Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku

Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku
Perjanjian Hitam Di Atas Putih


__ADS_3

Sang mantan sekretaris tersebut duduk menunggu di ruang tamu, dan tak berapa lama datanglah Meysa dan Yosep. Mereka duduk di hadapan wanita itu. Meysa sengaja meminta Yosep untuk mendampingi dirinya.


Pertama, wanita ini menanyakan kabar Meysa. Setelah itu ia dengan penuh gemetaran mengatakan apa maksud dan tujuan dirinya datang ke rumah Meysa.


"Non Meysa, sebelumnya aku minta maaf karena telah mengganggu waktunya. Aku kemari ingin mengambil kembali anakku, yang tiga tahun lalu aku letakkan di depan pintu gerbang rumah lama, anda."


Mendengar apa yang barusan di katakan oleh wanita itu. Meysa dan Yosep saling berpandangan satu sama lain. Mereka masih belum percaya jika sekretaris pribadi yang pernah bekerja di kantor mendiang ayah Meysa adalah ibu kandung dari, Aldo.


Meysa tidak lantas memberikan begitu saja Aldo padanya. Apa lagi selama ini ia yang telah merawat Aldo selama tiga tahun. Ia juga sudah begitu sangat menyayanginya seperti anak sendiri.


"Apa buktinya jika kamu telah meletakkan bayi di depan rumahku yang dulu? dan jika memang benar kamu ini adalah ibu kandungnya, kenapa pula kamu tega melakukan hal ini pada anak kandungmu sendiri? apa kamu tidak khawatir atau takut, jika pada saat itu tidak ada yang memungut anakmu, bisa jadi di makan binatang buas? karena di daerah rumah lamaku, setiap malam sering berkeliaran anjing hutan," ucap Meysa ketus.


Wanita itu dengan derai air mata akhirnya menceritakan kisah hidupnya tiga tahun yang lalu. Bahkan ia juga tak segan bercerita bahwa Aldo itu adalah anak kandung dari Yudha. Ia tidak segan bercerita bahwa pada saat terakhir, ia menikah dengan Yudha.


Wanita ini juga menunjukkan semua bukti foto-foto masa bayi Aldo, pada Meysa. Dan juga baju serta perlengkapan bayi yang di kenakan Aldo pada saat dirinya di letakkan di depan pintu gerbang rumah lama, Meysa.


Wanita itu juga mengatakan ada sebuah tanda lahir di telinga Aldo sebelah kanan yakni semacam tahi lalat kecil.

__ADS_1


Setelah mendengar semua keterangan dan penjelasan dari wanita itu, barulah Meysa dan Yosep percaya jika Aldo anak dari wanita itu.


"Dulu kenapa kamu tak pernah jenguk Aldo, jika pada akhirnya kamu ingin mengambilnya kembali? seharusnya kamu rutin jenguk anakmu, atau setidaknya kamu katakan secara langsung padaku, jika kamu ingin sejenak menitipkan Aldo saja. Kini aku sudah begitu sayang padanya, kamu tiba-tiba datang ingin mengambilnya. Kemana kamu selama tiga tahun ini?" Meysa mulai merasakan kesal kepada wanita yang ada di hadapannya tersebut.


"Nona, aku terpaksa melakukan hal itu. Awalnya memang aku ingin benar-benar membuang anakku. Tetapi sejak itu aku tak bisa tidur nyenyak dan selalu saja kepikiran. Aku kerja menjadi TKW di Hongkong. Dan boleh pulang setelah tiga tahun lamanya. Pada saat anakku umur dua tahun, aku sempat ke rumah lama Non Meysa. Tetapi aku tidak bertemu, karena ternyata sudah berganti pemilik rumah."


"Aku juga tidak tahu menahu jika waktu itu aku meletakkan anakku di depan rumah, Non Meysa. Aku tidak tahu jika itu rumah anda. Setelah aku benar-benar menelusuri untuk bisa menemukan keberadaan anakku, barulah aku kaget. Ternyata selama ini anakku di rawat oleh, Non Meysa."


"Non Meysa, izinkan aku untuk memperbaiki kesalahan diriku dengan aku merawat anakku. Jika Non Meysa tak mengizinkan aku membawa pulang anakku, selamanya aku akan dihantui oleh rasa bersalah."


