
Ternyata pemikiran Yudha salah, ternyata Elsa tetap saja mau berteman dengannya. Dan kini giliran Elsa bercerita tentang masa lalunya. Dana ia juga pernah terjerumus ke dalam lebah hitam. Itupun karena terpaksa pada saat dulu, ia butuh uang untuk membiayai rumah sakit ibunya.
Seseorang menawarkan uang dalam jumlah yang banyak. Tetapi ia harus melakukan apa yang ia mau, hingga pada akhirnya ia pun mau menjual keperawanannya tersebut.
[Aku sudah tidak perawan, itu aku juga karena butuh uang. Sebenarnya aku tidak rela, tetapi aku terpaksa demi bisa membiayai pengobatan ibuku. Aku melakukan itu hanya sekali saja. Itupun aku merasa berdosa, karena usahaku sia-sia. Ibuku pada akhirnya meninggal dunia. Kadang jika aku ingat kehidupanku ini merasa kesal sendiri. Di kala aku berusaha meminjam uang sama sini, tidak ada yang bersedia membantuku. Dengan alasan, mereka khawatir aku tak bisa membayarnya karena uang itu dalam jumlah yang sangat besar. Hingga aku melakukan cara instan itu.]
[Mungkin setelah mengetahui akan hal ini, Mas Yudha yang tak bersedia berteman dengan ku. Aku hanya ingin berusaha jujur denganmi, mas. Jika memang kejujuranku membuat dirimu merasa jijik padaku dan lantas tak ingin bertemam denganku. Aku siap kok konsekuensinya.]
__ADS_1
Dua balasan chat pesan masuk ke dalam nomor telpon Yudha. Sejenak ia membacanya dan sempat iba juga dengan apa yang telah menimpa pada, Elsa. Ia bahkan membalas chat tersebut, dengan mengatakan bahwa ia sama sekali tidak ingin menghindar.
Dia akan tetap berteman dengan Elsa, walaupun sudah tahu cerita masa lalunya. Hal ini sangat membuat Elsa senang dan berjingkrak di kamarnya seperti seseorang yang telah mendapatkan suatu hadiah besar.
"Alhamdulillah, akhirnya ada seseorang yang mau berteman denganku. Sejak kejadian itu, banyak sekali yang menilsk berteman denganku. Mas Yudha, aku yakin dengan kegagalan hidupmu itu membuatmu sekarang bisa hidup lebih baik lagi."
Elsa terus saja menggerutu di dalam hatinya. Ia mendekati Yudha bukan karena hanya ingin sekedar berteman saja. Tetapi ia juga ingin bisa lebih dekat lagi padanya. Hanya saja ia sengaja tak mengatakan hal itu pada Yudha. Karena menurut dirinya itu tidak sopan dan kesannya terlalu terburu-buru.
__ADS_1
"Ini taktik aku, Mas Yudha. Supaya aku bisa mendapatkan hatimu. Awal pertemanan dan aku yakin lambat laun kamu akan bisa membuka hatimu untukku," batin Elsa sumringah.
Meman cinta itu buta dan tak melihat apa pun. Walaupun Elsa sudah tahu tentang masa lalu Yudha. Itu tak lantas membuat dirinya mengurungkan niatnya untuk dekat dengan Yudha.
Dia justru semakin bersemangat untuk bisa meluluhkan hati Yudha. Setelah Yudha mengatakan segala tentang keburukannya di masa lalu.
"Dasar gadis aneh, padahal aku sudah menceritakan semuanya padanya tentang masa lalu ku yang sangat kelam. Tetapi kenapa Elsa tetap saja bersedia bertemsm denganku? ah biarlah, untuk apa aku memikirkan hal ini, yang hanya akan menambah masalah di dalam hidupku ini."
__ADS_1
"Biar saja kami berteman, untuk menghibur rasa hati yang kerap kali sedih jika ingat masa lalu. Sedih, karena belum mendapatkan pintu maaf dari orang-orang yang pernah aku sakiti."