Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis

Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis
Bab 37 ~ First Kiss


__ADS_3

"Sial! Ramuan tadi! Mommy!"


***


"Mereka baru saja pulang, Sayang."


"Lalu?" tanya Mommy Asha dengan santainya menjatuhkan tubuh di sofa.


"Pasti kelelahan."


"Lewis itu copy'an kamu, jadi dia tidak akan lelah."


"Maksudku menantu kita," balas Daddy Usan.


"Ah iya, lagian kamu kenapa tidak mengingatkanku dari tadi! Bagaimana mungkin aku melupakan menantuku," Mommy Asha panik sendiri, sedangkan Daddy Usan mengangkat kedua bahu pertanda tidak tahu-menahu.

__ADS_1


"Aku harus buat ramuan penawarnya!" Mommy Asha kembali berlari menuju dapur, Daddy Usan kembali menepuk jidat.


Sepersekian detik kemudian, Mommy Asha kembali berlarian menuju halaman depan, "Mau ke mana, Sayang?" tanya Daddy Usan.


"Bahan-bahannya habis!" jawabnya berteriak, Daddy Usan menggelengkan kepalanya.


***


"Kenapa efeknya tidak juga hilang? Sial!" umpat Lewis kesal karena sudah berendam di air super dingin, tapi efek panas menggairahkan di tubuhnya tak kunjung hilang. Lewis pun menepuk air dengan kasar hingga muncrat ke mana-mana guna melampiaskan rasa kesalnya kepada sang mommy yang sudah mengerjainya.


Berendam di air dingin bukannya merasa lebih baik, justru malah membuat suhu tubuhnya semakin tinggi. Lewis memutuskan untuk menyudahi berendam, bangkit dengan keseimbangan tubuh yang buruk, melangkah keluar dari buthub, meraih handuk mini, lalu ia lilitkan ke pinggang kekarnya.


Napas Lewis semakin memburu, ia sudah tak lagi sanggup menahan dan menginginkan pelepasan segera. Langkah kaki membawa Lewis hingga tiba di samping ranjang. Lewis tak mengalihkan pandangan dari Nesha yang nyenyak terlelap. Baju Nesha sedikit tersingkap, memperlihatkan perut ramping putih dan mulus. Lewis menatap keindahan itu dengan mata berkabut nafsu.


Lewis terus menatap Nesha bagai elang yang siap menerkam mangsa. Lewis ingin menerkam, mencabik-cabik bajunya, memangsa, melahap, dan memakannya hingga puas. Tatapan mata Lewis benar-benar sangat mengerikan.

__ADS_1


Saat ini, Lewis sudah kehilangan kontrol diri. Dia yang tadinya tak ingin menyentuh Nesha, kini sangat menginginkan, dia yang tadinya tak tega memakan Nesha, kini tak sabar ingin menghabisi Nesha. Ramuan yang Mommy Asha racik mengubah Lewis menjadi bintang buas yang siap memangsa Nesha. Pikiran jernihnya sudah ditutupi oleh kabut nafsu, hingga yang ada dalam benak hanyalah kepuasan dan kepuasan yang hanya ada pada tubuh sempurna Nesha.


Tanpa menunggu lama, Lewis langsung menyingkirkan handuk yang melekat di pinggangnya, lalu membuang handuk itu ke sembarang arah. Setelahnya, Lewis segera naik ke atas ranjang, lalu menaiki tubuh Nesha, mengukungnya dengan kedua tangan sebagai penyanggah agar tak menghimpit tubuh seksi Nesha.


Lewis mulai mengikis jarak, lalu berhenti di jarak lima senti meter, memilih menghirup aroma khas tubuh Nesha yang membuat tubuhnya terasa nyaman. Puas menghirup aroma khas itu, barulah Lewis kembali mendekat hingga bibir tipisnya menempel, menyatu dan bersatu dengan bibir sensual Nesha yang lembut, kenyal dan hangat. Perasaan nikmat, puas, bangga, dan nyaman Lewis dapatkan. Tapi, ia menginginkan hal lebih, ia menginginkan kenikmatan yang lebih nikmat lagi.


Lewis mulai menggerakkan bibirnya perlahan, meng ulum bibir bawah Nesha dengan pelan. Belum cukup, rasa nikmat yang membuncah itu masih kurang, Lewis menginginkan yang lebih lagi.


Untuk mendapatkan kenikmatan yang lebih lagi, Lewis pun meng gigit lembut bibir bawah Nesha, hingga mulut yang semula tertutup seketika terbuka. Tanpa mengulur waktu lagi, Lewis langsung melu mat, mengu lum, memainkan dan menari-narikan lidahnya di dalam rongga mulut Nesha.


Pertautan dua bibir yang menggairahkan itu membuat nafsu dan hasrat Lewis terus mengalir, membuat keringatnya mengalir deras dan napasnya terengah-engah. Sepersekian detik kemudian, gadis cantik di bawah tubuhnya tersadar dan terbangun dengan kedua mata membulat sempurna.


"Hemp ....


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2