Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku

Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku
Penyesalan


__ADS_3

Satu tahun kemudian...


Nando genap berumur satu tahun dan Aldo berumur dua tahun. Kini Meysa dan Yosep sedang merayakan ulang tahun Nando di sebuah mall. Dimana mereka berdua sengaja mengajak seluruh anak yatim piatu untuk bermain di sebuah wahana permainan di mall tersebut.


Dan tanpa sengaja mereka bertemu dengan mantan sekretaris dari Yudha. Bahkan wanita itu yang telah terlebih dahulu menyapa Meysa.


"Non Meysa, apa kabarnya?" tanyanya ramah.


"En kamu, sudah lama ya kita nggak ketemu. Apa kamu masih bekerja di kantor mendiang papahku?" tanya Meysa.


"Sudah cukup lama aku berhenti, non. Kebetulan aku baru pulang dari Hongkong. Dia tahun lalu aku terbang ke Hongkong, dan ini sedang mendapatkan cuit satu bulan jadi aku pulang ingin bertemu dengan ibu dan adikku," ucapnya seraya tak sengaja ia melirik ke arah anak kecil berumur dua tahun yang sedang di tuntun Meysa.


"Ini anak ibu?" tanyanya seraya mencolek pipi chubby Aldo.


"Iya, ini anak pertama dan anak kedua saat ini sedang merayakan ulang tahun yang pertama," ucap Meysa .


"Wah, jaraknya dekat juga ya?" goda wanita itu.


Mendadak ia pun pamit pada Meysa, dan ia ingat kembali apa tujuan ia pulang ke Indonesia. Selain ingin bertemu dengan ibu dan adiknya, ia juga ingin bertemu dengan anak kandungnya yang sempat ia buang di depan pintu gerbang rumah seseorang yang waktu itu ia sama sekali tak tahu jika rumah itu adalah rumah Meysa.

__ADS_1


Wanita ini segera melangkah pergi menuju ke rumah Meysa yang lama dengan memesan taxi on line. Akan tetapi setelah sampai di depan pintu gerbang rumah trs, terlihat sangat sepi.


Wanita ini celingukan, dan ia beberapa kali akan memencet bel pintu gerbang tetapi ia ragu, hingga beberapa kali ia mengurungkan niatnya.


"Melihat anak dari Non Meysa, aku jadi ingat anakku yang waktu itu aku tinggalkan begitu saja di depan pintu gerbang ini. Aku ingin tahu apakah waktu itu pemilik rumah ini mengambil anakku untuk di rawat atau tidak ya? ataukah di berikan ke panti asuhan?"


Terus saja wanita ini mondar-mandir di depan pintu gerbang. Hingga tak berapa lama, keluarlah asisten rumah tangga di rumah tersebut dengan maksud ingin membuang sampah.


Dan kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh wanita itu. Ia pun lekas bertanya banyak hal pada asisten rumah tangga tersebut.


"Mba, maaf mau tanya sebentar saja? apakah pemilik rumah ini ada?" tanya wanita ini.


"Hem, kangen saja pada bayinya. Yah mungkin sekarang ini sudah berumur dua tahun. Karena pada saat terakhir saya datang kemari, untuk menjenguknya waktu itu baby baru lahir," ucap wanita ini.


"Astaga non, majikan saya itu asli orang luar. Dan tidak punya baby, karena anaknya itu sudah pada gede-gede. Majikan saya itu di sini untuk urusan kerja. Apa mungkin non salah rumah mungkin?" tanyanya.


"Nggak mba, saya nggak salah rumah. Masa iya saya tidak ingat rumah teman saya sendiri," ucap wanita itu.


Hingga si asisten rumah tangga baru ingat sesuatu. Jika ia dan majikannya juga baru dua tahun tinggal di rumah itu. Ia mengatakan bahwa majikannya membeli rumah itu dari seseorang.

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari asisten rumah tangga tersebut. Membuatnya sedih karena tak bisa lagi tahu perkembangan anaknya. Ia pun menyalahkan apa yang terjadi pada dirinya itu pada Yudha.


"Ini semua gara-gara Yudha, waktu satu bulan ini tisak akan aku sia-siakan begitu saja. Akan aku gunakan sebaik mungkin untuk membalas semua perlakuan Yudha terhadapku! karena dia aku menjadi kehilangan jejak anakku!"


Wanita ini pergi dengan penuh amarah yang teramat sangat. Ia pun dendam pada Yudha dan ingin mencelakai Yudha. Ia pulang ke rumah dengan kesedihan yang mendalam.


Hal ini membuat heran sang ibu, yang kini sudah tidak sakit-sakitan lagi, tetapi sudah sembuh total.


"Kamu kenapa sedih dan murung seperti itu?" tanya Ibunya.


Kemudian dengan berderai air mata, ia menceritakan semuanya pada ibunya. Jika ia telah gagal untuk bisa bertemu dengan anaknya lagi. Padahal ia hanya ingin melihat kondisi anaknya saja. Dan ia berniat sesekali akan mengirimkan segala yang di perlukan eh anaknya Tanpa ia harus mengakui bahwa ia ini ibunya. Karena ia tak ingin di laporkan ke polisi oleh si penemu bayinya.


"Nak, kesempatan itu masih ada. Kenapa kamu tidak tanya pada asisten rumah tangga itu. Dimana kira-kira pindahnya pemilim rumah yang lama. Siapa tahu saja ia tahu."


Wanita ini pun menceritakan bahwa ia sudah banyak bertanya pada asisten rumah tangga tersebut. Tetapi tidak ada satu petunjuk untuk mengetahui dimana rumah baru pemilik rumah lama yang telah menjual rumahnya itu.


Sang ibu tidak bisa menyalahkan atas apa yang telah di lakukan oleh anak sulungnya pada tempo dulu. Karena ia juga merasa waktu dulu benar-benar menjadi beban bagi anak sulungnya.


Justru ia tiba-tiba menangis sedih dan merasa bersalah atas apa yang telah menimpa pada anak sulungnya.

__ADS_1


__ADS_2