Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku

Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku
Kecewa


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatakan oleh Yosep, Meysa baru sadar jika memang selama ini ia selalu saja menyalahkan apa yang disarankan oleh Yosep.


"Mas, aku minta maaf ya selama ini telah membuatmu serba salah."


Meysa menatap sendu ke arah suaminya seraya menangkupkan kedua tangannya di dada.


"Sudahlah istriku tercinta, aku sama sekali tidak menyalahkanmu. Jika aku berada di dalam posisimu, juga akan melakukan hal yang sama. Aku hanya bercanda saja kok, jangan diambil hati ya. Sebaiknya kita masuk saja yuk!"


Yosep menggandeng tangan istrinya, Meysa pun lekas bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah suaminya masuk ke dalam rumah.


Yoseph tak pernah sekalipun marah pada istrinya, walaupun kerap kali istrinya selalu menyalahkan dirinya. Jika Meysa sedang pikirannya kalut. Ia benar-benar bisa menjadi seorang kepala keluarga yang sangat bijaksana. Tidak pernah memaksakan kehendak dirinya terhadap, Meysa.


*******

__ADS_1


Sementara di sore hari ini, Yudha juga sedang melamun di teras panti jompo. Ia sedang mengingat segala masa lalunya dengan para istri-istrinya yang pernah singgah di hatinya dan yang pernah ia sakiti.


"Kenapa tiba-tiba aku ingat dengan mantan istriku yang telah melahirkan anakku tetapi langsung aku talak dia? bagaimanakah sekarang kondisi anakku yang sempat aku tolak? ingin rasanya aku datang ke rumah mantan istriku yang satu ini, tapi aku takut mendapatkan suatu penolakan," batin Yudha.


Tetapi ia terus saja memikirkan anaknya tersebut, apalagi saat ini pandangan matanya sedang tertuju pada anak Ryan yang kembar.


Hingga Yudha pun memutuskan saat itu juga akan menyambangi rumah mantan sekretarisnya dulu untuk sekedar mengetahui kondisi anaknya.


Yudha pergi dengan mengendarai motornya menuju ke rumah mantan sekretarisnya yang sekaligus mantan istrinya.


Beberapa menit kemudian Yudha pun telah sampai di pelataran rumah mantan sekretaris tersebut. Tapi ia sempat terhenyak kaget pada saat melihat di rumah tersebut begitu ramai banyak tamu dan terpasang janur kuning.


"Astaga sepertinya sedang ada pernikahan, waktunya tidak tepat jika aku datang ke sini."

__ADS_1


Tetapi pada saat Yudha akan melangkah pergi, di dalam hatinya merasa penasaran ingin mengetahui siapakah yang saat ini menikah. Mantan mertua nya yang seorang janda atau mantan istrinya. Hingga ia melangkah tepat di depan pintu rumah mantan istrinya tersebut.


Hatinya begitu tersayat sembilu pada saat ia melihat acara ijab qobul yang sedang dilakukan di rumah tersebut.


"Astaga, ternyata yang menikah adalah mantan istriku. Aku pikir mantan mertuaku yang saat ini sedang menjalankan suatu pernikahan. Jika seperti ini, waktunya benar-benar kurang tepat. Kedatanganku bisa menjadi duri bagi pernikahan mereka yang baru saja terjadi."


"Aku tidak mau suaminya yang sekarang terbakar api cemburu jika melihatku datang kemari. Sebaiknya aku pulang saja dan aku akan datang lain waktu."


Pada akhirnya Yudha pun benar-benar melangkah pergi dari rumah mantan istrinya tersebut, dengan penuh rasa kecewa dan sedih karena ia tidak berhasil untuk menemui anaknya.


"Kenapa keberuntungan sedang tidak berpihak padaku? padahal aku ingin sekali melihat wajah anakku seperti apa? aku juga ingin melihat seberapa besar anakku saat ini?"


Kesedihan dan kekecewaan sangat terlihat di wajah Yudha. Harapan dan impiannya ingin bertemu dengan anak kandungnya musnah sudah.

__ADS_1


__ADS_2