"Aku bersedia, mengganti semua biaya yang telah Non Meysa keluarkan untuk merawat anakku selama tiga tahun ini. Tapi maaf, aku tidak bisa membayarnya cash atau kontan. Karena aku juga harus berjuang demi ibu dan adikku."


"Untuk masalah uang yang telah aku keluarkan sama sekali aku tak pernah memperhitungkan hal itu. Karena aku sudah menganggap anakmu itu seperti anak kandungku sendiri. Tetapi aku sudah terlanjur sayang pada, Aldo. Aku belum tentu bisa melepaskannya untukmu," ucap Meysa.


"Nona, aku mohon padamu. Izinkan aku untuk membawa anakku pulang. Lagi pula, anak itu anak kandung dari lelaki yang pernah menyakiti, Nona," ucap wanita itu.


"Aku sama sekali tidak mempermasalahkan jika Aldo ternyata anak kandung, Yudha. Tidak ada penyesalan sama sekali di dalam hatiku karena ternyata yang aku rawat adalah anak dari seseorang yang begitu jahat padaku."

__ADS_1


"Aku justru iba pada, Aldo. Kenapa ia harus di buang begitu saja. Aldo tidak tahu apa-apa tapi harus menanggung dosa dan kesalahan orang tuanya. Apa kamu waktu itu tidak berpikir dahulu sebelum membuang nya?"


Mendengar apa yang dikatakan oleh Meysa, wanita itu beralasan jika pada waktu ia di talak oleh Yudha. Kondisi ibunya sedang sakit parah dan banyak butuh biaya. Hingga ia terpaksa membuang Aldo pada saat bayi itu di lahirkan.


Semua ia lakukan karena terpaksa dan baginya jalan sudah buntu. Jika ibunya tahu, ia sudah di cerai. Ia khawatir terjadi hal buruk pada Ibunya. Dan jika ia bersama dengan anaknya, bagaimana ia akan bisa bekerja untuk biaya rumah sakit ibunya. Karena tidak akan ada orang yang mau mempekerjakan wanita yang memiliki seorang bayi, dan bayi di bawa serta untuk bekerja.


"Sayang, sudahlah. Sebaiknya kamu berikan saja Aldo pada ibunya. Kasihan juga dia jika kamu tak memberikannya," ucap Yosep.


"Nggak, mas. Aku tidak akan memberikannya secara cuma-cuma. Karena aku khawatir, dia akan melakukan hal yang nekad lagi seperti tiga tahun lalu. Aku khawatir, Aldo akan di buang lagi jika ia sedang ada masalah. Anak yang tak tahu apa-apa yang menjadi pelampiasan untuk permasalahannya," ucap Meysa.


Yosep memicingkan alisnya, ia tidak tahu apa maksud dari yang di katakan oleh, Meysa.


"Lantas, apa kamu tidak akan memberikan Aldo padanya?" tanya Yosep.


"Bukan begitu, aku akan memberikan Aldo padanya. Tetapi dengan perjanjian hitam di atas putih. Apakah kamu mau?" tanya Meysa pada wanita itu.


"Baiklah, Nona. Apapun syarat yang anda ajukan, saya akan menerimanya," ucap wanita itu dengan yakinnya.

__ADS_1


"Ok, kalau begitu. Mas Yosep, aku minta tolong padamu. Untuk membuatkan surat perjanjian dimana aku akan menyerahkan Aldo pada ibu kandungnya, dengan syarat jika ia kedapatan berlaku tidak baik pada, Aldo. Aku akan membawanya ke jalur hukum, supaya ia di penjara. Jika aku tega saat ini juga aku bisa bawa kamu ke kantor polisi. Tetapi kamu datang dengan itikad baik, dan aku akan memberimu kesempatan untuk merawat Aldo. Ingat ya, jangan pernah sakiti dia. Dan aku juga akan selalu memantau kehidupan Aldo. Dan satu hal lagi, jangan pernah menjauhkan aku dari, Aldo. Aku sudah begitu sayang padanya seperti anak sendiri."


__ADS_2