Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku

Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku
Tak Mendapatkan Maaf


__ADS_3

Sejak saat itu Yudha mencoba berubah sedikit demi sedikit. walaupun itu tidaklah mudah baginya, apalagi untuk menahan rasa dirinya yang dahulu suka sekali bermain perempuan.


Walaupun kerap kali rasa itu datang yakni ingin merasakan k sentuhan tangan seorang wanita, tetapi ia selalu berusaha menahan rasa itu.


Yudha tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama yang pernah ia lakukan di masa lalu, kali ini ia ingin benar-benar ingin bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik.


Yudha sangat menikmati kesehariannya di panti jompo tersebut, di mana ia selalu menyibukkan dirinya dengan berbagai pekerjaan yang ada di dalam panti tersebut, jika di waktu santainya tidak mengemudikan mobil.


Yudha berusaha untuk tidak mengeluh dengan pekerjaan yang ia lakukan di dalam panti tersebut. Ia berusaha melakukan semua pekerjaan itu dengan senyuman dan riang gembira, walaupun kadang kala ia merasa begitu sangat lelah karena ia tidak terbiasa dengan pekerjaan kasar.


"Yudha, nanti ada beberapa orang datang kemari untuk membesuk para opa dan oma. Mereka datang dari kota tempat tinggalmu juga. Tetapi aku malah lupa namanya, karena aku tadi sedang fokus mengurus pekerjaan kantor."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Rian, sejenak Yudha berpikir. Dia khawatir jika yang datang ke panti jompo adalah salah satu dari orang-orang yang ia kenal bahkan pernah ia sakiti.


"Semoga saja bukan salah satu dari mereka semua yang pernah aku sakiti. Karena aku akan merasa sangat malu jika bertemu dengan salah satu dari mereka," batin Yudha.


Yudha pun bertanya pada Rian kira-kira jam berapa kedatangan para tamu tersebut supaya pihak panti jompo segala melakukan persiapan untuk menyambut pada tamu.


"Sepertinya beberapa menit lagi mereka akan segera sampai. Kamu tak usah repot-repot menyiapkan banyak hal, karena di dapur sudah ada yang bertugas untuk melakukan itu semua. Aku hanya minta kamu mewakiliku untuk menyambut para tamu saja, karena aku sedang banyak pekerjaan di kantor dan saat ini juga aku harus kembali ke kantor," ucap Rian.


"Baiklah, Rian. Kamu tidak usah khawatir untuk hal ini. Aku akan berusaha sebaik mungkin menyambut kedatangan para tamu, supaya kamu tidak merasa dipermalukan. Kamu tenang saja aku akan melakukan yang terbaik untuk panti ini."


Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Yudha, membuat hati Rian menjadi tenang. Ia pun berpamitan padanya untuk lekas kembali ke kantor, karena masih banyak tugas yang harus ia segera selesaikan saat ini juga.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian..


Para tamu undangan yang telah di katakan oleh Rian, telah datang. Dan Yudha pun sudah berpakaian rapi untuk menghormati para tamu.


Namun pada saat ia melihat salah satu tamu tersebut, bibirnya kelu tak bisa berkata sama sekali. Begitu pula dr tamu tersebut, matanya membola pasa saat melihat ada Yudha di panti jompo tersebut.


"Maaf, jika tidak salah anda ini mantan suaminya Meysa bukan? ko bisa ada di panti jompo milik, Mas Rian?" tanya salah satu tamu yang lain.


"Iya, Bu. Saya bekerja di sini baru beberapa hari. Dan saya di minta oleh Rian untuk mewakili dia menyambut tamu yang akan datang berkunjung kemari kawan kebetulan Rian sedang banyak kerjaan di kantornya. Ia menitip pesan dan minta maaf karena tak bisa menyambut ibu dan yang lainnya sendiri," ucap Yudha gelagapan.


Ternyata tamu yang datang berkunjung adalah Bu Hesty yang sengaja mengajak Bu Ida. Ia melakukan hal itu supaya Bu Ida terlalu bosan selama bekerja di warung nasi Padang.


