Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku

Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku
Hamil Lagi


__ADS_3

Diamnya Meysa membuat Yosep menjadi ikut tak tenang dan gelisah. Ia pun memberanikan diri bertanya pada, Meysa. Apa yang sebenarnya membuat ia menjadi gelisah seperti itu.


"Sayang, maaf ya? apakah kamu sedang memikirkan ibumu?" tanya Yosep sedikit ragu khawatir Meysa akan semakin bertambah diam.


'Iya mas, jujur saja aku sedang berpikir kenapa bisa ibuku kok kerja di warung nasi padang milik Bu Hesty? apakah ada yang terjadi pada dirinya? apakah Yudha yang telah mengusir ibu? entah kenapa walaupun aku sangat kecewa pada, Ibu. Tetapi aku tak tega melihatnya kega banting tulang seperti itu," ucap Meysa akhirnya jujur juga pada Yosep.


"Subhanallah, kamu memang anak yang baik. Aku tidak salah memilih seorang istri. Walaupun kamu sudah di sakiti oleh ibumu, tetapi kamu masih memikirkan dirinya. Nanti akan aku selidiki akan hal ini ya, sayang. Sekarang kamu tak usah sedih dan murung lagi."


"Makanlah, sayang. Apa perlu aku suapin?" goda Yosep terkekeh.


Perkataan Yosep malah mendapatkan tanggapan yang positif dari Meysa," boleh juga mas, aku mau sekali jika kamu menyuapiku."


Hingga akhirnya, Yosep pun dengan sangat sabar dan telaten menyuapi Meysa. Bahkan hal ini sempat menjadi tontonan bagi para pembeli nasi Padang yang lainnya. Akan tetapi, baik Meysa maupun Yosep sama sekali tidak menghiraukan akan hal itu. Mereka cuek saja, terlebih Meysa yang asik terus saja memainkan ponselnya seraya menikmati suapan demi suapan dari Yosep.


Setelah cukup lama berada di warung nasi padang tersebut, Meysa dan Yosep melanjukan niat mereka untuk menyambangi dokter kandungan yang dulu sempat menangani Meysa pada saat hamil Nando.


Hanya beberapa menit sudah berada di tempat tugasnya. Dan Meysa segera konsultasi tentang dirinya yang sudah telat datang bulan dalam kurun waktu satu bulan.


Dokter tersebut segera memeriksa Meysa untuk mengetahui kepastiannya, apakah saat ini Meysa sedang hamil lagi atau tidak.


"Selamat ya, Nyonya Meysa. Anda memang positif hamil. Wah, Nando mau punya adik nech," goda sang dokter terkekeh.

__ADS_1


"Alhamdulillah, terima kasih ya dok. Tapi kok saya sama sekali tidak alami mual muntah ya? pada saat hamil Nando, alami mual muntah."


Dokter pun mengatakan jika pada dasarnya setiap siklus kehamilan itu berbeda-beda. Ada yang ngidam dan ada yang tidak. Bahkan setiap ngidam seorang wanita hamil itu tidaklah sama semua. Berbeda-beda tingkat ngidamnya. Bahkan ada pula, yang alami ngidam adalah suaminya. Setiap anak membawa ciri khas tersendiri pada saat baru ada di dalam kandungan. Jadi tidak semua orang hamil, alami gejala kehamilan yang sama.


Setelah mendengar apa yang di jelaskan oleh, dokter. Baik Meysa maupun Yosep hanya berhooh ria. Tetapi tidak mengurangi rasa bahagia sepasang suami istri ini.


Setelah mendapatkan resep vitamin dan obat penguat janin. Mereka segera pergi dari klinik dokter tersebut, dengan terlebih dahulu menebus resep obatnya.


"Alhamdulillah, terima kasih ya sayang. Kamu telah mengabulkan keinginanku untuk bisa memiliki keturunan kembali."


Yosep terus saja menciumi Meysa pada saat ada di dalam mobil.


"Mas, seharusnya berterimakasih kepada Allah. Karena Dia yang lebih berkuasa, untuk memberikan kita anak lagi," ucap Meysa.


