Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis

Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis
Bab 38 ~ Buas


__ADS_3

"Hemp!" Nesha ingin berteriak, tapi yang keluar justru lenguhan karena mulutnya dibungkam oleh mulut Lewis. Nesha tak bisa berbuat apa-apa, tapi ia tetap berusaha melepaskan diri bahkan berontak dengan sekuat tenaga, tapi tenaga Lewis bukanlah tandingannya.


Nesha memukul sekuat tenaga dada bidang Lewis, berharap pria itu sadar dan mau melepaskannya. Tapi, yang Lewis lakukan justru semakin mengeratkan pelukan dan melahap bibir Nesha semakin buas, hingga Nesha kesulitan bahkan hampir kehabisan napas. Lewis benar-benar tak peduli, pria itu terus melu mat Nesha tanpa jeda.


Nesha tak percaya jika Lewis akan melakukan hal seperti itu terhadapnya. Jelas-jelas selama ini Lewis sangat perhatian kepadanya dan memperlakukannya dengan sangat lembut. Nesha tak mengerti kenapa Lewis bisa berubah sangat drastis.


Terlintas dalam pikirannya jika pria yang menguasai bibirnya saat ini bukanlah Lewis, melainkan kembarannya Dayan yang selama ini menyiksanya. Tapi, jelas itu salah, karena saat ini yang bersamanya benar-benar adalah Lewis yang sesungguhnya.


Bukannya tak ingin melakukan tugas sebagai seorang istri yang harus melayani suaminya. Namun, Nesha tak ingin menyerahkan tubuhnya dengan kondisi seperti ini.

__ADS_1


Walaupun Nesha sadar jika Lewis berhak atas dirinya. Tapi, Nesha tak ingin Lewis melakukannya dengan kekerasan tanpa sedikit pun kelembutan. Meski pernikahan dengan sang pangeran impian tidak bisa terjadi. Maka, setidaknya Nesha ingin malam pertama penuh kelembutan tak ia lewatkan.


Akan tetapi, pria kekar yang mengukung tubuhnya kini, seakan juga ingin menghamburkan impian-impian indahnya. Lihatlah bagaimana Lewis melu mat Nesha dengan kasar, meng gigit bibir dengan gemas hingga Nesha dapat merasakan asin yang kemungkinan dari darahnya sendiri. Tak hanya gigitan bibir, namum Lewis juga meng gigit lidah Nesha dengan gemas, membuat rasa perih sekaligus kebas Nesha dapatkan.


Berbeda dengan Lewis yang justru merasakan manis dan nikmatnya ciuman pertama Nesha yang ia curi. Lihatlah bagaimana pria itu tak kunjung melepaskan Nesha, pria itu benar-benar telah kecanduan hingga tak rela melepaskan Nesha begitu saja. Semakin dinikmati, semakin Lewis menginginkannya lagi dan lagi.


"Lepaskan! Sadarlah Tuan!" akhirnya Nesha dapat berteriak ketika ciuman Lewis turun ke bawah dan berhenti di ceruk leher jenjangnya. Menghirup aroma khas tubuh Nesha, lalu meng ecup kulit sensitif itu dengan buas, menji lat dengan lidah, kemudian meng gigit cuping telinga Nesha dengan gemas hingga suara lenguhan manja Nesha terdengar dan membuat hasratnya kian memuncak.


Nesha tak berhenti berontak walau percuma karena Lewis seakan tuli dan tak mendengarkan teriakannya sama sekali. "Emm ... Ahh ...." Nesha berusaha menahan lenguhan itu, namun tetap saja lolos dengan sendirinya. Nesha membenci dirinya yang tak biasa menahan diri, sungguh Nesha tak ingin hal seperti itu terjadi.

__ADS_1


Harapan bahagia dengan Lewis yang lembut, punah sudah. Dan juga harapan untuk menyelamatkan adiknya juga sirna. Nesha tak ingin menaruh kepercayaan kepada Lewis yang seperti ini. Lewis yang baik lalu menyakitinya dan menghancurkan harapannya hingga menjadi kepingan-kepingan sampah yang tak berguna. Nesha pasrah akan semua ujian yang diberikan Tuhan padanya. Nesha menyerah.


Tangan Lewis mulai menyelinap masuk ke dalam baju Nesha, sementara bibir dan lidahnya masih betah bermain di ceruk leher Nesha. Sesuatu yang besar, empuk, kenyal, hangat dan nyaman dipegang ia rasakan. Lewis menyukai mainan barunya itu, ia tak bosan mere masnya dari dalam baju. Nesha meng gigit bibir, menahan agar lenguhannya tak lagi lolos.


Beberapa detik kemudian, Nesha merasa kepalanya begitu pusing. Nesha sudah tak lagi mampu berontak. Napasnya seakan telah habis, pukulan tangannya di dada bidang Lewis pun sudah melemah, pandangan mata mulai buram, Nesha pun terkulai lemah dan berakhir kehilangan kesadaran. Meski Nesha sudah tak lagi sadarkan diri, tapi Lewis tak juga menyudahi aksinya. Dia benar-benar telah kecanduan akan kenikmatan tubuh Nesha yang manis, kenyal dan hangat. Sangat nikmat.


Tok, tok, tok ....


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2