
Seseorang yang sedang mengintai itu adalah, Bu Ida. Ia tanpa sengaja telah melihat Yudha pada saat menuangkan bubuk obat tersebut pada minuman susu yang akan di minum oleh, Istrinya.
Setelah cukup lama, mengintai istri Yudha yang sedang makan. Ia pun lekas kembali ke kamar tamu, karena tak ingin ketahuan.
Beberapa menit kemudian, istri Yudha selesai makan. Ia tiba-tiba merasakan perutnya sakit tiada terkira. Bahkan ia tak bisa berjalan sama sekali. Ia menelpon Yudha untuk meminta tolong, tetapi telponnya tak di angkat juga.
Hingga ia memaksakan dirinya untuk berjalan secara perlahan menuju ke kamarnya. Dengan langkah tertatih dan terseok-seok, Istri Yudha berusaha menggapai kamar. Tetapi ia sudah tidak kuat dan menjatuhkan tubuhnya di lantai dasar tepatnya di bawah anak tangga menuju ke lantai atas kamarnya.
'Mas Yudhaaaa... tolong....."
Teriakan yang bergitu lantang membuat Yudha yang sedang bermimpi indah terhenyak kaget. Ia pun segera membuka matanya, celingukan mencari kesana kemari.
"Astaga, ada apa dengan dirinya?"
Yudha lekas bangkit dan berlari kecil keluar kamar setelah menyadari di sampingnya tidak ada istrinya sama sekali.
Yudha begitu gemetaran pada saat melihat kondisi istrinya yang terkapar di lantai dasar, tepatnya di bawah anak tangga.
"Mas.....to....lo....ng...bawa aku ke rumah sakit......"
Setelah mengucapkan sepatah kata tersebut, barulah istrinya benar-benar tidak sadarkan diri sama sekali. Hingga Yudha lekas mengangkat tubuhnya dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Kebetulan ada sebuah rumah sakit yang tak jauh dari rumah, Bu Ida tersebut. Hingga tak butuh waktu lama, Yudha sudah berhasil membawa istrinya ke rumah sakit.
Dan istrinya langsung mendapatkan penanganan secara intensif. Bayinya harus segera di lahirkan supaya selamat. Karena di dalam rahim sudah menyebar bubuk obat yang sangat mematikan.
Bahkan dokter sampai menanyakan pada Yudha apakah istrinya memang suka mengkonsumsi narkoba pada saat beliau hamil.
"Maaf, Tuan. Apakah semasa istri anda belum hamil, suka mengkonsumsi narkoba? karena kami menemukan ada bubuk narkoba di dalam rahimnya dalam jumlah banyak. Bubuk narkoba berupa sabu-sabu?" tanya sang dokter.
__ADS_1
"Saya kurang tahu semasa lajangnya dia, dok. Selama bersama saya, ia tak pernah terlihat ada gelagat mengkonsumsi benda haram itu, dok. Lantas bagaimana kondisi anak saya, dok?" tanya Yudha.
"Kondisi janin untuk saat ini harus masuk ke dalam ruang inkubator. Karena janin lahir prematur di usia kandungan tujuh bulanan. Untuk saat ini nyawa janin masih bisa di selamatkan, tetapi entah jika sedikit lagi anda terlambat datang," ucap dokter.
Dokter mengatakan pada Yudha, akan mengecek urin pasien, apakah punya riwayat pemakai barang haram tersebut.
Setelah cukup lama bercengkrama dengan Yudha, dokter berpamitan untuk segera menangani pasien yang lain.
Seperginya dokter, Yudha merasa heran. Karena ia sama sekali tidak menuang bubuk obat itu terlalu banyak.
"Padahal aku sengaja menuang bubuk itu tidak terlalu banyak, hanya sedikit saja supaya istriku fly. Aneh, masa iya cuma di tuang obat itu sedikit kok jadi seperti ini? ah masa bodoh, yang jelas ini malah mempercepat aku untuk bisa menceraikan dirinya karena bayinya itu sudah lahir."
Yudha sama sekali tidak memikirkan atau mengkhawatirkan istri dan bayinya. Justru yang ia rasakan senang sekali, dengan adanya kejadian ini ia langsung bisa menggugat cerai istrinya.
