Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku

Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku
Lahirnya Ananta


__ADS_3

Lima Bulan Kemudian...


Meysa telah melahirkan seorang anak perempuan yang sangat cantik. Dan Yosep juga sudah menyiapkan sebuah nama untuk anak ke duanya, yakni Ananta.


"Alhamdulillah, anak kedua kita juga lahir dengan selamat. Perempuan, cantik seperti dirimu sayang."


Tidak ada hentinya Yosep menciumi babynya.


"Lengkap sudah ya, mas. Ada anak laki-laki dan ada anak perempuan," ucap Meysa yang turut merasakan senang.


"Ya, sayang. Tapi aku masih ingin punya anak lagi darimu, dua tau tiga tahun lagi ya?" ucap Yosep terkekeh.


"Hem, seperti peternakan saja dech," ucap Meysa terkekeh.


Sejenak keduanya saling bercanda ria bersama. Hingga tertawa mereka terhenti tat kala datang Bu Hesty dengan mengajak Bu Ida untuk menjenguk Meysa.


"Bu Hesty..."


Meysa tercekat lidahnya tak bisa menyapa Bu Ida, ia hanya bisa menyapa Bu Hesty saja.


Bu Hesty dan Bu Ida duduk berdampingan di samping brankar dimana saat ini Meysa masih berbaring. Ia belum pulih benar karena baru beberapa jam usai melahirkan secara normal.


Mata Bu Ida berkaca-kaca menatap ke arah Meysa. Tetapi Meysa sama sekali tak menatap ke arah ibunya. Ia justru menatap ke arah lain.


'Meysa, ibu minta maaf ya? karena datang kemari dengan mengajak Ibumu. Ibu nggak tega jika melihat ibumu ini selalu saja menatap ke arah kantormu setiap kali ia sedang bersantai di warung nasi padang. Maafkan ibu ya, Meysa."


Meysa hanya diam saja, ia bingung harus berkata apa. Hingga pada akhirnya ia pun mengatakan hal tak terduga," iya Bu Hesty tidak apa-apa."

__ADS_1


Hati Bu Ida mulai sumringah, di dalam hatinya ada rasa senang.


"Meysa, apakah kamu sudah bisa memanfaatkan kesalahan ibu?"


Bu Ida memberanikan diri bertanya.


Meysa diam, dia bingung dengan pertanyaan ibunya. Karena entah kenapa ia sampai detik ini masih saja menyimpan rasa sakit hati dan kecewa pada ibu kandungnya tersebut.


"Ya Allah, apakah aku ini keterlaluan dan jahat pada ibu? kenapa aku sampai detik ini belum bisa ikhlas memaafkan dirinya? padahal saat ini aku sudah berbahagia bersama Mas Yosep dan anak-anak? Ya Allah, dosakah aku bersikap seperti ini pada ibu?"


Di dalam hatinya terus saja berkecamuk dengan kegelisahan antara ingin memberikan maaf pada ibunya ataukah akan terus menyimpan amarah dan sakit hatinya.


Rasa bahagia Bu Ida mendadak berubah menjadi rasa sedih. Wajahnya yang semula sumringah kini berubah murung tat kala melihat Meysa hanya diam saja dan tak melihat ke arahnya sama sekali.


"Aku pikir, Meysa telah memaafkan kesalahan dan dosaku. Tetapi ternyata hanya pemikiranku saja yang terlalu berharap akan hal ini. Ya Allah, hamba mohon padaMu. Bukakanlah pintu hati anakku, supaya ia mau memaafkan dosa dan salahku," batin Bu Ida.


Saat itu juga Bu Ida bangkit dari duduknya dan melangkah pergi dari ruangan tersebut. Sementara Meysa tetap diam, ia sama sekali tak menahan kepergian ibunya.


Justru ia meminta maaf pada, Bu Hesty.


