Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku

Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku
Bu Ida Telah Pulih


__ADS_3

Bu Ida lekas makan bubur yang di buat oleh si bibi, dan ia juga lekas meminum obatnya.


"Bi, terima kasih ya atas kebaikan dan kesediaan bibi menemani aku di sini. Aku juga minta maaf karena telah merepotkan bibi,' ucap Bu Ida merasa tak enak hati pada si bibi.


"Sama-sama Bu, nggak usah terlalu dipikirkan yang terpenting saat ini kesehatan ibu saja yang paling penting," ucap si bibi tersenyum ramah.


Si bibi bukan hanya bertugas untuk menemani Bu Ida. Ia juga melakukan pekerjaan rumah dengan membersihkan seluruh ruangan yang ada di dalam kontrakan tersebut dan juga mencuci baju dan perabot milik, Bu Ida.


Si bibi melakukan semua itu dengan suka hati. Ia sama sekali tidak merasa keberatan atau berkeluh kesah, yang terpenting baginya ia akan tetap mendapatkan gaji bahkan Bu Hesti akan mendapatkan memberikan bonus padanya.


Dia sangat cekatan dan gesit dalam bekerja, walaupun usianya sudah tidak mudah lagi.

__ADS_1


"Kebetulan malah, di minta tinggal di sini beberapa hari. Karena rumah kontrakan ini tidak begitu luas hingga aku tak terlalu cape untuk mengurusnya. Bahkan banyak waktu luangku di sini. Asik banget, aku akan mendapatkan bonus."


"Hem, kira-kira berapa yah uang bonus yang akan di berikan kepadaku oleh, Bu Hesty. Padahal tanpa diberi bonus pun aku tetap akan bersedia untuk beberapa hari berada di sini, tetapi biarlah mungkin ini sudah menjadi rezeki buatku."


Si bibi mencuci piring sambil menggerutu sendiri di dalam hatinya. Setelah ia usai mencuci piring dan pelabot rumah tangga lainnya, ia melanjutkan mencuci pakaian ibu Ida. Walaupun Bu Ida telah melarangnya, tetapi itu sudah menjadi salah satu bagian dari pekerjaan si bibi menjadi seorang asisten rumah tangga, hingga bibi pun tetap mencuci pakaian milik Bu Ida.


Beberapa hari kemudian..


Bu Ida sudah sehat, ia pun sudah bisa kembali bekerja di warung nasi Padang milik Bu Hesty. Asisten rumah tangga Bu Hesty juga sudah kembali ke rumah Bu Hesty.


"Aku sudah sembuh kok, terima kasih untuk segala bantuannya ya Hesty. klKasihan juga asisten rumah tanggamu berada di tempatku, ia harus mengerjakan semua urusan rumah," ucap Bu Ida.

__ADS_1


"Kamu tak usah seperti itu pada asisten rumah tanggaku. Ia sudah aku bayar untuk bekerja jadi ya sudah wajibnya dia bekerja. Malah menurutku lebih banyak waktu luang jika dia bekerja di rumahmu karena tidak begitu luas seperti di rumahku," ucap Hesty.


"Sebenarnya aku juga ingin menceritakan kepada Ida bahwa beberapa hari yang lalu Meysa sempat menanyakan tentang kondisi dirinya, tetapi aku tak ingin nantinya malah kesehatan Ida menjadi drop kembali," batin Hesty


Hingga akhirnya Hesty mengurungkan niatnya untuk mengatakan kepada Ida bahwa beberapa hari yang lalu Meysa menghubungi dirinya.


"Hesty, kenapa kamu tiba-tiba diam saja seperti itu apakah aku salah dalam berkata? jika iya aku minta maaf ya."


Pertanyaan dari Ida mengagetkan lamunan Hesty, ia hanya senyum seraya menggelengkan kepalanya kepada, Ida.


"Nggak ada yang perlu di maafkan, karena kamu nggak salah. Aku tadi ingin mengatakan sesuatu padamu, tetapi aku lupa. Lah ini aku baru ingat, jika kamu belum sehat benar, kerjanya jangan terlalu forsir dulu. Kalau sudah merasa lelah, istirahat saja. Karena aku nggak ingin kamu drop," pesan Bu Hesty.

__ADS_1


"Insa Allah, tidak. Aku akan tetap kerja sampai sore, dan aku yakin tidak akan terjadi hal buruk padaku. Kamu nggak usah khawatir ya."


Bu Ida mencoba meyakinkan Bu Hesty.


__ADS_2