Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis

Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis
Bab 44 ~ Diagnosis Dr. Xabell


__ADS_3

"Untuk lebih memastikannya, saya akan menanyakan beberapa hal lebih dulu kepada Nona Nesha," tutur Dokter Xabell membuat Mommy Asha dan Nesha langsung mengangguk mengiyakan. Sedangkan Lewis langsung membalikkan badan, kemudian mendekat pada sang istri tercinta.


"Nona Nesha, apakah Nona sering mengalami kram di bagian sini?" tunjuk Dokter Xabell.


"Selalu kram, Dokter. Tapi, akan sangat parah terasa di dua hari setiap awal bulan," terang Nesha menjawab cepat karena ia begitu hapal kapan saja ia merasakan kram yang tak tertolong saking sakitnya. Bahkan, kram itu kerap kali membuat Nesha hingga jatuh pingsan tak sadarkan diri.


"Baiklah, menurut hasil pemeriksaan saya, ternyata benar apa yang Mommy katakan, Nona Nesha memiliki jenis selaput dara yang dinamakan dengan Impervorata. Impervorata adalah kelainan pada bentuk selaput dara, di mana tidak ada lubang sama sekali, hal itulah yang menyebakan darah menstruasi tidak bisa mengalir," terang Dokter Xabell.


"Dengan keluhan kram yang Nona Nesha katakan tadi, artinya kondisi ini benar-benar sangat serius dan tidak bisa dibiarkan karena akan menjadi penyakit yang sangat berbahaya," lanjut Dokter Xabell membuat buliran bening langsung mengalir dari kedua pelupuk mata Nesha. Lewis langsung menyekanya lembut kemudian memeluk erat berharap Nesha tenang.


"Apa seburuk itu, Xabell? Lalu, bagaimana solusinya?" tanya Mommy Asha.


"Solusinya hanya satu, Mommy. Nona Nesha harus mendapatkan penanganan serius yaitu operasi," jawab Dokter Xabell membuat Nesha semakin ketakutan.


"Nesha kan sudah memiliki suami, apa tidak bisa langsung dibobol saja?"


"Tidak akan bisa, Mommy. Selaput dara milik Nona Nesha sangatlah tebal, Lewis tidak akan bisa membobol pertahanannya. Yang ada, Nona Nesha hanya akan mengalami sakit," jelas Dokter Xabell.


"Baiklah, kalau begitu lakukan yang terbaik untuk Nesha," pinta Mommy Asha khawatir.

__ADS_1


"Baiklah, saya akan segera menjadwalkan operasi untuk Nona Nesha," balas Dokter Xabell kaget saat mendengar Nesha mulai terisak.


"Terima kasih, Xabell."


"Sama-sama, Mommy." jawab Xabell langsung mengalihkan pandangannya pada Nesha.


"Nona Nesha, Nona tidak perlu takut apalagi bersedih. Saya menemukan begitu banyak pasein dengan kelainan seperti Nona. Tidak perlu takut karena operasinya tidak seburuk yang Nona pikirkan. Dokter hanya akan membuat lubang sangat kecil, sekecil jarum. Nona tidak akan merasakan apa pun. Jadi, tenang saja dan tidak perlu takut," bujuk Dokter Xabell membuat Nesha langsung berhenti menangis.


"Benarkah, Dokter?" tanyanya terisak.


"Tentu saja, percayakan semuanya kepada saya."


"Sama-sama, Nona. Sekarang lebih baik Nona banyak-banyak istirahat dan mengonsumsi makanan bergizi agar operasinya berjalan lancar. Kalau tidak ada masalah apa pun, mungkin besok akan langsung dilakukan tindakan operasi," jelas Dokter Xabell lembut


"Terima kasih, Xabell."


"Sama-Sama, Tuan Lewis. Kalau begitu aku izin pamit."


"Ayo Mommy antar, Sayang. Lewis, jaga menantu, Mommy. Jangan menindasnya," ancam Mommy Asha.

__ADS_1


"Mana mungkin aku menindas Istriku sendiri, Mommy." kesal Lewis langsung menutup pintu kamarnya kasar saking geramnya dengan kelakuan sang Mommy tercinta.


Setelah menutup pintu kamarnya, Lewis pun kembali ke ranjang dan duduk di samping Nesha yang masih berbaring di posisi semula. "Takut?" tanya Lewis mengusap lembut kening Nesha. Nesha tak merespon pertanyaan Lewis, tapi raut wajah yang terlihat cemas dapat menjelaskan bagaimana perasaannya saat ini.


"Tidak perlu takut, Dokter hanya akan mengeluarkan darah-darah yang menumpuk, setalah itu kamu akan baik-baik saja. Tidak akan merasa kram setiap saat lagi," bujuk Lewis berharap Nesha tak lagi khawatir. Nesha tak juga merespon ucapan Lewis, meski begitu Lewis tahu Nesha mendengar dengan baik.


"Apa memang sering kram?" Nesha mengangguk.


"Menyampinglah, akan aku bantu pijat agar kramnya berkurang," perhatian yang Lewis berikan membuat jantung Nesha berdebar tak beraturan, benar-benar tak bisa ia kendalikan. Lewis benar-benar lembut dan baik terhadapnya. Jika terus begitu, maka tak butuh waktu lama untuk Nesha melabuhkan hati dan cintanya.


Pijatan lembut yang Lewis berikan membuat Nesha tertidur lelap. Lewis mendekat, merangkul, membawa Nesha masuk ke dalam pelukan hangatnya, pijatan lembut masih terus ia lakukan.


"Aku mencintaimu, Nesha. Mimpikan aku, ya." satu kecupan mendarat di kening mulus Nesha.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2