Bu Hesty sejenak melirik ke arah Bu Ida yang tak suka melihat keberadaan, Yudha.


"Ida, apakah kamu baik-baik saja? jika kamu tak berkenan sebaiknya menunggu bdi mobil saja ya?" pinta Bu Hesty lirih.


"Iya nggak apa-apa, nggak usah berkata lagi aku sudah tahu. Pergilah ke mobil, paling aku di sini hanya beberapa menit saja," ucap lirih Bu Hesty memotong pembicaraan Bu Ida.


Saat itu juga Bu Ida membalikkan tubuhnya melangkah menuju ke parkiran mobil. Sementara Bu Hesty di temani asisten pribadinya di pandu oleh Yudha mengitari panti jompo tersebut.


Semua penghuni panti jompo tersebut dari opa-opa, oma-oma, dan para perawatnya berjejer tersenyum ramah menyambut kedatangan Bu Hesty dan asisten pribadinya.


Sudah menjadi tradisi bagi Bu Hesty, ia datang mengunjungi panti jompo dan panti jompo untuk bersedekah. Bu Hesty langsung saja membagikan amplop untuk semua penghuni panti tersebut. Dari opa-opa, oma-oma, para perawatnya bahkan para pelayan byang lain juga entah itu yang ada di dapur atau pun di halaman seperti beberapa tukang kebun.

__ADS_1


Setelah semua mendapatkan bagiannya masing-masing, asisten pribadi Bu Hesty juga sempat membawa bingkisan untuk seluruh penghuni panti jompo.


"Nak Yudha, terima kasih ya. Tolong sampaikan pula jika Bu Hesty yang datang kemari nggak bisa berlama-lama. Ini untuk Nak Yudha ada sedikit rezeki pula."


Bu Hesty memberikan satu amplop dan satu bingkisan untuk ke tangan Yudha. Walaupun Yudha tak bersedia, tetapi Bu Hesty tetap saja memberikannya.


"Bu, saya nggak layak menerima ini. Tolong nggak usah, Bu. Biar untuk yang lain saja," ucap Yudha merasa tak enak hati.


"Semua sudah kebagian, ini sudah jatah untuk Nak Yudha. Jadi nggak usah menolak rezeki nggak baik," ucap Bu Hesty tersenyum.


Dan pada akhirnya Yudha pun menerimanya. Bahkan Yudha meminta izin pada, Bu Hesty untuk menemui Bu Ida.


Dia ingin sejenak meminta maaf padanya atas kesalahannya di masa lalu. Bu Hesty mengizinkannya. Dan saat itu juga, Yudha melangkah ke parkiran mobil untuk menemui Bu Ida.


Bu Ida begitu kaget pada saat melihat kedatangan Yudha. Ia yang awalnya sedang duduk di kursi dekat mobil, akan melangkah pergi dan masul ke dalam mobil, tetapi langkahnya terhalang oleh, Yudha.


"Bu Ida, izinkan aku untuk sejenak ngobrol denganmu. Aku ingin minta maaf atas kesalahan dan dosaku di masa yang lalu. Tolong jangan seperti ini."


Yudha menangkupkan kedua tangannya di dada.


Namun Bu Ida sama sekali tak menghiraukan permintaan maaf dari Yudha, ia justru memalingkan pandangannya ke arah lain.


Sekali lagi Yudha meminta maaf pada Bu Ida, hingga pada akhirnya Bu Ida berkata," aku akan memaafkan kamu jika Meysa sudah memberikan pintu maaf padaku. Tetapi hingga saat ini Meysa saja belum bisa memanfaatkan aku. Jadi aku juga belum bisa memanfaatkanmu!"

__ADS_1


Yudha pun sedih dan kecewa, ia tak bisa berkata lagi. Ia pun melangkah pergi meninggalkan Bu Ida yang saat ini ada di tempat parkiran mobil.


"Sudah aku duga, tidak akan mudah untuk bisa meminta maaf," batinnya sedih.


__ADS_2