Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku

Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku
Bayi Di Pintu Gerbang Rumah Meysa


__ADS_3

Istrinya merasa heran, kenapa juga semua rekaman video yang sudah ia kopi dan simpan tidak ada. Tapi ia tak ingin bertanya banyak hal pada, Yudha. Dengan sangat terpaksa, ia pun menandatangani surat cerai tesebut. Dan saat itu juga ia pergi dsri rumah mewah milik Bu Ida dengan membawa bayi laki-laki yang sangat lucu.


"Mas, kamu pikir setiap perbuatan yang kamu lakukan itu tidak akan ada balasannya? sekarang kamu sedang bahagia seperti ini, tapi suatu saat nanti kamu pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal dari apa yang telah kamu perbuat, bukam hanya padaku tapi pada semua wanita yang pernah kamu sakiti!" ucapnya tak lantas membuat Yudha takut sama sekali.


Yudha terkekeh dan mengejeknya," pergilah tak usah banyak kata. Dan ini uang untukmu merawat anakmu itu, tetapi setelah ini aku tidak akan memberikan uang lagi. Karena belum tentu itu anakku, awal kita melakukannya kamu sudah tidak perawan bukan?"


Yudha melempar amplop coklat berisikan uang kepada mantan istrinya. Ia pun tak sungkan memungutnya karena memang ia butuh uang itu.


Kini Yudha tenang telah berhasil mengusir wanita itu jauh-jauh dari kehidupan dirinya. Dirinya tersenyum riang merasa telah menang dan alam selalu menang.


"Hem, hebatnya aku. Hhaa....dia pikir akan selamanya menjadi istriku. Pada itu tidak akan terjadi sama sekali. Yudha tidak akan memperistri wanita sembarangan seperti wanita tadi," gumamnya.


Sementara Bu Ida sempat melihat kepergian istri Yudha dengan membawa bayi laki-lakinya. Ia tersenyum puas, karena melihat kepergian wanita itu. Ia pikir karena wanita itu sendiri yang meminta pisah dari, Yudha.


"Hem, lambat laun hidupmu akan kesepian Yudha. Karena setiap wanita yang ada di sampingmu meninggalkan dirimu. Hem, luar biasa. Setidaknya bubuk obat itu membuat istri Yudha melahirkan dengan cepat dan pada akhirnya ia pun pergi seperti Dewi dan juga Meysa," batin Bu Ida tersenyum puas.


Sementara mantan istri Yudha selepas keluar dari rumah itu menjadi bingung. Karena ia tidak akan mungkin pulang ke rumah dengan membawa bayinya. Apa lagi di rumah kondisi juga berantakan. Dimana ia harus mengurus ibunya yang sakit-sakitan dan juga adiknya yang masih kecil.

__ADS_1


"Jika aku bawa pulang bayi ini, sama aja aku cari mati sendiri. Lagi pula jika aku merawat bayi ini, aku tidak akan bisa bekerja untuk ibu dan adikku. Sebaiknya aku bagaimana ya?" batinnya mulai resah dan gelisah.


Hingga ia memutuskan untuk membuang bayi tak berdosa itu. Tetapi ia sengaja menunggu waktu menjelang malam. Setelah malam ia baru bisa melakukan aksinya tersebut.


Wanita ini membuabg bayi laki-lakinya di depan pintu gerbang sebush rumah. Lantas ia langsung lari pergi begitu saja. Ia sudah berinisiatif akan segera mengurus surat-surat untuk bekerja di luar negeri, supaya bisa menghasilkan banyak uang demi bisa menafkahi ibu dan adiknya.


Dia sengaja tidak pulang ke rumah karena pasti akan menjadi bahan pertanyaan bagi ibu dan adiknya. Karena keluarganya mengetahui jika dirinya itu telah menikah dengan, Yudha.


"Ibu, aku minta maaf karena tak bisa pulang kerumah. Aku tak ingin membuat ibu sedih jika tahu aku di ceraikan oleh Yudha. Dan aku minta maaf ibu, dari awal aku menempuh jalan yang salah. Hingga hidupku menjadi tidak karuan seperti ini ini."


"Anakku, aku juga minta maaf karena telah membuang dirimu begitu saja. Tetapi aku yakin, siapapun pemilik rumah itu, ia pasti adalah orang baik. Yang Ksn merawatmu dengan penib asih sayang.'


Wanita ini benar-benar pergi untuk mengurus surat-surat ke luar negeri karena kebetulan ia memiliki beberapa kenalan di sana yang pernah menawarkan pekerjaan di luar negeri.


*******


Oek oek oek oek...

__ADS_1


Di tengah malam yang dingin terdengar suara tangis bayi di depan pintu gerbang rumah seseorang yang tak lain adalah rumah, Meysa.


Meysa yang kebetulan belum tidur sedang mengecek laporan keuangan dari usaha expedisinya, sejenak menghentikan aksinya. Ia pun menajamkan telinganya, dan kembali lagi ia mendengar suara tangis bayi.


"Astaghfirullah aladzim, malam-malam kok ada suara bayi menangis ya?"


Rasa hati sedikit penasaran tapi juga merinding, dan ia pun memutuskan untuk ke paviliun belakang.


Dia minta bibi atau mamang menemani untuk mencari tahu sumber suara bayi yang telah menangis itu.


Dan akhirnya bukan hanya bibi saja, Mamang juga turut serta menemani istrinya dan juga Meysa melangkah mencari sumber suara tangis bayi tersebut.


Arah dari pintu gerbang, dan Mamang lekas membuka pintu gerbang tersebut. Alhasil ketiga orang ini terperangah pada saat melihat ada stroller berisikan bayi. Lantas bibi mendorong stroller tersebut masuk ke dalam rumah.


"Ya ampun, bayi siapa ini ya bi? kok di letakkan di depan pintu gerbang?" tanya Meysa langsung menggendong bayi yang mungil itu.


Bahkan bayi itu seperti nyaman ada di dekapan Meysa, hingga tak menangis lagi.

__ADS_1


"Apa mungkin bayi itu di buang oleh ibunya ya, Non?" ucap bibi mengira-ira.


"Hem entahlah, atau bayi di culik juga bisa. Besok aku akan bawa ke kantor polisi, kebetulan di depan pintu gerbang tidak aku pasang CCTV. Sehingga aku tak bisa mencari tahu kebenaran dari orang yang telah meletakkan begitu saja bayi ini," ucap Meysa.


__ADS_2