
Yudha merasa heran, kenapa juga wanita itu senyam senyum ke arah dirinya. Dan tak berapa lama, datang seseorang memberikan sepucuk surat kepada Yudha.
"Mas Yudha, ini ada surat dari Mba Elsa."
Salah satu perawat Oma datang dan memberikan sepucuk surat padanya seraya menunjuk ke arah wanita yang dari tadi senyam senyum ke arah Yudha.
Ia pun lekas melangkah masuk menuju ke kamarnya, untuk sejenak membaca surat dari Elsa. Karena ia merasa penasaran dengan isi surat tersebut.
{ Dear, Mas Yudha}
{Perkenalkan nama saya Elsa, mohon maaf karena saya lancang mengirimkan surat untukmu. Saya memang baru beberapa hari kerja di sini. Tetapi saya mengagumimu.}
{Saya nggak berani meminta nomor ponsel Mas pada, Pak Rian atau teman Mas yang ada di panti ini. Hingga saya membuat surat ini.}
{Ini nomor ponsel saya, sekiranya Mas bersedia berteman dengan saya🙏🙏.}
__ADS_1
{Jika iya, balas saja surat saya dengan mas mengirimkan pesan ke nomor ponsel saya. Terima kasih 🤭😍.}
Setelah membaca surat tersebut, Yudha menjadi terkekeh. Ia merasa jika Elsa itu lain dari pada yang lain. Dan menurutnya lucu, hari gini kirim surat.
"Hem, lucu juga si Elsa. Tapi aku sakit dia berani seperti ini, biasanya kan seorang pria yang mendekati wanita. Jaman memang sudah berubah, para wanita sekarang yang aktif mendekati pria." Batin Yudha seraya melipat kembali surat tersebut.
Tetapi sejenak ia membukanya lagi, karena ia ingat jika belum menulis nomor ponsel Elsa untuk di simpan di dalam ponselnya. Barulah setelah itu, Yudha melipat kembali surat tersebut.
Dia pun sejenak membalas surat tersebut dengan chat pesan lewat ponsel.
Setelah menulis chat pesan yang tak begitu panjang, ia pun melangkah kembali keluar dari kamar dan membantu aktifitas para perawat opa-opa. Ia melihat ke arah para Oma sudah tak ada Elsa.
*****
Malem menjelang, di saat Yudha akan merebahkan tubuhnya, ia pun meraih ponselnya. Dan ia melihat ada notifikasi chat pesan masuk. Dan pada saat ia lihat dan buka, ternyata dari Elsa.
__ADS_1
[Mas, terima kasih sudah bersedia memberikan nomor ponsel untukku. Itu pertanda jika Mas bersedia berteman denganku.]
[Di dunia ini sema manusi itu berdosa, mas. Tidak hanya mas, saja. Bahkan baju pun punya banyak dosa, dan mungkin jika mas tahu kisah masa laluku juga mas nggak akan mau berteman denganku.]
Dua chat pesan dari Elsa telah di baca oleh Yudha. Tetapi entah kenapa hati Yudha kok penasaran dengan jati diri, Elsa. Hingga ia membalas chat pesan dari Elsa.
[Kamu bisa mengatakan hal itu, karena kamu belum tahu tentang cerita masa laluku yang penuh dengan dosa. Jika kamu sudah tahu, pasti kamu tidak akan bersedia berteman apa lagi kenal denganku.]
Yudha mengirimkan chat pesan tersebut pada Elsa. Dan hanya dalam sekejap, Elsa telah membacanya. Kini ia malah sedang mengetik untuk membalas chat pesan dari Yudha.
[Mas, setiap manusia punya cerita hidup masa lalu yang tidak sama. Jika mas Yudha berkenan, kita bisa saling sharing tentang diri kita. Siapa tahu saja, kita bisa saling memberikan saran atau pendapat atau masukan.]
Yudha membaca balasan chat pesan dari Elsa, ia hanya menghela napas panjang. Tetapi ia kembali mengetik pesan balasan chat untuk Elsa. Dan kali ini ia panjang sekali dalam menulis.
Dia sengaja menulis semua kisah masa lalunya, karena ia ingin tahu apa reaksi Elsa jika sudah tahu tentang masa lalunya yang buruk itu.
__ADS_1
"Aku yakin setelah Elsa tahu tentang masa laluku ini, dia pasti tak mau lagi berteman atau bahkan kenal denganku," batin Yudha.