"Bu, maafkan sikapku ini ya? entah kenapa aku masih belum bisa memanfaatkan ibu. Walaupun itu sudah berlalu cukup lama. Tetapi setiap aku melihat wajah ibu, entah kenapa kejadian tempo dulu langsung terlintas lagi di pikiran. Tolong sampaikan maaf aku pada Ibu, karena aku belum bisa memanfaatkan dirinya. Semoga saja Allah lekas membuat suatu keajaiban di dalam hatiku, dimana aku benar-benar bisa melupakan masa laluku yang sangat pahit," ucap Meysa seraya menangkupkan kedua tangannya di dada menatap sendu Bu Hesty.


"Nggak apa-apa, Meysa. Justru saya yang minta maaf karena telah membawa ibumu datang kemari. Hingga kamu menjadi ingat lagi akan kejadian tempo dulu. Ibu nggak tega saja pada saat ibumu ingin ikut kemari. Saya nggak bisa menolaknya," ucap Bu Hesty.


Setelah cukup lama, Bu Hesty bercengkrama dengan Meysa. Ia pun berpamitan pulang. Karena ia yakin, saat ini Bu Ida sedang menunggunya di luar. Dan dugaaannya benar adanya, jika saat ini memang Bu Ida sedang menunggunya di lobi rumah sakit.


Bu Hesty segera mengajak Bu Ida untuk kembali ke warung nasi padang. Tak ada satu pertanyaan pun dari mulut Bu Ida.

__ADS_1


"Ternyata pemikiranku salah selama ini. Karena selama ini diam-diam Meysa selalu menitipkan uang padaku untuk jatah bulanan ibunya. Aku pikir perbuatanya ini karena ia telah memaafkan sepenuhnya, Ida. Hingga aku pun memberanikan diri mengajaknya datang untuk menjenguk, Meysa. Maafkan aku ya Ida, aku gagal menyatukan dirimu dengan anakmu lagi. Tapi aku yakin, suatu saat nanti pasti Meysa akan memberikan pintu maaf padamu," batin Bu Hesty.


Sejak Meysa tahu jika Bu Ida bekerja di warung nasi padang milik Bu Hesty, secara diam-diam Meysa memberikan jatah bulanan untuk Bu Ida tanpa sepengetahuan Bu Ida karena Meysa meminta pada Bu Hesty supaya tidak mengatakan jika Meysa selama ini memberikan jatah bulanan.


Hingga Bu Ida mengira, Bu Hesty yang telah begitu baik padanya. Dengan selalu menolong ekonominya.


Yosep juga mengetahui akan apa yang telah di lakukan oleh istrinya untuk Bu Ida. Ia juga tidak pernah melarangnya. Segala apa yang di lakukan oleh Meysa, jika itu adalah hal positif tidak akan di larang oleh Yosep.


Dia selalu mendukung segala tindak tanduk dan perbuatan, Meysa.


*******


Setelah beberapa hari ada di rumah sakit, Meysa sudah di izinkan pulang. Ia senang sekali pada saat mendapatkan sambutan dari kedua anak lelakinya.


Kini anak angkatnya telah berumur tiga tahun si Aldo. Sedangkan Nando berumur dua tahun, karena pada saat Nando berumur satu tahun, Meysa sedang hamil Ananta.


Rasa bahagia kini lengkap sudah dengan ketiga anaknya. Dan pada saat ia baru akan masuk kedalam rumah. Tiba-tiba security berlari kecil menghampirinya dan Yosep yang saat ini ada di sampingnya.


"Tuan-Nona, ada seorang tamu wanita muda yang ingin bertemu. Katanya sangat penting. Tetapi ia tidak mengatakan namanya sama sekali. Hanya saja ia mengatakan jika dirinya itu, mantan sekretaris pribadi yang dulu pernah bekerja di kantor, Non Meysa."


Sejenak Meysa dan Yosep saling berpandangan satu sama lain. Meysa heran untuk apa juga mantan sekretarisnya itu datang ingin bertemu dengan dirinya. Dan juga darimana ia tahu rumah Meysa.


"Mas, kita temui atau suruh pulang saja?"


Meysa meminta saran dari suaminya.


"Sebaiknya kita temui saja, supaya kita tak menjadi penasaran dengan maksud dan tujuannya datang kemari," ucap Yosep.

__ADS_1


Pada akhirnya, Meysa meminta pada security untuk membiarkan mantan sekretaris nya itu masuk dan menunggu sebentar.


__ADS_2