Ada apa ini? Apa karena tidak cocok dengan makanan yang tadi aku makan?" Nesha meraba perutnya yang terasa sangat penuh.


"Kepalaku berat sekali," keluh Nesha merasai kepalanya yang terasa berputar-putar.


"Le-lewis." panggil Nesha pelan sambil menutup mulutnya yang tiba-tiba ingin mengeluarkan sesuatu.


"Ada apa?" Lewis langsung bangkit, mendekati Nesha, dan duduk di pinggir ranjang.


"Kau kenapa lagi?"


"Aku ... Hoekk ....


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2