
Sejak saat itu hubungan Elsa dan Yudha semakin hari semakin dekat saja. Dan tak terasa diantara keduanya telah tumbuh getar cinta. Hingga di suatu hari, Yudha mengungkapkan keinginan dirinya untuk menikahi Elsa.
"Elsa, aku ingin mengungkapkan suatu rasaku padamu. Aku ingin menikahi dirimu. Tetapi aku mintalah maaf, karena aku tidak bisa memberikan kehidupan yang mewah. Ya aku seperti ini adanya, apakah kiranya kamu mau?" tanya Yudha dengan penuh keraguan.
Walaupun ia tahu jika selama ini Elsa memendam rasa padanya. Tetapi ia masih saja belum yakin jika Elsa akan menerima cintanya. Ia tak ingin terus memendam rasanya tersebut. Hingga pada akhirnya ia ungkapkan juga perasaan cintanya itu.
"Mas, aku bersedia menikah denganmu dengan segala kekuranganmu. Tetapi aku juga meminta padamu, supaya bisa menerima segala kekuranganku juga," ucap Elsa.
Saat itu juga mereka menentukan hari pernikahan mereka. Dan mereka telah sepakat untuk tidak membuat suatu resepsi pernikahan. Asalkan sah di mata negara dan agama, itu saja sudah cukup bagi mereka berdua.
*****
Beberapa hari kemudian, merekapun menikah dengan hanya acara ijab Kabul saja di panti jompo tersebut. Dan di hadiri oleh semua Opa dan Oma serta para penghuni panti.
__ADS_1
Acara ijab Kabul begitu khusyu, semua begitu fokus dengan pernikahan Yudha dan Elsa. Hingga beberapa menit kemudian, pernikahan mereka di nyatakan sah.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Engkau telah memberiku kesempatan untuk bisa memperbaiki diri. Dan bahkan Engkau memberiku kesempatan untuk bisa mempunyai istri kembali."
"Aku berjanji di dalam hati, tidak akan melakukan kesalahan yang sama pada istriku. Aku akan benar-benar menjaga dan melindungi dirinya sepenuh hatiku ini."
"Ya Allah, aku berjanji akan setia dan tanggung jawab pada Elsa. Tidak akan aku sakiti dirinya, seperti yang pernah aku lakukan pada beberapa mantan istriku."
"Selamat ya, Yudha-Elsa. Aku harap pernikahan kalian langgeng selamanya dan lekas di karunia anak."
Rian menyalami kedua mempelai. Dia bahkan memberikan sebuah hadiah rumah yang letaknya di samping panti jompo tersebut.
Rumah yang lumayan luas dan indah. Hal ini semakin membuat Yudha bertambah terharu. Dan ia pun tak kuasa sujud syukur seraya menitikkan air mata. Setelah itu dia memeluk erat Rian dan mengucapkan banyak terima kasih padanya.
__ADS_1
Elsa terus saja menatap ke arah suaminya, ia ikut merasakan terharu dengan.
Sementara di rumah Meysa, dia pun saat ini sedang resah dan gelisah. Ia ingin melupakan ibunya. Tetapi justru ia selalu teringat akan Bu Ida. Bahkan kerap kali ia menangis tanpa ia sadari.
"Sayang, kenapa kamu menangis? apakah ada hal yang telah menganggu pikiranmu?" tegur Yosep.
"Mas, aku kok ingat ibu terus. Padahal aku selalu mencoba untuk melupakannya. Semakin aku mencoba, semakin aku ingat dan bahkan ingin bertemu dengan, ibu," ucap Meysa dengan jujurnya.
"Itu pertanda, Allah memberimu suatu petunjuk supaya kamu lekas memaafkan ibu mu dan jangan berkeras hati. Maafkan aku ya sayang, aku bukan ingin membuat dirimu marah dengan apa yang barusan aku katakan."
Yosep merasa tak enak hati, ia khawatir istrinya akan marah kepadanya. Dengan apa yang telah ia sarankan.
Sejenak Meysa hanya diam saja, seolah dia sedang berpikir. Apakah ia kali ini akan memberikan maaf pada ibunya sesuai saran dari Yosep atau sebaliknya ia akan tetap berkeras hati untuk tidak memaafkan ibunya.
__ADS_1