"Aku memang sengaja melakukan hal itu supaya bisa mewujudkan keinginanmu punya banyak anak. Aku ingin membuat suamiku bahagia dan tidak menyesal karena telah menikah denganku."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Meysa, seketika itu juga Yosep memeluknya.


"Sekali lagi, terima kasih ya sayang. Tetapi setelah nanti anak kedua kita lahir, sebaiknya kita rencanakan kehamilan. Jarak jangan terlalu dekat ya. Kasihan kamu juga, karena aku suka sedih jika ingat pada saat proses melahirkan dirimu."


Meysa hanya menganggukkan kepalanya dan setelah itu Yosep melajukan mobilnya menuju ke kantor expedisi milik Meysa. Setelah mengantse Meysa, barulah ia kembali ke kantor pengacara.

__ADS_1


Dimana sudah menunggu beberapa orang yang ingin meminta jasa darinya untuk mengurus permasalahan mereka. Yosep bukan hanya seorang suami yang baik. Tetapi ia juga sudah terkenal sebagai seorang pengacara yang sangat handal dalam menangani setiap permasalahan kliennya.


Hingga banyak sekali yang menggunakan jasa pengacara dirinya untuk menandatangani segala kasus di dalam kehidupan mereka.


Yosep juga tidak lupa dengan janjinya pada, Meysa. Ia pun segera memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menyelidiki tentang Bu Ida dan Yudha.


Supaya ia bisa lebih jelas tahu tentang apa yang sebenarnya telah menimpa pada Bu Ida. Apakah karena di usir Yudha atau karena hal lain. Yosep tidak ingin bertanya langsung pada ibu mertuanya tersebut. Karena entah kenapa ia tidak suka melihatnya, setelah tahu Ais yang pernah di lakukan oleh Bu Ida pada, Meysa. Apa lagi pada waktu itu, ia sendiri yang melihat perselingkuhan antara Bu Ida dan Yudha.


Sementara situasi di rumah Bu Ida, seperti biasa. Yudha benar-benar sudah tidak punya akal dan pikiran sama sekali. Hingga ia terus saja berbuat dosa.


"Hem, dia pikir dia itu siapa? hanya seorang wanita tua yang aku peralat saja. Aku sama sekali tidak merasa kehilangan atau merugi dengan minggatnya Bu Ida dari rumah ini. Paling saat ini, Bu Ida sudah menjadi seorang gembel dan tidur di emperan toko atau di kolong jembatan. Dan ia bekerja sebagai pengemis."


"Karena aku yakin, tidak akan ada yang mau menerima nenek tua itu sebagai pelayan. Hem, dasar bodoh. Padahal aku berbaik hati padanya. Membiarkan ia tetap tinggal di sini, eh malah kabur!"


Terus saja Yudha menggerutu di dalam hatinya. Ia sama sekali tidak mencari keberadaan Bu Ida. Justru ia a sangat senang dengan kepergian Bu Ida. Bahkan ia sempat berpikir jika Bu Ida telah meninggal dunia.


Pada saat bersantai duduk di teras halaman, tiba-tiba datang satu orang kepercayaannya yang ditugaskan menghandle urusan kantor.


Kedatangannya hanya untuk memberikan surat pengunduran dirinya dan juga semua karyawan. Yudha membelalakkan matanya, karena kaget bagaimana bisa semua karyawan kompak mengundurkan diri. Padahal selama ini Yudha selalu tepat waktu untuk membayar gaji mereka.


Bahkan pada saat asisten pribadinya di tanya apa alasan para karyawan risgn serentak. Ia hanya menjawab tidak tahu.

__ADS_1


"Kalau kamu sendiri, kenapa kamu juga risgn seperti yang lainya? apa gaji yang aku berikan kurang, hingga kamu seperti ini?" tanya Yudha ketus.


Asisten pribadi Yudha hanya mengatakan ingin istirahat saja di rumah, karena ia sudah tua. Dan akan mengandalkan anaknya saja untuk bekerja


__ADS_2