
"Diya!" teriak seorang wanita yang suaranya Diya kenali. Diya langsung menoleh pada sumber suara, seseorang yang berlari ke arahnya, membuat Diya terbelalak kaget.
"Kak Nesha, jangan mendekat!" teriak Diya menggelengkan kepala, memohon agar sang kakak tak nekat untuk mendekat padanya. Situasi saat ini membuat Diya bingung, entah ia harus sedih atau senang. Tidak mungkin Diya tidak senang kala mengetahui kalau sang kakak baik-baik saja, tidak meninggal seperti yang para pengawal gosipkan.
Tidak mungkin juga Diya tidak senang saat akhirnya bisa kembali bertatap-tatapan dengan sang kakak. Akan tetapi, Diya juga merasa sedih karena pertemuan saat ini adalah pertemuan yang tidak dia harapkan. Diya takut kalau ini adalah pertemuan terakhir antaranya dengan sang kakak, Diya takut tak akan pernah lagi melihat sang kakak tercinta seumur hidupnya, karena nyawanya saat ini berada di tangan iblis Dayan.
"Lepaskan aku! Aku harus menyelamatkan adikku!" bentak Nesha yang marah saat Lewis mencegatnya yang terus berlari ingin menyelamatkan sang adik.
"Adikmu selamat dan kau mati! Apa kau mau?" tekan Lewis murka, ia sangat tidak menyukai apa yang saat ini Nesha lakukan, bukannya menyelematkan nyawa sang adik, Nesha justru mengantarkan nyawanya sendiri kepada Dayan yang telah dibutakan akan kekuasaan dan harta.
"Aku tidak peduli! Tolong lepaskan aku!" pekik Nesha histeris, Nesha adalah gadis yang baik. Namun, dia sangat keras kepala, membuat Lewis kewalahan menahannya.
__ADS_1
Sementara itu Lewis tak peduli, ia tetap mencekal lengan Nesha. Menjaga jarak aman sekitar 20 meter. Sedangkan pandangannya fokus pada Dayan yang menodongkan senjatanya tepat di kening Diya.
"Kak Dayan, lepaskan Diya dan menyerahlan. Kakak tidak akan bisa kabur ke mana pun lagi," pinta Lewis berteriak agar di dengar oleh sang kakak yang tak lain adalah kakak kembarannya. keduanya sudah berpisah sejak lahir. Hingga ada begitu banyak perbedaan antara mereka berdua.
Bukan hanya dari segi fisik, tapi juga sifat, pribadi, dan yang pastinya tingkah laku. Di mana Lewis masih sedikit lembut, berbeda dengan Dayan yang sangat kejam.
"Waw, benar-benar kejutan yang luas biasa. Sepertinya aku terlalu meremehkanmu adikku tersayang. Kalian ingin aku melepaskan gadis ini? Setelah melepaskannya kalian akan menangkapku, bukan? Haha ... Tidak semuah itu!" ujar Dayan membuat Lewis bingung harus melakukan apa, sedangkan Nesha terus berontak tak jelas.
"Coba saja mendekat, maju selangkah lagi. Maka, peluru sudah akan bersarang di kepala gadis ini!" ancam Dayan dan Lewis pun menghentikan langkah kakinya, hal yang sama juga Nesha lakukan karena takut terjadi sesuatu kepada sang adik yang hari ini sudah bisa ia lihat kembali, meski dalam kondisi yang tidak dirinya inginkan.
Para pengawal yang mengelilingi Dayan segera menurunkan senjata serentak sesuai permintaan Mister Lewis asli yang sesungguhnya, yaitu Diyan yang kini masih mencekal kuat tangan Nesha.
__ADS_1
"Aku mohon tuan, aku mohon lepaskan adikku," pinta Nesha langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai dan berlutut di sana.
"Kalian semua mundur!" bentak Dayan pada para pengawal yang mengelilinginya termasuk Asisten Kent. Mereka semua langsung melirik Lewis, Lewis menganggukan kepala, mereka semua pun mundur. Sementara Nesha terus memohon agar Dayan melepaskan adiknya dan Nesha juga memohon agar Lewis menolong sang adik kesayangan yang kini tengah disekap dan dibawa Dayan pergi.
Mereka semua tak dapat melakukan apa pun, selain pasrah saat melihat Dayan yang pergi dengan membawa Diya bersama.
"Mister, aku mohon lakukan sesuatu untuk menyelematkan adikku. Aku berjanji akan melahirkan seorang bayi seperti yang kamu inginkan!"
.
.
__ADS_1
.