Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku

Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku
Meysa Menikah


__ADS_3

Hingga pada akhirnya, Meysa menerima cinta Yosep. Tetapi mereka tidak langsung menikah saat itu juga. Melainkan mencari waktu yang terbaik dari jam, tanggal, hari dan bulan.


Setelah waktu yang paling bagus sudah di tentukan. Baik Meysa maupun Yosep sama-sama mulai mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan untuk acara pernikahan.


Sebenarnya, Yosep menginginkan semua urusan pernikahan dirinya saja yang mengatur. Meysa tinggal duduk manis saja. Tetapi tidak bersedia, bahkan untuk masalah gaun pengantin, ia yang memilih sendiri.


"Meysa, apa nggak sebaiknya semuanya biar aku yang atur saja? supaya kamu tidak terlalu repot?" tanya Yosep.


"Jangan, Mas Yosep. Bagaimana pun ini kan acara pernikahan kita berdua. Jadi aku ingin kita bagi tugas saja, supaya adil dan cepat selesai semua persiapan," saran Meysa.


Hingga pada akhirnya, Yosep pun menerima saran dari Meysa. Kini mereka berbagi tugas untuk acara pernikahan mereka. Yosep tripikal pria yang suka mengalah, ia tidak mempermasalahkan sama sekali apa yang di sarankan oleh, Meysa.


Beberapa pekan kemudian, pernikahan terjadi antara Meysa dan Yosep. Mereka mengadakan pernikahan yang tak begitu mewah, sesuai kesepakatan bersama. Hanya di hadiri oleh sanak saudara, kerabat, serta teman-teman dekat dan para relasi kerja.


Acara pernikahan mereka lancar tidak ada hambatan sama sekali. Semua mengucapkan rasa syukur karena acara telah selesai sesuai dengan harapan.


Setelah pernikahan, Yosep mengajak Meysa honeymoon ke pulau Bali untuk beberapa waktu. Meysa pun menyanggupinya, karena dirinya memang butuh waktu untuk bersantai setelah mengalami banyak problema hidup.


"Alhamdulillah, akhirnya aku bisa juga meluluhkan hatimu setelah sekian lamanya menunggu. Nggak dapat perawannya, dapat jandanya juga nggak apa-apa," ucap Yosep menggoda Meysa seraya terkekeh.

__ADS_1


Meysa pun hanya bisa tersipu malu, ia benar-benar tak habis pikir kenapa juga Yosep bersedia menunggu begitu lamanya. Ia begitu setia dari Meysa masih lajang hingga Meysa menjanda.


Di dalam hatinya, Meysa hanya berharap supaya supaya rumah tangganya bkali ini bersama Yosep lanhgeng untuk selamanya. Ia sudah tidak lagi memikirkan kepahitan masa lalu kehidupannya. Bahkan ia juga telah berusaha untuk tidak memikirkan ibunya.


Meysa sama sekali tidak tahu jika saat ini ibunya benar-benar merana karena Yudha. Tetapi satu sama lain memang sudah hilang komunikasi. Keduanya benar-benar sudah seperti lepas hubungan antara ibu dan anak.


Meysa benar-benar menjalani honeymoon dengan Yosep dengan penuh bahagia. Kini pikiran dan hatinya sudah bisa menerima Yosep. Hingga tak mudah baginya dirinya untuk melakukan hubungan suami istri. Karena rasa cintanya pada Yosep sudah mulai tumbuh.


Kehidupan Meysa berbanding terbalik dengan kehidupan Ibu Ida dan Yudha. Sampai detik ini Yudha belum menikah kembali. Ia belum menemukan seorang wanita yang tepat untuk ia nikahi.


Karena menurutnya semua wanita yang ia pacari saat ini tidak ada yang cocok dan tidak tepat untuk di nikahi, hingga ia jalani hubungan dengan para wanitanya hanya sebatas pacaran.


"Maaf, Ibu. Bisa saya bertemu dengan Yudha?" tanyanya sopan pada Ibu Ida.


Ibu Ida sempat memicingkan alisnya melihat kedatangan wanita paruh baya seusia dirinya. Dan pada saat ia akan bertanya pada ibu tersebut, Yudha nongol dari arah dalam rumah.


"Ibu, ada apa ya datang kemari?" Yudha yang sudah mengenal wanita paruh baya itu lantas bertanya kepadanya.


Ibu ini mengatakan maksud kedatangannya yakni ingin bertemu dengan anaknya. Bahkan ibu ini belum tahu jika anaknta telah melahirkan beberapa pekan lalu.

__ADS_1


"Bu, anak ibu sudah tidak ada di sini. Kami sudah bercerai beberapa pekan yang lalu. Dan anak ibu juga sudah melahirkan. Aku yang menceraikan dirinya karena ternyata bayi yang di lahirkan olehnya bukanlah anak kandungku pada saat di tes DNA," ucap Yudha berbohong.


"Hah, cerai? tapi sudah dari beberapa pekan lalu juga, anak ibu tidak pernah pulang ke rumah. Nomor ponsel dihubungi juga tidak aktif. Makanya ini datang kemari," ucapnya sedih.


"Ibu, jika ibu tidak percaya silahkan saja geledah rumah ini. Supaya ibu tahu jika memang anak ibu tidak ada di rumahku. Ia sudah angkat kami dari rumah ini sejak beberapa pekan yang lalu," ucap ketus Yudha.


Hingga pada akhirnya sang ibu pun baru percaya, dan ia melangkah pergi dengan hari yang sedih. Ia bingung harus mencari anaknya kemana, karena nomor ponsel tidak bisa di hubungi sama sekali.


Sang anak memang sejak di ceraikan oleh Yudha tidak datang ke rumah karena ia tak ingin ada banyak pertanyaan yang terlontar dari mulut ibunya.


Tanpa sepengetahuan ibunya, saat ini anaknya sudah ada di sebuah penampungan untuk para TKW yang akan di berangkatkan ke Hongkong.


Ia juga sebenarnya sangat merindukan ibu dan juga adiknya. Apa lagi bayi yang sengaja ia buang di depan pintu gerbang rumah, Meysa. Tetapi ia harus tetap berjuang mencari nafkah demi ibu dan juga adiknya.


Ia sengaja mengganti nomor ponselnya, karena tak ingin berkali-kali ibunya menghubungi dirinya.


"Bu, aku tahu pasri saat ini ibu sedang bingung dan mencari diriku. Aku minta maaf, untuk sementara waktu kita tidak berkomunikasi saja dulu. Nanti jika aku sudah benar-benar berada di Hongkong, baru aku hubungi Ibu."


"Sampai detik ini aku belum bisa ke Hongkong masih ada di penampungan karena luka Caesar masih belum pulih. Hingga belum bisa terbang ke Hongkong."

__ADS_1


Di dalam wanita ini sangat merindukan ibu dan adiknya. Juga merutuki sikap Yudha sangat kejam kepadanya.


__ADS_2