Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis

Terjeret Ranjang Balas Dendam Mr. Lewis
Bab 35 ~ Bertemu Mertua


__ADS_3

Saat ini Lewis dan Nesha sudah berada di dalam mobil menuju pulang ke Mansion Baldev. Lewis akan memberikan kejutan untuk kedua orangtuanya dengan kepulangannya. Lewis bahkan sengaja tak memberi tahu Daddy dan Mommy bahwa dirinya akan pulang. Entah akan seperti apa ekspresi Daddy Usan dan Mommy Asha kalau sampai tahu bahwa kepulangan sang putra kali ini tidak sendiri seperti sebelumnya, melainkan dengan membawa seorang istri.


"Bagaimana, apa sudah lebih baik?" tanya Lewis perhatian.


"Lumayan," jawab Nesha sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.


"Di pundak ku saja," tawar Lewis, tapi Nesha langsung menggelengkan kepalanya.


"Begini saja sudah mendingan. Perjalanan ini, apakah masih lama?" tanya Nesha dengan suara lemahnya. Nesha merasa bersalah karena saat di pesawat tak sengaja memun tahkan seluruh isi perutnya di pundak Lewis. Tak ingin tragedi memalukan itu terjadi lagi, Nesha pun menolak keras saat Lewis memintanya untuk berbaring di pangkuannya.


"Ini sudah sampai," jawab Lewis saat mobil yang di kendarakan sang supir berhenti di depan pagar beton mansion baldev alias rumahnya. Mobil yang Lewis sewa dicegat oleh beberapa orang sang Daddy yang berjaga di gerbang. Lewis langsung menurunkan kaca jendela mobil, seketika bawahan sang ayah kaget bukan main saat mengetahui siapa sosok di dalam mobil yang mereka cegat.


"Mi-mister Le-lewis" mereka semua kompak tergagap.


"Apa yang kalian tunggu, buka gerbangnya sekarang!" titah Lewis mendominasi.


"Baik, Mister." jawab mereka langsung membuka gerbang beton dengan hanya memencet sebuah tombol panel berkedip merah hingga gerbang pun langsung terbuka otomatis.

__ADS_1


Gerbang terbuka, mobil pun kembali melaju perlahan hingga berhenti tepat di depan pintu utama mansion baldev. Lewis menghela napas berat, sedangkan Nesha terlihat biasa saja karena yang dia pikirkan hanya kepala yang terasa berat. Nesha benar-benar mabuk selama di perjalanan, apalagi kali itu adalah pertama kali baginya naik pesawat.


Lewis turun lebih dulu, lalu membuka pintu mobil untuk Nesha. "Turunlah," Lewis mengulurkan tangannya.


"Sudah sampai?" tanya Nesha dengan wajah yang tampak memucat.


"Sudah," jawab Lewis singkat dan Nesha pun menyambut uluran tangan Lewis. Lewis membantu Nehsa berjalan, karena kondisi yang tak stabil Nesha sama sekali tak memperhatikan keadaan sekitar, yang ingin ia lakukan saat ini hanyalah beristirahat guna memulihkan kondisinya yang terasa sangat lemah.


"Kau sudah boleh pergi," ujar Lewis kepada supir sambil memberikan selembar cek dengan nilai tak biasa.


"Apa aku perlu mengulangnya?"


"Ti-tidak perlu, Tuan. Kalau begitu saya permisi," pamit supir itu langsung bergegas pergi.


"Wajahmu pucat sekali, apa kamu baik-baik saja?" tanya Lewis khawatir.


"Aku baik-baik saja, aku hanya kekurangan darah saja, ditambah mabuk darat, makanya pucat," jelas Nesha sambil berpegangan pada lengan kekar Lewis karena merasa kepalanya terus berputar-putar.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo masuk sekarang agar kita secepatnya beristirahat," ajak Lewis menuntun Nesha yang kesulitan melangkah karena kakinya tiba-tiba melemah.


"Akan ku gendong saja," Lewis langsung mengangkat tubuh Nesha ke udara, Nesha pun pasrah dan tak lagi melarang ketika Lewis menggendongnya.


Pengawal dan pelayan yang berjaga di pintu utama langsung membuka pintu untuk Misternya, raut wajah mereka semua terlihat kaget. Setelah pintu terbuka, Lewis menggendong Nesha hingga sampai di ruang keluarga. Momen yang sangat tepat karena saat itu Daddy Usan dan Mommy Asha tengah duduk dan berbincang santai.


"Lewis!" teriak Mommy Asha kaget dan refleks bangkit dari duduk saking kagetnya. Sedangkan Daddy Usan bangkit secara perlahan. Keduanya terlihat tercengang dan terbelalak kaget dengan kedatangan sang putra dengan menggendong seorang wanita cantik dengan tubuh seksi.


Lewis abaikan keterkejutan kedua orangtuanya, ia langsung mendudukkan Nesha di sofa empuk. "Dia siapa, Lewis?" tanya Daddy Usan mengintrogasi.


"Dia adalah ....


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2