Beberapa jam kemudian, istrinya sudah sadar. Dan ia celingukan merasa heran.
Sejenak ia mengingat apa yang telah terjadi padanya. Beberapa detik kemudian, ia meraba perutnya.
'Bayiku, bayiku mana?" gumamnya lirih.
Yudha yang tertidur sempat mendengar apa yang barusan di katakan oleh istrinya. Ia pun terbangun.
"Bayimu ada di ruang inkubator," ucap ketus Yudha.
Sejenak istrinya sedikit lega, tetapi ada rasa janggal di dalam hatinya. Kenapa juga ia tiba-tiba bisa melahirkan secara prematur. Apa yang menyebabkan ia harus melahirkan anaknya sebelum waktunya. Ia pun terus saja berpikir dan berpikir, tetapi otaknya seperti buntu. Ia sama sekali tidak bisa berpikir.
"Syukurlah, setidaknya anakku masih selamat walaupun harus masuk inkubator," batinnya.
*********
__ADS_1
Beberapa hari kemudian....
Bu Ida begitu kesal, pada saat ia melihat kepulangan Istri Yudha bersama dengan baby mereka.
"Jadi tidak terjadi hal yang parah pada istri dan anak Yudha? aku pikir itu adalah racun yang di simpan Yudha," batinnya kesal.
Setelah itu, hal yang mengejutkan di dapat oleh istri Yudha.
"Kamu kan sudah melahirkan, aku juga sudah urus surat cerai untuk kita. Dan ini kamu tanda tangani!" perintah Yudha melempar stop map berisi surat cerai di atas pembaringan di samping istrinya saat ini duduk.
Dia begitu terkejut karena sama sekali tidak pernah bermimpi akan mendapatkan perlakuan seperti itu setelah beberapa hari yang lalu ia melahirkan secara Caesar.
"Mas, apa maksud semua ini? kenapa kamu tega dengan diriku? rasa sakit bekas operasi Caesar saja masih bisa aku rasakan. Tetapi kamu bersikap seperti ini padaku?"
Mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya, tidak lantas membuat Yudha iba. Ia malah terkekeh begitu saja.
"Asal kamu tahu ya, aku dari awal tidak suka padamu. Hanya karena ancaman itu aku mau menikah dengan dirimu. Tetapi sekarang aku tak peduli lagi dengan ancaman dari dirimu!" bentak Yudha kesal.
'Mas, jika kamu dari awal tidak suka padaku. Lantas untuk apa kita bersama dan bahkan sering melakukan hubungan intim pada saat kita belum menikah?" tanya istrinya mengiba.
"Masa iya kamu belum paham dengan sifatku? aku ini seorang petualang cinta. Aku sama sekali tidak ada rasa cinta padamu. Aku hanya butuh tubuhmu saja, tapi tidak dengan hatimu. Dan aku juga gampang bosan. Saat ini aku sudah bosan dengan dirimu atau pacarku!" bentak Yudha.
"Cepat kamu tanda tangani itu, dan setelah itu kamu pergi dari rumahku sekarang juga. Dan jangan lupa bawa anak itu, karena aku tak inginkan dirinya di sini. Bukan hanya bayimu tapi juga dirimu," usir Yudha lantang.
Wanita itu kaget pada saat Yudha mengusirnya tanpa ada rasa belas kasihan sama sekali. Padahal dirinya berharap dapat selama menjadi istri Yudha. Ia selama ini sudah terlalu banyak bermimpi jika akan hidup bahagia bila sudah menikah dengan, Yudha. Tetapi impian hanya tinggal impian.
Tetapi ia tidak lantas pergi, justru ia mencari beberapa bukti rekaman videonya. Yudha terkekeh pada saat melihat istrinya terlihat sedang sibuk mencari sesuatu.
"Haaaa...aku tahu apa yang sedang kamu cari. Selamanya tidak akan kamu temukan bukti rekaman video mu itu. Kamu akan mengancamku dengan bukti itu bukan? tapi kamu sudah tidak bisa berkutik lagi," ejek Yudha.
__ADS_1