Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis

Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis
Bab 39 ~ Gagal


__ADS_3

Tok, tok, tok ....


"Lewis! Buka pintunya, Sayang!" teriak Mommy Asha datang bersama dengan Daddy Usan.


Suara ketukan pintu maupun teriakan sang mommy di luar sana tak mampu menyadarkan Lewis yang masih menikmati bibir manis Nesha.


"Sayang, cepat dobrak saja pintunya!" desak Mommy Asha khawatir.


"Baiklah, kamu menjauh dulu" jawab Daddy Usan yang juga khawatir. Mommy Asha menjauh agar tak terluka, di tangannya membawa sebuah nampan berisi ramuan penawar yang sudah ia buatkan. Setelah Mommy Asha menjauh, barulah Daddy Usan mengambil ancang-ancang, kemudian langsung mendobrak pintu kamar milik putranya.


BRAK!


Hanya dengan sekali dobrakan, pintu pun terbuka lebar, "Astaga!" Daddy Usan masuk lebih dulu, memisahkan paksa Usan dan langsung menyelimuti tubuh telanjangnya.


"Astaga menantuku!" bodoh amat dengan putranya sendiri, Mommy Asha lebih mengkhawatirkan keadaan Nesha yang sangat mengenaskan. Bagaimana tidak mengenaskan, Nesha kehilangan kesadaran dengan wajah pucat dan bibir yang bengkak. Bahkan, ada sedikit darah yang mengalir dari luka di bibir bagian bawahnya.


"Sayang, ramuannya!" pinta Daddy Usan yang kini menahan putranya agar tak menyerang.


"Ah iya," Mommy Asha memutari ranjang, kemudian menyuapi ramuan penawarnya dengan paksa. Sepersekian detik kemudian, Lewis pun terkulai lemah dan kehilangan kesadarannya.


"Lewis pingsan?" tanya Daddy Usan khawatir.


"Iya, Sayang. Beberapa menit lagi dia akan sadar. Tapi, sementara lupakan Lewis. Lihat apa yang terjadi kepada menantuku, dia juga pingsan. Sayang, cepat lakukan sesuatu, aku tidak mau terjadi sesuatu kepada menantuku. Kalau sempat terjadi sesuatu, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri," tangis Mommy Asha yang panik saat melihat betapa menyedihkannya Nesha saat itu.


"Tenanglah, aku akan panggilkan Dokter Xabell," imbuh Daddy Usan langsung menghubungi Dokter Xabell.

__ADS_1


"Nesha sadarlah, Sayang. Maafin Mommy," tutur Mommy Asha sambil mengelus lembut kepala Nesha.


Beberapa menit kemudian, Dr. Xabell pun tiba dan langsung memeriksa keadaan Nesha. Dr. Xabell memasang infus di tangan Nesha, karena Nesha mengalami dehidrasi yang mengakibatkannya kehilangan tenaga.


"Bagaimana, Xabell? Bagaimana keadaan menantu, Mommy?" tanya Mommy Asha tak sabaran.


"Menantu?" Dokter Xabell malah balik bertanya.


"Iya, Manantu." Mommy Asha memperjelas ucapannya.


"Nona sudah baik-baik saja setelah saya tangani, Bibi. Nona hanya mengalami dehidrasi dan kelelahan. Tapi, saya sarankan agar ia tak melakukan pekerjaan berat hingga beberapa hari ke depan," jelas Dokter Xabell sambil memeriksa luka yang telah kering di kening Nesha.


"Syukurlah. Tapi, kapan dia akan sadar, Xabell?"


"Sebentar lagi, Mommy." jawab Dokter Xabell beralih menatap Lewis yang terlelap dengan selimut tebal menutupi seluruh tubuhnya.


"Tidak usah, Sayang. Lewis hanya tidur saja," jawab Mommy Asha berbohong.


"Baiklah, kalau begitu Xabell harus pulang sekarang juga, karena ada banyak pasien yang menunggu."


"Baiklah, Paman akan mengantarmu." sahut Daddy Usan.


"Baik, Paman."


Setelah kepergian Dokter Xabell dan Daddy Usan. Nesha mulai mengerjabkan mata. Mommy Asha tak sabar menyambut Nesha untuk sadar. Ketika Nesha membuka kedua matanya, Mommy Asha langsung memanggilnya, agar Nesha tak ketakutan.

__ADS_1


"Syukurlah kamu sudah sadarkan diri, Sayang. Bagaimana keadaanmu sekarang?" sambut Mommy Asha lembut.


"Nyo-nyonya," ujar Nesha lembut dengan air mata yang mengalir dari kedua sudut mata saat adegan di mana Lewis memperkosanya, menari-nari dalam pikirannya.


"Tidak apa-apa, Sayang. Sekarang semua sudah baik-baik saja. Maafin Mommy, ya, karena Mommy kamu jadi begini."


"Karena Nyonya?"


"Mommy, Sayang. Kamu itu menantu Mommy."


"I-iya, maksudku Mo-Mommy." ralat Nesha gugup.


"Iya, Sayang. Mommy yang bersalah karena sudah memberikan Lewis obat perang sang, makanya dia melakukan itu kepadamu. Maafin Mommy, ya, Mommy berjanji akan melakukannya lagi lain kali. Eh ... Maksud Mommy, Mommy tidak akan melakukannya lagi lain kali."


Mendengar penjelasan Mommy Asha, Nesha menghela napas lega. Dia pikir Lewis memang jahat padanya, tapi rupanya dia telah salah paham. Lewis berubah menjadi buas karena ulah Mommy Asha.


"Baiklah, Nyo ... Eh ... Mommy. Tidak apa-apa, Mommy. Asalkan jangan lakukan hal semacam itu lagi, Nesha sangat takut."


"Terima kasih, Sayang. Mommy berjanji tidak akan melakukannya lagi."


"Lalu, sekarang Lewis ada di mana, Mommy?" tanya Nesha tampak sedikit khawatir.


"Di sebelahmu, Sayang." jawab Mommy Asha, dan Nesha pun langsung menyamping.


Beberapa detik kemudian, tangan Lewis bergerak, lalu mengusap matanya dengan kasar. Yang pertama Lewis lihat saat membuka mata adalah wajah pilu Nesha.

__ADS_1


"Nesha."


__ADS_2